Transfer Emosi-Marah

Aada yang pernah memberikan ide cara ‘melampiaskan’ perasaan (kalau tidak boleh dibilang emosi) saat sedang marah, “coba kamu sikat kamar mandi deh cha, aku sih gitu.. kalau lagi marah, aku ke kamar mandi, bikin kinclong.. tenaga terkuras, toilet bersih, dan bisa sejenak me-time lah dari suami dan anak-anak” saat mendengar ‘nasihat’ itu saya malah ketawa-ketawa, hanya bilang “masa gitu sih mbak?” kemudian, saat itu muncul dan saya -dengan sadar- melakukannya.
Menyikat kamar mandi.
Men-transfer energi berlebih yang ada, mengambil nafas sejenak, menjauh dari suami dan anak-anak. Dan yayyyy! saya girang banget saat selesai.. kamar mandi jadi bersih, dan saya jadi lapar. Marah-marah yang tadinya sudah di ujung lidah, terkalahkan oleh rasa lapar. Hey, sarannya boleh juga. Beberapa kali kesempatan saya share dengan teman-teman yang lain, respon mereka sama percis dengan respon saya waktu itu, hahaha. Dan saat ada seseorang yang mencobanya, dan sukses! Marah-marah-pun teralihkan.
Menjadi seorang ibu rumah tangga bukan perkara mudah, saya tau ada prioritas saat marah datang, yang seperti, duduk, berwudhu, sampai sholat. Tapi tidak ada salahnya kan saat kita menemukan cara unik lainnya untuk ber-me-time-ria sambil melakukan pekerjaan rumah tangga pula *baca nyikat wc🙂
Seorang ibu yang dalam posisi marah sepertinya memang bahaya ya? Ada suami dan anak-anak yang salah-salah bisa jadi korban. Padahal belum tentu tepat sasaran. Saya takut banget kalau sampai marah sama anak-anak, teringat suatu perkataan seorang pakar parenting : saat kita membentak/marah kepada anak, ada milyaran sel otak yang kerjanya jadi acak-acakan. Atau bisa jadi penumpukan negative things yang buruk buat masa depannya. ishhh serem lah..
Saat saya sedang dalam posisi sebentar-lagi-marah kepada Amaya, saya berusaha mengingat-ingat betapa Allah baik banget sama saya, Allah kasih Amaya dalam kandungan saya saat kami baru saja menikah, tanpa jeda. Sedangkan tidak satu dua orang yang saya kenal harus menunggu lama rahimnya terisi janin, ada yang 1,2, bahkan 10 tahun, ada! Tuh kan, Allah itu baik banget lah sama saya.. Masak iya, saya mau bentak-bentak Amaya yang kehadirannya berhasil mengubah dunia saya.
Saat saya sedang dalam posisi sebentar-lagi-marah kepada Arsa (iya, anak 17 bulan sudah bikin saya mau bentak dia loh😦 ), saya berusaha mengingat-ingat betapa saat usia dia 6 bulan dalam kandungan, saya begitu takut kelihangan dia karena ketuban yang sudah menetes sebelum waktunya. Betapa saya meminta dan terus berharap Allah kasih keajaiban untuk kandungan ini. Betapa air mata saya terus mengalir saat malam-malam hari di rumah sakit karena dokter bilang harus ikhlas jika pada akhirnya harus keguguran. Tapi.. dengan kuasanya, Allah selamatkan kami berdua. Tuh kan, Allah itu baik banget lah sama saya.. Masak iya, saya mau bentak-bentak Arsa yang kehadirannya berhasil mengubah dunia saya.
Kalau sama suami? Ah skip aja lah ya, hahahaha😀
Semakin kesini saya jadi mulai mudah bersenang-senang, dan bahagia dengan hal-hal kecil. Membersihkan tempat tidur saat pagi hari, dan melihatnya bersih rapih saat saya pulang kantor, jadi bahagia banget. Melihat gayung di kamar mandi berada di atas bak, bukan di dalam bak yang bisa bikin lumutan, saya bahagia. Melihat tempat sampah yang kosong saat malam hari pun bisa bikin mood saya membaik, ah senangnya🙂
eh jadi kesimpulannya apa? postingan ini khusus buat saya pribadi kok, untuk berfikir sejenak.. mengambil nafas perlahan, agar energi marah yang meluap-luap bisa disalurkan ke tempat/benda yang tepat.. bukan anak-anak apalagi suami. Masih banyak hal-hal yang bisa jadi pengingat kalau hidup saya bergelimang nikmat dari Allah kan ya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s