Keep Calm and Stay Rational

Kemarin, saat di ruang laktasi kantor, seorang teman se-sama mama-perah bertanya kepada saya tentang ‘obat’ batuk :
“Mbak, sampai setega apa mbak gak ngasih ‘obat’ batuk ke anak-anak? aku gak kuat lagi mbak.. anakku sudah batuk semingguan..”
“pertimbanganku risk and benefitnya sih vi.. lebih bahaya batuknya atau malah lebih bahaya kandungan ‘obat’nya?”
“tapi anakku, ingusnya sudah hijau bangettt Mbak..”
“kamu, ngarepin ingus anakmu wana apa emangnya? Pink?”
“whahahaha.. si Mbak Icha maaaah.. serius nih..”
lalu mengalirlah bola salju yang saya emban oleh-oleh dari group belajar bersama di milis sehat. milis yang paling saya cintai saat ini, ecieeeeh! Serius deh, menikah dan punya anak mengubah dunia saya. Saya join milis sehat sekitar tahun 2010 kalau gak salah, dikenalin dari Mbak Ary Ratna, sahabat saya di kantor. Awalnya saya malas-malasan, karena toh kondisi kesehatan saya baik-baik saja, dan dulu saya mah tipikal yang super percaya apa kata dokter, apapun yang mereka bilang. Toh mereka sudah kuliah bertahun-tahun, hehehe. Sampai akhirnya negara api menyerang, saya punya suami, dan punya anak, dan punya anak lagi!
Ngubek-ngubek arsip milis sehat menjadi langganan saya di awal pernikahan, dan tidak lama dari itu saya positif hamil. Aw aw aw, antusias banget baca-baca di blog teman-teman yang sharing tentang proses kehamilan. Dari baca blog teman-teman itu saya jadi dapat info-info baru seputar dunia per-dokter-an, ternya ada istilah dokter pro-normal (berarti ada yang pro-gak-normal ya, hehehe), ada juga istilah dokter pro-asi, wah harus belanja dokter ini mah. Nah di milis sehat lah saya belajar dari smart parents (panggilan untuk member disana) tentang apa-apa saja yang harus dipersiapkan saat mau bertemu seorang dokter, bacaan-bacaan apa saja yang sebaiknya kita lahap dahulu sebelum bertemu dokter, bagaimana kita membuka komunikasi dengan dokterpun dibahas di milis oleh smart parents dan dokter-dokter disana. Ah, blessing banget. Perasaan bawa bekal saat mau ke dokter itu asik banget lah.. beberapa kali saya dituduh sebagai perawat/bidan/dokter oleh dokter yang memeriksa saya.
Dari milis sehat lah saya belajar kalau kondisi pasien dan dokter itu setara kok, tidak ada yang lebih tinggi dan lebih rendah. Jadi, hayuk.. kita belajar. Apalagi saat-saat anak sakit. Kata Bunda Wati (founder milis sehat) seperti ini :
“Sesungguhnya, dokter pertama untuk anak kalian itu ya kalian sendiri, para orang tua, khususnya Ibu, jadi ayo belajar biar anak-anak kalian punya dokter yang pinter! jangan males! Jangan ngerasa sudah pinter!”
Ah, love you banget Bunda Wati.. semoga Allah kasih kesehatan buat dokter ya. Saya pun masih inget saat di acara Pesat, Dokter Wati bilang soal penyakit langganan anak itu : demam, batuk, pilek, khatamin bab itu deh. Lainnnya baca juga soal imunisasi, diare, dan soal penggunaan obat yang rasional. Kami diajaricara mengecek kandungan suatu obat apakah itu memang sesuai dengan kondisi si pasien, atau malah gak perlu? Apakah aman dikonsumi oleh anak kecil, ibu hamil, atau ibu menyusui? nah mudah-mudahan saya dapat ilham buat nulis ini di postingan tersendiri, hehe. Eh kenapa sih harus ngecek-ngecek obat segala? Yaaa.. dokter juga kan manusia ya, bisa aja lah kejadian ngeresepin obat yang gak sesuai dengan kebutuhan kita.. dokter kan bisa khilaf juga yašŸ™‚

“Dokter Wati iniĀ dokter spesialis anakĀ danĀ konsultanĀ subĀ spesialisĀ gastrohepatologiĀ anak loh, hitung sendiri berapa lama sekolahnya, masak ketemu pasien cuman batuk-pilek-demam aja.. itu mah tangani sendiri lah sama kalian orang tuanya, gak usah ke dokter Wati”

Ā 
Dan dari pengalaman anak pertama, saya jadi melihat polanya, kalau memaaang batuk pilek demam-lah yang mendominasi catatan kesehatan anak. Hoya, satu lagi soal berat badan anak #ehhh. Akhirnya saya jadi makiiiin semangat baca-baca di milis sehat, dan beberapa web rekomendasi lainnya, baca berkali-kali buku dokter wati yang judulnya Q & A Smart Parents for Healthy Children (ini bukunya sudah langka bangettttt) Apalagi anak kedua saya sekarang setiap hari di Daycare, macam-macam virus bergentanyangan disana, hehe.. harus setrooooong Bundanya ngadepin terpaan virus ini itu.
cover-buku

Buku langka Dokter Wati

Ā 
Semakin kesini saya jadi paham apa gunanya tetap waras alias tetap rasional saat anak -sekedar- batuk pilek, apa sih pentingnya? Penting banget ternyata.. belajar untuk tetap rasional akan memengaruhi pola pikir kita sebagai orang tua kedepannya. Perjalanan masih panjaaaang. Dan batuk pilek mah remahan rengginang aja.. kedepannya ada hal-hal yang lebih besar dari itu semua. Bukan melulu rasional dan waras menghadapi soal penyakit saja, tapi lebih luas dari itu, perilaku anak lainnya. Rasional juga berhubungan dengan sabar.. jadi sama sekali gak ada salahnya untuk belajar rasioanl untuk memetik hasil yang manis saat mereka dewasa kelak.Ā 
Ā 
Hoya, sadar atau tidak, children see children do. Percaya gak? Perilaku panikan kita saat mereka -sekedar-batuk akan terpola di otak mereka, dan mereka akan mengikuti. Hayoo..hati-hati. Bicarakan dengan anak apa-apa yang mereka akan hadapi selama sakit. Walau tidak selalu berhasil, setidaknya kita sudah mencoba. So, keep calm & stay rationalšŸ˜€

9 thoughts on “Keep Calm and Stay Rational

  1. hai mbak Eli dan Mbak Insiana Putri, untuk join milis sehat gampang banget.. Buka web nya di http://www.milissehat.web.id/ lalu lihat di bagian kanan, ada tulisan “join milis sehat” tinggal masukkan email yahoo ke kotak yang tersedia, dan voilaaa.. tunggu admin untuk mengapprove nya.. Selamat belajaršŸ™‚

    • Hai Mbak Inayah, saya beli di Gramedia sih tahun 2012 dulu.. coba cari online aja dulu Mbak, tapi kalau di Jakarta kayaknya di Markas Sehat yang di Ragunan masih ada stoknya. Happy huntingšŸ™‚

  2. salam kenal Mba Icha, saya juga member milis sehatšŸ™‚
    Oh iya buku “Q&A” dan “Bayiku Anannku” biasanya dijual pada saat PESAT Program Edukasi Kesehatan Anak untuk Orang Tua), jadi kalau ada pengumuman PESAT coba deh datang ke venue-nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s