Hidup (woles aja bro :p)

Sepertinya saya (atau kami ya) masih jetlag dengan kondisi saat ini. Saya masih suka membuka hari dengan menghembuskan nafas perlahan, ah ya hari ini dimulai lagi. Bukan hari-hari yang mudah untuk kami (saya terutama). Ada pengorbanan waktu, materi, perasaan, emosi yang harus terus diatur karena diluar ada banyak orang-orang yang karena ketidaktahuannya harus ikut ‘mengurusi’ kehidupan kami. Pernah saya bilang sama suami “si A ngomong aku gini gitu gini gitu, sok tauuu bangeeeet dia itu, kenal juga enggak” Pak Suami cuman nanggepin “selama masih hidup, ya selalu aja ada yang ngomongin, santai aja sih” Yes, hidup kami saat ini memang tak se-sederhana sebelumnya, tapi ah saya yakin, bahkan yakin banget akan ada hikmah setelahnya.

Dan memori saya kembali di tahun 2010 lalu. Ada apa ya? April 2010 saya diantar oleh Mbak Irma (sebut merek teman kantor) ke salah satu Rumah Sakit Swasta di kawasan Jakarta Pusat untuk bertemu dengan dokter Onkologi. Iya Onkologi, yang ngurus-ngurusin orang kena kanker itu loh. Sudah 6 bulan saya merasa sakit di salah satu PD, kalau di raba dengan gaya “sadari” memang terasa ada benjolan. Maju mundur awalnya, tapi alhamdulillah akhirnya berani juga. Pagi ke RS untuk di USG, sore harinya saya mengambil hasilnya : positif ada kista dan FAM di kedua PD. (untuk mengetahui tentang FAM, sila cek : http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/fibroadenoma/basics/definition/con-20032223) Allahuakbar. Saya langsung menangis saat itu. Follow up dari itu saya ke RSCM, kesimpulannya memang harus di operasi, karena jumlah kista dan FAMnya bukan hanya satu dua tapi ada 4 titik. wow banget rasanya. Saat itu yang tahu hanya Mbak Irma dan Kakak Ipar saya. Sama sekali saya tidak memberitahukan Orang Tua dan siapapun. Operasi masih bisa ditunda karena massa benjolan masih tergolong kecil. Saya pun mulai bergabung di forum-forum kesehatan khususnya kanker dan teman-temannya. Jujur saja untuk operasi saya masih sangaaaat takut. Duh gak kebayang gitu dibelek-belek pake pisau operasi, hihihi. di 2011 ada teman kantor yang juga punya Kista di PD bercerita kalau dia berobat ke jalur alternatif, di Cirebon. Singkat cerita pergilah saya ke Cirebon ditemani Mbak Yuni yang orang Cirebon asli. Disana saya dipijit kakinya, terus si Bapak itu bilang kalau saya ada Kista segini dan FAM segitu, percis sama dengan hasil USG loh, keren ya. Saya dioleh-olehi daun-daunan yang harus diminum rutin selama 1 bulan. Setelah 1 bulan saya cek, ternyata massa kista dan FAMnya membesar :(( Akhirnya saya stop aja, mungkin bukan jodohnya deh pake alternatif gitu😛 Saya sudah pasrah ajah deh dengan kista dan FAM ini, sambil menabung receh-receh untuk biaya operasi kelak. Penyakit ini sudah tidak pernah saya pikirkan, kecuali kalau lagi kambuh sakitnya (terutama saat mau-dan-sedang menstruasi).

Lupa runtutan sejarahnya bagaimana, tiba-tiba saya berkunjung ke Edwar dikomporin oleh Mbananay yang baru aja bekerja disana. Saya ‘pasien’ yang cukup nakal, datang diselipin, daftar di daftarin oleh ‘orang dalem’😛. Saya dan Mbananay pernah sama-sama kuliah di UI dulu. Bedanya saya gak menyelesaikan studi, kalau Mbananay lulus sampai sarjana. Kami satu fakultas, waktu itu, tapi tidak saling kenal sebenernya. Yang saya tahu, Mbananay teman dekat Tehana yang kakak kelas saya saat SMA dulu (dan juga satu-fakultas) Daaaan ikhtiar menyelesaikan si kista dan FAM ini pun berlanjut dengan ilmu fisika medis yang di-riset sama orang-orang pinter di Edwar itu. Qadarullah kista dan FAM saya semakin hari-semakin mengecil massa dan jumlahnya (ada 6 titik awalnya). Mulai di Bulan Juni 2012 dan di Agustus 2012 progressnya bagus banget, tinggal 10% kalau gak salah ingat. Senanglah si saya. Dan eng ing eng, tetiba salah satu founder Edwar mengenalkan saya dengan anak risetnya. Sebut saja namanya Panji. Kenalanlah kami di salah satu Masjid di Jakarta Pusat di awal Ramadhan tahun itu. Hasil dari kenalannya apa? Alhamdulillah menikah kami di Desember 2012, dan sekarang Mei 2015 kami sudah ber-empat. Saya, Pak Panji, Amaya dan Arsa. Alhamdulillah. Ah yaaa.. dari yang awalnya saya kutuki, kenapaaaa saya kena kista dan FAM double sekaligus, nangis-nangis heboh, hopeless, pasrah ternyata hikmahnya itu jadi jalan bertemunya saya dengan sang jodoh :p #malumalu.

20150506_075608 20150502_165312 20150503_085137

Tuh kan, segala sesuatu pastiiii ada hikmahnya, karena Allah itu kalau merancang kehidupan manusia sudahlah sebaik-baiknya. Insyaallah. Tinggal ikhtiar maksimal, berdoa, tawakal. Bismillah🙂 #senyumduluBunda. Kalau kata Pak Supir jemputan saya mah : woles aja bro!😛

3 thoughts on “Hidup (woles aja bro :p)

  1. Cara Allah memang sangat unik ya, mengajak hamba-Nya becanda dulu dengan segala bentuk ujian.
    Dan memang segala ketentuan-Nya tidak ada yang sia-sia, semuanya mengandung hikmah.

  2. Pingback: Tadabbur Quran #1: Musibah Itu Baik | heningbanget

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s