saat cinta bertepuk sebelah tangan

Saya gak tau rasanya ditolak saat melamar pekerjaan, karena qadarullah sekolah saya ikatan dinas dengan salah satu institusi pemerintahan. Pun saya gak tau rasanya ditolak saat ‘nembak’ seseorang untuk dijadikan pacar, karena sama sekali gak pernah pacaran apalagi nembak orang. Tapi, mendadak di umur 26tahun ini saya ditolak mentah-mentah oleh seorang bocah kecil. Umurnya belum genap 1,5tahun saat ini. Kami pernah menjalani masa hanya berdua saja, tepat 9 bulan 3 jam lamanya. Lalu setelah itu, berdatanganlah orang-orang lain dalam kehidupan kami berdua. Kadang, beberapa orang membuat kami atau salah satu dari kami merasa tak nyaman. Tentu saja, saya yang paling besar rasa cemburunya. Saya gak tau seberapa besar rasa cemburunya, yang saya tau (dulu) dia seringkali menangis saat saya pamit untu pergi ke dunia nyata. Pun dengan rasa cinta, saya meng-claim sayalah yang lebih cinta, karna saya gak tau seberapa besar cintanya untuk saya. Yang saya tau, dia tidak bisa beristirahat saat bulan sudah tiba, jika saya belum ada di sampingnya. Kami bersama-sama membaca doa sebelum tidur, ayat kursi, dan tiga surat terakhir dalam alquran. Jangan tanya saat langit jumat sudah jingga, mood saya akan berlipat-lipat berubah bahagia. Akan ada beberapa puluh jam dengan si dia. Dapur yang kotor, rumah berantakan dengan mainan dan makanan tak mengapa, semua terbayar dengan senyum dan tawa riangnya. Lain halnya jika bulan di hari minggu perlahan muncul, saya mulai gelisah membayangkan bagaimana matahari esok tiba dengan cepatnya. Dia yang giginya belum lengkap, mampu membuat saya mendadak semangat belajar untuk menjadi dokter terbaik untuknya. Berusaha menjadi seorang yang paling rasional untuknya dalam segala kondisi. Karna saat kondisinya melemah, banyak orang-orang yang goyah tingkah lakunya. Menjadi over-treatment untuknya, dan kadang mencaci saya dengan kata-katanya. Ya kan, terlihat kan saya yang lebih cinta?

Lalu, Allah berkehendak lain di oktober lalu. Saya harus berpisah sementara dengan si dia, demi mempertahankan nyawa makhluk lainnya. Cairan cinta yang selama 13bulan saya berikan untuknya mendadak terhenti-tanpa cinta. Dia terpaksa tidur tanpa saya, tanpa ritual pegang-pegang rambut saya, tepat di 13bulan hidupnya untuk pertama kalinya harus tidur dengan orang lain. Maaf ya cinta. Sejak saat itu pula, dia harus membiasakan diri tanpa saya disetengah harinya. Pun begitu juga saya. 2 bulan bukan waktu yang singkat untuk bisa mengubah banyak hal. Saat ini, 2 bulan kemarin adalah yang terberat untuk saya. Dan, mungkin gak ada seorangpun yang paham apa yang saya rasakan selama 2 bulan itu. Termasuk lelaki saya. Sedih, khawatir, cemas, takut, banyak harap, banyak doa, semua campur jadi satu. Ujungnya hanya air mata.

Dan, puncaknya saat Allah kehendaki kepada kami seorang makhluk penuh cinta lainnya, dia yang selama 2 bulan berpisah dengan saya akhirnya hanya menatap wajah saya dan saudaranya sebentar. Lalu minta ambil orang lain. Jangan tanya apa dia masih mau mencium saya. Jangan tanya apa dia masih lahap kalau saya menyuapinya makan. Jangan tanya apa dia nyaman tidur disamping saya yang tiba-tiba menghilang begitu saja selama 2 bulan kemarin. Jangan tanya apa dia bisa ditinggal berdua saja dengan saya. Hati saya hancur saat tau semua jawabannya.

Kata seorang sahabat, kondisi akan normal di bulan ke-6 umur saudaranya. Apa iya? Yang bisa saya lakukan hanya berusaha betuk untuk pendekatan dengannya, meski ditolak berkali-kali. Saya juga tetap berdoa, Allah kan yang menggenggam hati semua makhluknya. Termasuk hati si kecil yang sekarang sudah jadi kakak..

I love you so much, Kakak Amaya ♥

Love,
Bunda

2 thoughts on “saat cinta bertepuk sebelah tangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s