Babah 28 tahun!

Hai Babah!

Ehhh.. tiap tahun ada panggilan baru ya? Sebelum menikah, aku manggil kamu dengan “Mas”, setelah menikah kita sama-sama panggil “sa-yang”, punya anak pertama panggilannya Abeh, anak kedua, maunya Babah! Endingnya gimana? Yaaaa.. masih ada slot untuk anak-anak-anak (as you wish) berikutnya kan? Bunda sih ngikut mereka ajaaaa #eh #hahaha #IUD5tahunloh :p

Bah, tahun ini kita beneran 28 tahun ya? Beberapa kali Bunda tanya kan ke Babah, beneran 28? 27 kali bah, salah hitung.. Karena dulu aku merasa 28tahun itu soooo old, haha.. Eh Alhamdulillah tahun ini beneran ketemu si 28 ya?🙂

Kayaknya tiap tahun saat Babah milad, Bun selalu kasih hadiah postingan deeh. Tapiii.. selalu bertepuk sebelah tangan, karena gak pernah dibales saat milad Bunda, *whahaha aib ini. Tapi gak papa.. Bun masih inget banget lah, sebelum menikah, ada seseorang yang menasehati..

“Nanti setelah menikah, kamu jadi istri harus lebih banyak sabar loh Cha, kalau Panji jadi suami harus lebih banyak syukur” *seseorang itu bilang gak ke Babah? Kalau enggaaaak.. curang!

“Kenapa gak di balik sih Pak? Aku yang bersyukur, Panji yang bersabar gitu!”

“Gak bisa, itu memang sudah kondisinya”

Nah, makanya Bunda mah sabarrrrr.. dari nikah sampai sekarang punya anak 2 gak pernah berbalas tulisannya, hahahaha :p

Tapi, jujurly.. setelah menikah pun kadar syukur Bun jadi bertambah loh bah. Banyak banget hal-hal yang saat single begitu biasa, tapi setelah menikah denganmu, berubah jadi luar biasa yang harus disyukuri. Soal waktu, kesehatan, uang, apapun itu..

Bun masih inget kita pernah dalam kondisi semua atm kosong, di dompet tinggal recehan sisa belanja di indomaret. Akhirnya kita sampai nyari-nyari uang di setiap laci.. berharap ada selipan-selipan uang untuk makan beberapa hari kedepan sampai menunggu payday.

“Bunda, pernah nyelipin uang dimanaa gitu gak?”

“Bunda mah bukan yang tipikal nyelip2in uang gt lah..hahaha”

Sampai akhirnya kita menemukan euro sisa Babah ke Jerman dulu, yang jumlahnya juga hanya beberapa lembar.. pulang dari moneychanger, kita berdua seneeeng banget.. pegang uang totalan 400rb untuk bekal harian beberapa hari kedepan! Hahaha..

dan lalu, gak punya uang itu datang lagi.. “Bun, euro yang dulu udah kita tukerin belum sih?” “Udaaaaah bah” Lalu kita malah tertawa bersama, hahahaha

Ada juga saat kita dapat kabar teman-teman kita yang harus berjauhan dengan anak/istrinya.. betapa kita bersyukur masih bisa satu atap ya bah? Walau atap-nya masih atap kontrakan, semoga Allah kasih kita rezeki halal dan berkah untuk bisa berdiri di atap sendiri, Aamiin :p Dan sekarang setelah di Tangerang, Allah tuliskan kita untuk balik lagi ke Jakarta. Semoga kita selalu berprasangka baik ya sama jalan yang Allah berikan untuk kita, mangaat :9

Belum lagi saat kita marah, kita (sepertinya) sama-sama tahu batasannya. Bunda marah seperti apa (bersihin toiletttt :p) atau Babah marah seperti apa.. Karena dua kali kita pernah dapat tetangga yang aduhai serem banget kelakuannya saat berantem.. kita yang satu dinding sampai ngeri dibuatnya, barang-barang pecah, anak-anak nangis, main pukul..huhuhu.. Tau gak bah, kalau mereka lagi berantem, entah kenapa yang ada di dalam pikiran bun justru bersyukur loh. Beryukur Allah kasih pendamping hidup yang jauh dari kata ringan tangan.. *ini jahat gak sih, tetangga berantem, malah bersyukur yang dipikirin @-@

Dan, yang terakhir soal ilmu. Bun udah minta maaf kan ya kemarin lalu, saat saldo atm hanya datang dan pergi, oh begitu saja (*nyanyi letto).. Bun minta babah apply ke suatu tempat yang sebenernya bukan kamu banget. Tapi, Bun tetep ngotot Babah ikut tes masuknya. Sudah 5x tahapan dan lolos terus, Bun seneng banget.. tapi sekaligus merasa bersalah karena kalau Babah disitu nanti gimana kesukaan Babah di dunia per-riset-an. Tapi babah bilang “gak papa, kita emang lagi butuh uang” Tapiii sampai akhirnya di tes terakhir, saat interviewer bilang kalau nanti kerjaannya bisa tidak sesuai dengan keilmuan Babah, akhirnya Babah tolak🙂, kita sama-sama tau hasilnya. Tapi, kok malah Bun seneng banget ya.. walau atm gak jadi terisi, karena penghasilan kalau babah kerja disitu kan bisa lebih dari 3x lipat dari yang sekarang *hahahaha matre, tapi ternyata memang Babah cinta dunia itu ya? Bunda seneng banget saat Babah bilang “Aku akan tetap disini ya, disini itu belajar tapi digaji loh Bun” Tau gak, behind the scene-nya, Bun ngobrol sama salah satu istri seorang peneliti loh, bagaimana kehidupan awal-awal mereka berumah tangga.. bagaimana cara dia mensupport passion suaminya di dunia riset, dan lain-lain kita obrolin *makasih ya buuuu *salim. Jadi, sejak saat itu, Bunda sadar, Bunda harus jadi orang pertama yang ada di belakang Babah, mendukung sepenuh hati buat passion Babah di dunia per-riset-an *ikatkepala maap yaaa kalau kemaren-kemaren sering bikin pusing kepala soal apply-apply itu  *salim😀

Akhirnyaaa….
Medmilad Bah!
Semoga Allah jadikan Babah imam keluarga yang bisa membawa seluruh makmum ke Surganya! Semoga Allah mudahkan ikhtiar Babah untuk terus mencari ilmu! Dan, semoga Allah kasih keluasan hati menhadapi Bunda dan anak-anakmu ini #eh
Aamiin..

We ♡ you
Bun AmayArsa
Tangerang, 050816

image

One thought on “Babah 28 tahun!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s