Put yourself in their shoes!

Suatu waktu seorang ibu bilang (intinya) seperti ini : jaman sekarang, orang lain sering banget ngedikte lo harus gini, lo gak boleh itu. Anak lo mesti ini, jangan itu. Seakan-akan mereka lebih tau segala-galanya. Jauuuh lebih tau daripada lo sendiri.

Saya langsung mengangguk tanda setuju. Disadari atau tidak, sekitar saya memang seringkali kondisinya seperti itu. Baik dunia nyata, lebih-lebih dunia maya. Mungkin pula saya jadi salah satu pelakunya. Istigfar dulu.. Walaupun misal, niatnya baik.. niatnya perhatian, katakanlah berbagi ilmu pengetahuan..tapi rasa-rasanya malah menggurui tanpa diminta. Sejak ibu itu kasih pencerahan seperti itu, saya sebenernya lebih kalem. Santai menanggapi orang yang curhat tentang anaknya, walau hati sudah nyeletuk “duh itu gak EBM banget deh” tapi saya mencoba menahan diri dari bersikap sotoy yang langsung menghakimi orang tersebut. Lain ceritanya kalau dia meminta saya sharing pengalaman. Baru deh saya mencoba sharing.. tapi kalau tujuannya cuman curhat, yasudah dengarkan saja..

Pernah suatu ketika saya ‘dihakimi’ menjadi ibu yang tega membawa anak setiap hari ke daycare di kantor. Dibilang saya gak sayang anak, terlalu mikirin duit karena masih kekeuh untuk bekerja, dibilang jg kalau saya dan suami salah ngontrak di tangerang, kenapa gak di jakarta aja katanya, dan kesotoyan lainnya. Dan si-empunya pikiran seringkali membahasnya dengan orang lain. Ya Allah.. malamnya saya menangis, sedih sekaligus heran sama orang itu. Kenal baru beberapa bulan, gak dekat secara personal tapi bisa-bisanya bilang seperti itu.

Makanya saya suka banget dengan quote put yourself in their shoes. Duh, kita (saya) mah siapa atuh.. gak paham kondisi orang lain secara keseluruhan. Bisa ngambil kesimpulan hanya dari kulitnya saja. Makanya saya mulai menahan diri deh dari rasa sotoy bin kepo yang kayaknya lebih banyak mudharatnya buat saya dan atau orang lain.

Saya hilangkan prasangka saya saat ada yg bilang untuk skrinning zat besi (ADB) utk anak 1th yang harganya 1jutaan itu mahal banget, padahal beberapa waktu yang lalu dia cerita beli sepatu merek K*******S yang hargnya juga hampir segitu. Oh ya mungkin dia memang butuh sepatu super nyaman kali ya.. mungkin dia ngasih anaknya asupan tinggi besi kali ya.. saya ogah komen kenapa gak mau skrining ADB ke ybs, lain halnya kalau ybs interest tanya-tanya tentang ADB ke saya. Saya akan super semangat ngerekomendasikan untuk beliau cek zat besi anaknya.

Bukan, bukan jadi apatis sama sekitar. Tapi mencoba bicara hanya yang bermanfaat dan menghindari perdebatan dan obrolan yang sia-sia saja. Minggu lalu ada yang bilang sama saya kalau dia kasian liat Arsa sering batuk. Saya bilang itu batuk biasa kok. Dia bilang itu batuknya bisa jadi ASMA dan bronkitis (?) , itu kata DSAnya. Nah saya sudahi obrolan itu dengan senyum saja. Karena tipikal orangnya sudah kekeuh sama pendapatnya. Saya mundurkan niat saya menggulirkan bola salju dari milis sehat tentang common cold. Saya urunkan niat kasih info tentang acara Pesatnya milis sehat. Karena nanti jadi panjaaaang..hehe


postingan ini ditulis diperjalanan menuju kantor. Jkt, 27/08/15.

One thought on “Put yourself in their shoes!

  1. Setuju banget Mbak. Saya juga berusaha ngurangin sharing kalo ga diminta dan klo di blog ya saya tulis pengalaman saja. Btw kita tetanggan ya Mbak. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s