Rekomendasi Dokter (Umum, Kandungan, THT)

 

rekomendasi-dokter

 It takes two to tango

Pernah dengar idiom diatas? Terus apa hubungannya dengan judul postingan kali ini ya? Sebelumnya saya gak pernah terbayang akan punya list dokter yang lumayan panjang. Lah wong dulu kalau sakit tinggal cuss ke Balai Kesehatan Kantor, diperiksa 5 menitan, dikasih resep, lalu duduk manis di depan loket obat, dan siangnya setelah makan langsung diminum deh itu obatnya. Gak pernah kebayang juga akan nyari tau apa kandungan obat di drugs.com, atau mencari tau tentang apa yang salah dengan tubuh ini di mayoclinic. Deuuuh, sama sekali di luar jangkauan. Etapi, setelah menikah dan punya anak, kenalan dengan Milis Sehat mengubah pandangan si Ibun tentang dunia kesehatan. Bahwa, it takes two to tango loh.. Yep, pertama kalinya saya sadar bahwa sakit bukan hanya urusan di ruang periksa yang hanya 5 menit itu, tapi jauh lebih besar dari itu. Learn.

Belajar, kata seorang dokter yang menjadi Narasumber di Seminar tentang Tumbuh Kembang Anak kemarin di Daycarenya Arsa juga sama. Pangkal dari semua adalah belajar. Terlebih seorang Ibu. Belajar itu kebutuhan. Jangan pernah terlena dengan status kita yang bukan tenaga kesehatan (dokter, bidan, perawat, dll). Belajar tentang kesehatan bukan melulu di bangku kuliah kok.. Jangan malu juga mengakui kalau kita belajar lewat Internet. Lah, inovasi sudah dimana-mana kok. Banyak situs sahih punya negara di ujung dunia yang bisa kita akses via ponsel saja. Contohnya ya dua di atas tadi : Mayoclinic dan Drugs.com. Sederhana kok kalau mau belajar dari 2 situs aja. Kalau-kalau masih males belajar dengan bahasa asing, Indonesia punya situs yang sahih juga tentang ilmu kesehatan : Milis Sehat.

Nah selain belajar lewat membaca, saya juga kesengsem banget sama Nakes yang suka transfer knowladge saat kita konsultasi, atau bahkan di Medsos pribadinya. Rela berlama-lama di ruang periksa dengan pasien menjadi satu bukti  bahwa Dokter tersebut memang punya misi untuk mengedukasi pasien atau keluarga pasiennya. Barakallah..

So, siapa aja Nakes yang menurut saya asik buat didatengin? *sebelumnya mohon maaf buat Dokter yang namanya tersebut di Postingan ini yaaa #salim

Dokter Umum

Sering banget saya dikirimi pesan oleh teman, bahkan teman-nya teman yang bertanya rekomendasi Dokter spesialis Anak. Saya gak langsung jawab dengan nama Dokter Anak yang biasa saya kunjungi biasanya, tapi selalu saya tanyakan : apa keperluannya. Kalau dijawab dengan : anakku demam udah 3 hari nih cha, atau senada dengan itu dijawab dengan : batuk udah seminggu belum sembuh-sembuh, dan ‘penyakit’ standar anak-anak lainnya, biasanya saya akan jawab : Ke Dokter Umum dulu aja.. insyaallah kasus kayak gitu mah Dokter Umum juga mumpuni. Dan selalu saya rekomenasikan : Dokter Farian Sakina aka Dokter Ian, udah beberapa kali saya nulis tentang Dokter Ian di blog ini, bisa gugling dengan “Dokter Ian + sepedakwitang” hehehe. Kenapa saya rekomendasikan Dokter Ian? Oke mari kita bahas dikit aja ya.. Dokter Ian mau mengedukasi siapapun yang datang ke ruang praktiknya. Silahkan siapkan waktu paling enggak setengah jam untuk mendengarkan penjelasannya. Catat semua pertanyaan yang bergentayangan dikepalamu, dan keluarkan semua di ruang praktiknya. Insyaallah dijawab tuntas. Kalau kita agak-agak gak nyambung sama bahasannya, kita bisa dikasih PR membaca di situs-situs rujukan kok. Jadi misal ada konsul lanjutan, udah dapet tek-toknya. Walau dokter Ian dokter Umum, tapi percayalah sama sayah, kalau kapasitasnya wokeh banget ketimbang Dokter-dokter Umum lainnya yang pernah saya datangi. Bahkan menurut saya, beberpa dokter anak gak lebih oke daripada Dokter Ian soal mengedukasi (keluarga) pasiennya. Mantep! Hal lain yang jadi poin plus dokter Ian adalah Dokter Ian bisa dihubungi via Whatsapp. Walau ya namapun Ibu 3 anak ya.. sibuk luar biasa. Jadi untuk urusan yang urgent, gak saya rekomen ke dokter Ian, urgent mah ke UGD Kakaaak :D. Rumah Dokter Ian (tempat praktek) ada di Jalan Murtadho, kalau dari arah senen, belok kiri di prempatan lampu merah matraman, gang-nya ada setelah pom-bensin, deket dengan fly over matraman. Dari Gang murtadho itu jalan lurus aja sampai mentok, lalu belok kanan. Nanti ada plank Dokter Fahrian di sebelah kanan. Tarifnya jujur ini saya gak tau, kadang bayar 75.000, pernah 85.000, pernah juga 50.000, hehehe.. intinya gak pernah diatas 100.000 insyaallah.

Spesialis Kandungan dan Kebidanan (Obgyn)

Yang ini sebenarnya saya punya list yang panjaaang banget! Secara 2 kali hamil, yang kedua lumayan heboh yaa.. Tapi ini saya tulis yang benar-benar berkesan aja ya.. Urutan nomer tidak berarti lebih asik ya, sekali lagi soal asik gak asik itu tergantung pribadi masing-masing, setuju yes? 🙂

dr. Susilawati Iriana Dewi, Sp.OG

Kalau coba gugling Nama Dokter Susi ini, gak akan dapat banyak review sebenernya. Tapi dari pengalaman beberapa teman di kantor, dan akhirnya saya mencoba sendiri konsul dan periksa dengan beliau ternyata cocok banget, alhamdulillah. Dari awal, kriteria Obgyn saya memang harus Perempuan, alhamdulillah dokter Susi malah perempuan muslimah (akhwat). Karakternya memang komunikatif, jadi kita gak sungkan mau tanya ini itu. Penjelasan dan jawaban yang diberikan juga terkesan santay, jadi gak akan tampak seperti : buruan lo selesai. Hehehe.. Evidence Based Medicine, jadi jangan harap dapet macem-macem obat/vitamin kalau emang gak perlu. Untuk ukuran seorang Obgyn, Dokter Susi hitungannya sabar. Berkolaborasi dengan Dokter Helmina di RSI Jakarta Cempaka Putih, saya yang kena kasus Ketuban Pecah Dini (KPD) di Usia kandungan 27minggu, alhamdulillah tetap ditunggu lahiran tepat waktunya. Poin plusnya, Dokter Susi ini akhwat, jadi misal saat kemarin saya kontrol IUD, saya ceritakan bahwa di Januari saya keluar darah sampai 3x, jadi bingung bagaimana sholatnya, Dokter Susi menjelaskan dari sisi medis dan agama. Alhamdulillah.. Dokter Susi praktek setiap hari kerja kecuali Selasa di RSIJ Cempaka Putih, bisa telpon ke 021-4250451 untuk pendaftaran. Hoya, dokter Susi biasanya gak mau terima pasien banyak, jadi amannya memang harus daftar dulu via telpon. Tarifnya kemarin 234.000 (konsul + USG tanpa print).

 dr. Helmina, Sp.OG

Sama dengan Dokter Susi diatas, Dokter Helmina memang bukan dokter yang namanya sering muncul di review-review dokter komunitas perempuan, atau dunia per-blog-an emak-emak. Pertama kali konsul sama beliau, asikkkk. Ceriwis, dan excited bangettt.. Dokternya heboh saat melihat janin saya yang muter-muter bergerak yang tampak dalam layar USG, padahal mah dipikir-pikir dia sehari berkali-kali deh liat yang seperti itu. Tapi tetep loh nunjukin ke-excited-annya ke kami. Berasa banget jadi ikutan bahagia. Komunikatif jangan ditanya. Sabar juga sudah saya bahas kan di atas. Bayangkan, saya sudah masuk ruang kala untuk siap-siap operasi cecar sebanyak 3x, tapi at the end saya malah lahiran pervaginam, karena setiap habis CTG, dokternya bilang : ini masih bisa ditunggu deh kontraksi alaminya, alhamdulillah 🙂 Diawal KPD dulu juga, dokter Helmina yang menangani saya. Saya suka saat beliau jujur bilang kalau kasus KPD dia UK 27minggu itu statistiknya keguguran, tapi dia janji akan berusaha semaksimal mungkin. And, she did it 🙂 Untuk lokasi, tarif, sama dengan Dokter Susi ya, beda di Jadwal aja.. setiap hari ada, kecuali hari Kamis. Untuk informasi soal RSI bisa diakses disini : http://www.rsi.co.id/

dr. Riyana Kadarsari, Sp.OG

Nah kalau yang ini sih famous banget di dunia maya, kalau gugling beuuuh berjejer deh itu ulasannya. Belum lagi Dokter Riyana juga aktiv mengisi di Urban Mama Forum kan yaa.. Sebenernya dari awal hamil Amaya sudah penasaran pengen ke Dokter Riyana ini, tapi apadaya belum jodoh ya.. Saya dimana.. Dokter Riyana dimana. Etapi, pernah deh saat saya hamil pertama dulu, ada satu moment yang saya lagi desperate banget, lalu saya kirim pesan ke beliau, dan di bales! Padahal kenal aja enggak.. pernah konsul aja engga. Allah, berkahi Dokter-dokter kayak gini yaaa 🙂 Nah, pas tinggal di Tangerang, 2015 lalu akhirnya saya berjodoh juga dengan Dokter Riyana, alhamdulillah. Ini diluar skenario sebenarnya. Karena saya hanya datang ke BWCC (Bintaro Women Children Clinic) – Alamat: Jalan Maleo Raya Blok JC 1 No. 6, Pd. Pucung, Tangerang Selatan, Kota Tangerang Selatan, Banten- dan gambling aja siapa aja obgyn yang lagi praktek hayuuu.. Lah wong cuman mau cek IUD 6bulan aja kok.. eh, sempet kaget pas masuk ke ruang praktek, taunya Dokter Riyana! Walau gak periksa kehamilan, tapi tetap loh informatif banget. Soal IUD, soal Kanker Serviks, dijelasin detail. Daaaan ajaibnya, pas periksa lewat bawah (if you know what i mean ya), itu sama sekali gak sakit! Karena kita diajak ngobrol, ngaliiir gitu aja.. tau-tau periksa bawah selesai. Lah kapan mulainya dok? 😀 Sampai pas keluar dari ruang praktek Dokter Riyana, saya bilang ke suami : Beh, Bunda hamil ketiga mau disini ya periksanya, hahaha.. Hoya, harga konsul di BWCC juga lumayan terjangkau, dibawah 200.000 laaah.. tempatnya juga homi, asik. Pendafatan bisa via WA atau telp: 021 7450873/081285858895. Untuk Web BWCC bisa diakses disini : http://bwcc.web.id/

Spesialis THT

Kalau soal THT ini, kasusnya Papanji yaa.. saya hanya menemani saja. Jadi awalnya Papanji ngerasa telinga bermasalah, to make it short.. kami sudah datang ke : Puskesmas Setiabudi, Klinik Fakhira Menteng Atas, RS THT Proklamasi dan semua dokternya bilang kalau telinga Papanji itu ada kotorannya. Jadi diresepkanlah obat tetes yang bikin cair kotoran itu, AB, dan painkiller. Sudah 2 atau 3 bulan gitu tapi tetap bermasalah itu telinga. Akhirnya nanya ke Dokter Ian, direkomendasikan ke RS SS Medika Salemba, dengan dokter siapapun karena di sana bagus-bagus insyaallah. Hah, di Salemba ada RS selain RSCM nih? Ealaaah.. ternyata ada, beneran ada. Lokasinya nyempil banget masuk jalan kecil ke arah SMA 68 Jakarta situ. RSnya kecil, parkiraanya terbatas pula. Tapi begitu masuk… tetep kecil.hehehe.. Nah disinilah kami bertemu dengan Dokter Susana, Sp.THT, Dokternya masih muda (keliatannya), dan dikasih tau kalau yang ditelinga Papanji mah bukan kotoran, tapi sejenis tumor. Mak! Tumor! Horor banget gak tuh..haha.. Istilah medisnya : kolesteatoma. Dan, harus dioperasi saat itu juga. Menurut penuturan Papanji yang sudah kemana-mana praktek THT, alat di SS Medika itu yang paling canggih. Itu loh, kamera yang masuk ke telinga itu.. Selesai di operasi dokternya nunjukin itu daging kayak baso urat ada beberapa biji 😦 serem banget pokoknya. Entah gimana dokter-dokter sebelumnya bilang ini cuman kotoran doang 😦 Sesi periksa berikutnya saya ikut masuk, dan kaget pas dokternya malah nanyain anak-anak kami, berarti dokternya notice banget ya pas operasi kemaren. Setelah selesai bahas per-telinga-an, dokternya malah ngobrol sama saya soal ASI dan MPASI, cihuy banget lah! Untuk tau soal lokasi, pendaftaran bisa cuss kesini : http://www.ssmedika.co.id/ Untuk Tarif, gak gitu inget.. tapi kisaran 400.000 untuk konsulnya (cmiiw) soalnya ada biaya daftar, dan kartu gitu gitu lah.. Kalau operasinya berapa? Plis jangan tanya :p #ampun

At the End, balik lagi.. kalau belajar itu soal kemauan. Mau baca ga? Mau bertanya gak? Mau coba bangun komunikasi dengan dokter ga? Selamat belajar (bareng) 🙂

it-takes-two-to-tango

 

Advertisements

2 thoughts on “Rekomendasi Dokter (Umum, Kandungan, THT)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s