Cacar Air

Cacar Air

Beberapa hari ini kayaknya cacar air lagi ngehits ya kak? mungkin karena measles-rubella lagi jadi treding topic, si varicella juga gak mau kalah :p

jadi baca-baca lagi soal cacar air, karena takut kasih jawaban yang sesat, hahaha.. dibawah ini aku ringkas dari buku dokter Wati dan beberapa diskusi di Milis Sehat ya, semoga bermanfaat!

Varicella (cacar air) adalah kelainan kulit yang ditandai dengan adanya gelembung di permukaan ruam yang warnanya kemerahan. Gelembung tersebut terbentuk seperti tetesan embun (tear drop). Seperti infeksi virus lainnya, cacar air umumnya diawali dengan gejala prodromal yaitu demam tinggi mendadak, sakit kepala, sakit sendi, mual, dan muntah. Setelah itu timbul ruam kemerahan dan kemudian terbentuk gelembung di atas ruam. Gelembung menyebar ke seluruh tubuh, lengan, muka, dan akhirnya ke kaki. Selanjutnya dalam 3-5 hari, gelembung merata di seluruh tubuh. Setelah itu mengempes dan timbul keropeng.

Pada orang dewasa, bisa lebih berat dan bisa menimbulkan komplikasi radang paru (pneumonia) atau radang otak (ensefalitis). Pada anak kecil, umumnya jauh lebih ringan, sering kali tanpa demam, tidak seluruh badan, dan tanpa komplikasi (kecuali pada anak dengan daya tubuh yang rendah seperti kanker, terapi steroid jangka panjang, HIV/AIDS). Bila mengenai ibu hamil muda dapat menyebabkan varicella cingenital (infeksi varicella bawaan lahir) yang bisa menyebabkan kecatatan pada janin. Sedangkan infeksi pada lima hari hingga 48 jam menjelang persalinan bisa menimbulkan infeksi perinatal (infeksi seputar lahir) pada bayi yang 30%-nya bisa bersifat fatal.

Prinsip pengobatannya adalah mencegak gelembung agar tidak pecah (biarkan mengempis dengan sendirinya). Oleh karena itu, cukup taburkan bedak (nanti akan dibahas “bedak” apa). Cacar tidak memerlukan salep apapun termasuk asiklovir (Acyclovir). Salep ini bekerja di permukaan kulit sehingga diberikan pada virus Herpes simplex; sedangkan pada cacar air, virus berada di darah. Anthistamin antara lain chlorpheniramin maleat tidak dapat mengurangi gatal karena cacar air bukan penyakit alergi. Asiklovir minum atau suntuk hanya diberikan pada orang dengan daya tahan tubuh yang sangat rendah seperti manula, pasien dengan terapi steroid, HIV/AIDS, pasien dengan kelainan paru dan kulit kronik. Tidak dianjurkan untuk memberi Asiklovir pada ibu hamil dengan varicella tanpa komplikasi karena sampai saat ini belum diketahui efeknya terhadap janin. Berdasarkan panduan (guideline) AAP, tidak dianjurkan untuk memberikan asiklovir oral pada anak normal. Di lain pihak, pemberian ini hanya akan efektif bila dimulai dalam waktu 24jam pertama setelah munculnya ruam. Cacar air tidak memerlukan antibiotik baik minum ataupun salep.

Cacar air boleh dan harus mandi. Tidak perlu PK atau sabun anti-septik, cukup air bersih dan sabun biasa (gunakan sabun cair untuk mengurangi gesekan). Pada anak kecil, proses regenerasi kulit sangat baik, insyaallah tidak menimbulkan bekas apapun.

Cacar air sangat menular sejak prodromal muncul. Juga menular melalui udara dan cairan gelembung. Oleh karena itu, sebaiknya penderita cacar dipisahkan dari orang-orang berisiko komplikasi bila terkena cacar, seperti ibu hamil trimester pertama, bayi baru lahir, orang tua, serta orang dengan daya tahan tubuh yang lemah.

(taken from : Q&A Smart Parents for Healthy Children)

-Diskusi di Milis-

#1. Mau menambahkan cacar air atau varicella rute penularan utama adalah  lewat droplet napas (bukan hanya cairan dari cacar air) gejala awal mungkin demam dan nyeri tulang, dokter bisa luput kalau belum ada blisternya (Dokter Anto)

#2 Kalau udah lewat usia rekomendasi vaksin gimana? Dewasa? Vaksin aja Mba… kalau nungguin kena infeksi alaminya, nanti beresiko herpes zoster di kemudian hari, emang mau? sakit loh, apalagi kalo zoster opthalmica, belum lagi NPH (Neuralgia Post Herpeticum)…sekalian mba juga di vaksin ya 🙂

#3  Vaksin Varicela (cacar air)

Melindungi dari penyakit : Cacarair(chicken pox / varicella).

Wanita hamil yang menderita cacar air sangat beresiko mengalami komplikasi serius. 10-20% wanita hamil yang menderita cacar air dapat mengalami pneumonia dengan kemungkinan kematian hingga 40 %.

Jika wanita hamil menderita cacar air di trimester satu atau awal trimester 2 kehamilannya, ada kemungkinan _0,4-2%) bayi yang dikandung dilahirkan dengan menderita Congenital Varicella Syndrome (CVS). Bayi2 ini dapat lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR), kulit terdapat jaringan parut/scarring serta masalah pada tangan, kaki , otak serta mata.

Jika bayi lahir saat Ibunya menderita cacar air sejak 5 hari hingga 2 hari setelah melahirkan maka bayi beresiko menderita cacar air juga tidak lama setelah lahir, dengan kemungkinan kematian hingga 30%.

Jenis vaksin : Vaksin hidup (tidak boleh diberikan saat hamil)c. Dosis : Sama seperti vaksin MMR, Upayakan 2 x pemberian, selang/interval 28 hari dari dosis pertama. Jadi pemberian dosis pertama dilakukan paling tidak 2 bulan sebelum hamil.

​​(Mbak Monik)

#4

Berapa jarak pemberian vaksin MMR & Varicella?

sesama vaksin hidup, jika tidak diberikan secara simultan, minimal interval

4 minggu mbak

#5 Bolehkan imunisasi campak jika anak sedang terkena cacar air?

Jika sudah pasti terkena cacar air sebaiknya ditunda dulu

#6 Can I use calamine cream or lotion while pregnant or breastfeeding?

Yes – there are no known harmful effects when calamine is used by pregnant or breastfeeding mothers.

(untuk bedak yang disebutkan di atas, sebaiknya dioles tipis saja calamine cream atau lotion)

#7 Cacar air pada orang dewasa bisa lebih berat daripada cacar air pada anak-anak, jadi biasanya dokter akan meresepkan Asiklovir, tapi ini hanya efektiv dipakai dalam 24jam pertama sejak rash pertama muncul. Diatas itu sudah tidak ngaruh. Karena antivirus itu kerjanya menghambat replikasi sel, biasanya setelah 24 jam replikasinya sudah selesai, jadi kalau dia sudah berhenti replikasinya ya ngapain pakai Asiklovir, toh tubuh akan menyembuhkan sendiri. (dokter Ian, via WA)

#8 Notes dari Dokter Wati

Dear all,

Thx buat kontribusinya

Boleh urun rembug dalam bentuk summary yang singkat?

  1. Cacar air/chicken pox/varicella penyebabnya virus. Mostly ringan kecuali pada dewasa (penyakit balita, apabila diderita dewasa, akan lebih berat).
  1. Tidak perlu obat apapun (ini lagi bahas cacar pada anak ya)
  1. Upayakan lesi yang melenting tidak pecah. Tetapi dalamkenyataan ya sulit. Gak usah parno or cemas. Bolehmandi dengan antiseptik sedikit misal Dettol kalau memang ada yang terbuka lesinya.
  1. Jangan pakai PK : Iritatif, keras kan obat itu. Perlahan sdh tdk dianjurkan, ya itu memang “obat” jadul.
  1. Jangan pakai bedak salisil, sering kok dibahas dulu di milis. Kan bedak ini mengandung asetil salisilikum alias asetosal. Infeksi virus tidak bolehdiberi obat yang mengandung asetosal. Ada risiko sondrom Reye.

belum lengkap soal hamil/menyusui saat cacar air sih, mudah-mudahan ada mood untuk lanjutannya o_O

Advertisements

6 thoughts on “Cacar Air

  1. Wah, lgsg jd tulisan nih. Sdkt nambahin aja berdasarkan pengalaman. Pas sakit sendi yg luar biasa itu, badan nggreges itu, sy malah panggil tukang pijit. Lesi baru muncul 1-2 biji di lengan. Saya anggap Kutu air atau kutil (krn blm gatal). Setelah itu mandi (air dingin sprti biasa). Pas malam mulai menggigil mau pake obat gosok, lihat punggung..O’ow, sdh nyebar man! Krn ud lemes ga sempet browsing, jd tetep nenenin dg pakai masker. (Sy sekamar sama bayi 9bln, dan Ibu). Besok pagi ketemu suami, dia blg, kamu kena cacar air deh ini. Telat bgt ketahuannya 😓😭
    Alhasil efek pake masker jg jd malah gampang nyebar.
    Apalagi Td ud ditulis sama Icha, replica si rash itu di 24 jam pertama.

    So, segera blg pasangan utk cek bagian belakang tubuh kita jika ada yg aneh, krn kita ga bs pantau. Dan hindari pakaian yg ketat, yg bnyk menimbulkan gesekan, termasuk masker.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s