Anak Kinestetik? Main di Taman Yuk :)

Salah satu Pakar perkembangan anak,  Howard Gardner dalam teorinya menyatakan ada 8 jenis kecerdasan linguistik (bahasa), matematika, visual spasial, musik, interpersonal, intrapersonal, kinestetik, dan naturalis. Nah dalam diri seorang anak bisa jadi ada 1 atau 2 kecerdasan yang menonjol banget dari kecerdasan yang lainnya. Tugas kita sebagai orang tua yang mengobservasinya. Kalau anaknya memang cenderung ke arah musik ya jangan ditekan untuk belajar matematika secara berlebihan, bisa stress kan ya? Atau anak yang dari kecil sudah kelihatan kecerdasan kinestetiknya ya kita bisa kasih stimulus hal-hal yang mendukung ke-kinestetikan-nya toh?

Hayyooo.. siapa yang punya anak-anak gak bisa diem? pecicilan kesana-kemari, jatuh bangun jatuh lagi tetep semangat manjat sana sini? Cuuuung! Bahkan kalau kata Pak Suami, itu bocah pas ketuban bunda rembes dikasih apa sih sama dokternya? bisa aktif banget 😀 Walau capeeeek banget. tapi disatu sisi kami seneng banget, banyak hal positif yang bisa diambil dari anak ‘gak bisa diam’ ini. Gak bisa diam kan biasanya dikaitakan dengan kecerdasan kinestetik seperti teori Howard Gardner diatas loh. Sederhananya kecerdasan kinestetik yaitu kecerdasan dalam menggunakan tubuh dengan trampil dan memegang objek dengan baik. Dan yang seperti ini gak semua anak mampu. Ada beberapa ciri-cirinya misalnya, si anak lebih menyukai permainan yang melibatkan fisik, seperti: bermain sepeda, berenang, bermain bola sepak, pandai menggunakan bahasa tubuh, lebih suka bermain di area permainan dan sebagainya.

20161218_165857

ngeblur karena anaknya lari-larian mulu :p

Untuk poin terkahir, soal lebih suka bermain di area permainan buat kami ini asik banget. Selain si anak main, orang tuanya juga bisa sekalian olahraga. Yup.. pilihan kami sebagai orang tua hemat dan cermat adalah mengajak anak bermain ke Taman. Alhamdulillah kabar baiknya di Jakarta ada banyaaaaak banget taman-taman gratisan yang dikelola dengan baik oleh Pemerintah Daerahnya. Semoga daerah-daerah lain di Indonesia segera menyusul ya.. Pertanyaan selanjutnya, kenapa ke Taman? Selain menyalurkan ke-kinestetik-an anak-anak, bermain di Taman juga banyak manfaatnya, yuk kita bahas sedikit :

  • Kesehatan

Ahhh sudah bukan rahasia umum ya di Jakarta mah polusinya ampun-ampunan, tapi ada loh spot-spot asik yang masih menyediakan udara segar. Ya di taman salah satunya. Bermain dialam terbuka membuat tubuhnya jadi lebih sehat, bugar, dan bersemangat. Apalagi  di taman kota yang banyak tumbuhan,  pohon dan rerumputan akan membuat anak menghirup udara lebih segar dan bersih yang baik untuk kesehatan paru-parunya. “the fresh air will do you good”, right?

  • Belajar

Bermain di luar bisa membuat anak banyak belajar. Tentu saja soal ini takes two to tanggo ya, bukan sekedar anak dibiarkan main sendiri, tapi kita sebagai orang tua ikut serta bermain. Orang tua bisa mengambil satu objek yang dijadikan “materi”, misal pohon mangga di taman. Kita bisa eksplore banyak soal pohon mangga. dari pengenalan apa itu akar, batang, daun, buah, dan sebagainya.

Figure 16

  • Kemampuan Sosial

Naaah ini yang menurut saya penting banget, kemampuan bersosialisasi untuk anak. Kalau di taman Surapati seringkali ada pedagang yang jual balon gelembung. Nah kadang ada beberapa anak yang ikutan main, sharing bangeng siapa yang membuat gelembung, siapa yang mentepuk-tepuk gelembung. Seneng banget pas liat Amaya Arsa sudah bisa berbagi sama anak-anak seusianya.

WhatsApp Image 2017-06-16 at 2.03.57 PM

Komunitas Ibu-Ayah ASI Kantor di Taman Honda 2016

WhatsApp Image 2017-06-16 at 2.03.58 PM

Komunitas Ibu-Ayah ASI Kantor @ Taman Honda 2017

2016-01-19 04.50.50

Bun with kiddos @  Scientia Square Park, Serpong

itu hanya 3 dari sekian banyak hal yang bisa kita dapat dengan bermain di taman. Balik lagi soal kinestetik, salah satu cara yang mudah melihat apakah anak kita termasuk di dalamnya atau tidak adalah memerhatikan aktivitas anak yang tidak bisa ‘anteng’, senang berlarian kesana-kemari, melompat-lompat, naik-naik ke kursi, manjat teralis jendela jadi hobinya, dan selalu menggerakkan tangan atau kakinya ketika duduk, coba deh diperhatiin lagi. Biasanya, anak kecerdasan kinestetiknya lebih dominan butuh penyaluran energi gerak yang lebih tinggi dibandingkan anak lain yang biasa-biasa saja.

Walau pasti capek ya nemenin anak berlarian kesana kemari, tapi percayalah kalau anak yang aktif bergerak bisa membuat anak tumbuh lebih sehat, karena banyak sekali manfaat dari gerak itu sendiri. Seperti, bisa meningkatkan kinerja banyak organ tubuh yang akan melancarkan sistem peredaran darah dan metabolisme tubuh si anak. Jantung juga akan berkerja lebih kuat, peredaran darah lebih lancar toh? Terus nih, setelah diperhatikan, setelah anak main di taman pasti makannya jadi lahap banget.. ya karena energi yang dikeluarkan juga sudah banyak kan..hehehe..

Keluarga kami sendiri mentargetkan paling tidak satu kali dalam seminggu kita mesti main ke taman. Kebanyakan memang terlaksana, kecuali dua hal. Hujan atau sakit. Dua hal ini yang gak bisa ditolerir deh. Kalau hujan mah mau gimana lagi ya? disenyumin aja mudah-mudahan segera reda jadi bisa ‘balas dendam’ sore main di taman.

Nah kalau Sakit? Yang namanya anak-anak mah apet banget sama yang namanya Virus. Apalagi usia balita, yang emang lagi masa-masanya ‘ngumpulin virus’. Paling sering apa Bun? Batuk Pilek Demam. Itu trio banget deh. Tapi bersyukurnya kalau batuk pilek disertai demam berarti emang virus ya.. no need worry soal DB, Rubella, Campak, atau Typus. Anak-anak biasanya sudah paham kalau batuk pilek demam, mereka harus banyak minum agar tidak dehidrasi. Atau kalau memang sudah tidak nyaman, akan saya kasih paracetamol. Banyak merknya, salah satu sediaan di rumah Tempra SyrupPilih yang sirup karena anak-anak di rumah usianya 2,5tahun dan 3,5tahun jadi cocok dengan range umurnya. Tempra Syurup juga isinya pure paracetamol. Jadi memang aman dan tepat guna untuk menyamankan anak yang sedang demam. Bunda-bunda harus concern ya soal komposisi obat demam anak ini, karena banyak di pasaran yang isinya justru bukan Paracetamol, tapi aspirin dan glisin. Nah kedua jenis yang disebutkan tadi itu justru lebih banyak bahayanya ketimbang manfaatnya. Ibarat mau meruntuhkan rumah tipe 27, tapi pakai bom atom. Bisa googling soal aspirin dan glisin ini untuk informasi lebih banyak.

Tempra-Syrup-square

Tempra Syrup, pic taken from BP

Prinsip penanganan saat anak demam pada keluarga kami :

demam5

Biasanya kalau memang si trio batuk pilek demam insyaallah gak akan lama sih berlangsungnya. Demamnya juga biasanya 1-2 hari aja. Kalau dirasa hari kedua tinggal batuk pilek aja, biasanya minggu sore kami tetap ke taman sih, hehehe.. lumayan anak-anak juga lebih terasa segar kan.. gak cuman tidur-tiduran aja di kamar. Untuk rekomendasi taman di sekitaran Jakarta : Taman Suropati di Menteng, Taman Menteng, Taman Tebet, Taman Mangrove di Jakarta Utara, Taman Langsat, dan tentu saja yang terkenal adalah Taman Merdeka alias Monas. Yuuuuk ah cuss bawa anak-anak hirup udara segar dan lari-larian di taman! 🙂

 

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Tempra yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi. Artikel ini tidak dapat menggantikan hasil konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.

Advertisements

11 thoughts on “Anak Kinestetik? Main di Taman Yuk :)

  1. Samaan, selalu sedia tempra, anak anak sudah pada paham rasanya, jadi ga susah pas mau dikasih, malah kadang si Kakak minta dikasih juga padahal yang sakit si Adek 😏 saking enaknya niy obat kali ya, tapiii seenak apapun mah kita pengennya anak anak pada sehat selalu, biar bisa diajak eksplorasi ke tempat tempat seru 🖒🎶

  2. Samaan cha.. Keluarga pencari taman.. Dari di medan dulu mah, dikit2 ke taman..
    Pindah ke depok awal2 ga nemu taman, jd mainnya ke jakarta terus hampir tiap minggu. Akhir2 ini udah mulai banyak taman di depok, jd ga jauh2 lg ke jkt..

  3. Makasih sharingnya mbakcha 😘
    Langsung dicatetin semua buat azra nih, sama gabisa diemnya soalnya, ada aja yg dikerjain. Bapaknya aja tuh yg males ke taman, kalo ke taman sibuk nepokin nyamuk sekitar azra (padahal gak ada nyamuknya) 😅
    Oh ya, soal obat penurun panas, dulu foreseeing dokter nya azra pake paracetamol, tapi dia sering muntah abis minum, kayak disengaja, mungkin karena aftertaste nya yg pait. Abis ganti ke tempra, Alhamdulillah abis itu nggak ada drama muntah abis minum obat lagi..

  4. Kayanya aca setipe sama musa deh chaa..kinestetik…apalagi dua bulan lebih mengamati langsung tingkah polahnya..naik turun motor sendiri..jalan jalan di atas meja kaca d ruang tamu..bikin gedeg gedeg pokonya mah..emang bener banget harus sering diajak ke luar..alhamdulillahnya di depan rumah mertua ada lapangan..jadilah tiap pagi dan sore eksplorasi di situ..lari larian..layangan..sepeda..

    Pulang pulang dipastiin anaknya keling dan doyan makaan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s