Nursing While Pregnant

Saya baru mengetahui istilah Nursing While Pregnant atau biasa disebut NWP tentu saja setelah menikah dan (alhamdulillah langsung) hamil saat tahun lalu. Sekedar tau, dan melewati begitu saja saat ada bahasannya di milist sehat. Kurang penting kali ya waktu itu mikirnya, hehe. Sekedar tau itu yang menyebabkan pikiran saya menganggap enteng tentang NWP ini, apa susahnya sih? Mirip-mirip saat saya belum punya anak, dan di medsos mulai heboh tentang dunia menyusui. Waktu itu mikirnya, apa susahnya menyusui sih? Heboooh banget itu emak-emak di medsos. *plis jangan digetok*

Mungkin Allah ingin saya learning by doing kali ya, eh Qadarullah ini.. perjalanan rumah tangga kami berjalan sangat cepat, whuss whuss.. setelah melahirkan Aya di September 2013, di bulan April 2014 saya positif hamil. Alhamdulillah.. harus bersyukur kan? Harus dooong🙂 *senyum dulu sama diri sendiri* Range waktu dari September-April bukan masa-masa yang mudah kami lewati. Menjadi orang tua fresh gini, walau segala ilmu sebatas teori bertebaran di mana-mana, teteup yaa.. punya anak itu rasanya.. Masyaallah🙂 dimulai dari saat-saat menyenangkan menjelang persalinan, masa-masa PD bengkak sampai bikin demam dan harus di pijat kompres, setiap pijatan menghasilakn tetesan air mata.. jangan tanya perihnya :’), ASI lancar, selesai? oh tentu belum.. ternyata Pumping dengan tangan tak semudah yang diliat, lanjut dengan pemberian ASIP dengan dengan media sendok dan drama Amaya yang selalu mau ASIP FRESH.. Masyaallah indah banget kalau diinget dan ditulis gini😀 *berasa gampang*

Jadi, positif hamil (lagi) nih? Iya🙂

Awalnya sempet nangis sambil peluk-peluk Aya yang waktu itu lagi kena Common Cold, atau baru mikir alesan gak mau KB karena takut itu kok konyol banget. Belum lagi pikiran, siapa yang bantu momong adiknya Aya, atau karena sampai sekarang masih tinggal di kontrakan 1 pintu ini, nanti gimana punya anak dua? Tapi eh, Allah kan memberikan sesuatu sesuai dengan kadar kualitas Hamba nya ya? sesuai dengan berapa berat pundak si makhluk kan? lagipula, Allah pun janji berkali-kali kok kalau suatu perkara itu diturunkan sepaket, masalah dan solusi, kesusahan dan kemudahan. Aih.. Allah itu Maha Sempurna. Jadi ini program gagal KB Kalender gitu? Atau unplanned pregnancy? Ya enggak doong, Allah mana pernah bikin rencana yang salah ya sayaang🙂 *kasih senyum lagi*

Bagaimana rasanya NWP?

Oke, kita mulai beberapa fakta yang saya alami sendiri ya, mungkin beberapa mama-NWP berbeda pengalaman.

1. Hasil pumping

Bertambah? Tetap? Berkurang? yang ketiga jawabannya. Saya menyadari kalau-sepertinya- saya hamil dari sini, kok semakin hari semakin berkurang hasil pumping oleh-oleh dari kantor ya? selama Amaya 2-6 bulan, hasil perah saya cenderung stabil, 3-4x pumping sekitar 600-650ml/hari. Namun, sekitar awal April terus menurun. Saat baru test-pack, dan positif akhirnya saya memilih konsultasi dengan dokter Ian, cerita lengkap ada disini. Daaaan, drama penurunan kuantitas perah semakin menjadi. Dari mulai 200ml/sesi, 150ml/sesi, 100ml/sesi…..sampai tanggal 1 September kemarin hasil pumping saya seharian adalah : 10ml🙂 Sedih? Pastinya.. Tapi Allah punya rencana lain. Setelah sebelum-sebelumnya saya beberapa kali mendonorkan ASIP saya ke seorang Sahabat di Serang karena Amaya kan gak mau minum ASIP kalau gak Fresh alias baru, eh Qadarullah setelah saya positif hamil, dan hasil pumping terus defisit, Amaya akhirnya mau minum stok ASIP saat mulai MPASI. Allahuakbar! Allah mudahkan kami.. Aya full ASI sampai usia 1 tahun di 6 September 2014 kemarin. Menangis saya dibuatnya. Sejak hamil, setiap malam saat Aya menyusu langsung, saya usap kepalanya, saya bisikkan pelan-pelan: “Aya.. Aya.. berdoa bareng-bareng ya, semoga Allah memberikan rizki berupa ASI buat Aya paling enggak sampai 1 tahun..” every night :’). Jadiii ibu-ibu, kalau merencanakan NWP, salah satu tipsnya : Kumpulkan Stok ASIP sebanyaaaak-banyaknya ya, biar lebih tenang🙂

lastasip

2. Sensitivitas

Apanya yang sensi? Banyaaak.. kata Dokter Ian, hormon menyusui dan hormon kehamilan banyak yang bekerja berkebalikan. Jadi kebayang kan, yang satu ke utara, yang satu ke selatan.. dan ini ngaruh banget sama kondisi psikologis ibu yang menyusui sekaligus hamil. Apalagi awal-awal, rasanya semua salah, rasanya semua hal berantakan, rasanyaaaa.. tapi semakin kesini, semakin bisa mengontrol si-rasa-rasa itu lah ya🙂 Hoya, selain perasaan yang bertambah sensitif, sepasang nipple yang ibu-berNWP miliki juga semakin sensitif. Jadi, beberapa kali saat sesi menyusui Aya saya sambil menutup mata, dan jika tidak tahan akhirnya nangis juga..tanpa suara. Karena, yes.. menyusui saat hamil itu kalau tidak boleh dibilang sakit, yaa kurang nyaman kali ya. Apalagi di Usia Aya 8bulan, giginya (alhamdulillah) sudah 6. Kebayang kan, kalau Aya (gak sengaja) gigit-gigit nipple itu? Begitu juga sesi pumping di kantor, rasanya tidak seperti normal. Sedikit nyeri-nyeri setiap tarikannya >.<

3. Asupan Kalsium

Berdasarkan diskusi dengan Dokter Ian, saya disarankan untuk mengkonsumsi skimmed milk karena kadar kalsium yang tinggi tapi low fat. Kenapa mesti? Karena ibu yang NWP itu butuh double triple asupan kalsium. Untuk si janin, si kakak, dan ibu itu sendiri. Kekurangan kalsium banyak negatifnya. Sayangnya saya sudah berusaha minum susu skim itu, tapi tubuh menolak, dikeluarin lagi. Sampai akhirnya, pas usia kandungan 3 bulan, saat menggosok gigi.. gigi saya patah *doh*, jadiii ibu-ibu yang niat NWP.. asupan kalsiumnya diperhatikan baik-baik yaaa😉

4. Dokter Pro-NWP

Awal-awal hamil, saya sering kali browsing mencari dokter kandungan yang pro-NWP, karena banyaaak sekali yang kontra. Gugling deh. Alhamdulillah, so far cek ke Dokter Helmina di RSI Cempaka Putih (icip-icip ganti dokter kandungan, eh ternyata cocok) beliau pro-NWP, tentu aja dengan beberapa ceklis yang harus dipenuhi yaaa :

a. Saat menyusui tidak terjadi kontraksi, atau perut tegang, kalau iya hentikan menyusui dulu. Yes, menyusui merangsang hormon oksitosin yang bekerja.. dan bisa menimbulkan kontraksi.

b. Tidak ada riwayat keguguran, pendarahan, atau bayi lahir prematur pada kehamilan sebelumnya.

c. Perkembangan janin normal, bertambah panjang dan beratnya.

5. Another story

Untuk kebutuhan nutrisi urutan prioritasnya seperti ini : Janin – Kakak – Ibu. Jadi, jangan takut si janin tidak terpenuhi nutrisnya karena diambil si kakak yang sudah MPASI ya🙂. Ibu NWP (mestinya) makan lebih bergizi dan (biasanya) bertambah porsi makannya. Tapi beda dengan saya, di awal-awal hamil susaaah banget rasanya mau makan, walhasil berat badan terus berkurang, dan ini sudah 24 weeks tapi berat badan saya masih minus 1kilo dari sebelum hamil😦 Btw, saya tidak mempublish tentang kehamilan ini ke banyak teman dan keluarga. Bahkan ibu mertua saya baru tau saya hamil bulan lalu, ini demi menghindari asupan negatif yang banyak beredar untuk stop menyusui Aya kalau hamil, Alhamdulillah sampai sekarang Aya masih semangat nenen🙂 . Saya males denger yang seperti itu.. makanya diem-diem dulu, lah ini BB belum naik.. gak akan ada yg nyangka saya hamil, di metromini  juga gak ditawari duduk kok :p

6. Tandem nursing?

Yes or not? Wallahualam.. lagi-lagi nantinya saya manut sama rencana Allah. Kalau ditanya keinginan, saya super ingiiiin sekali bisa menyelesaikan misi menyusui Aya sampai minimal 2 tahun. Tapi.. gimana nantinya, gimana caranya, gimana kondisinya biar kita liat kemudahan-kemudahan yang Allah berikan ya, insyaallah🙂

lagi-lagiii mesti percaya janji-janji Allah :’)

Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri, Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (QS : al-‘Ankabuut ayat 60)

Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan baginya jalan keluar (dalam semua masalah yang dihadapinya), dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka (QS ath-Thalaaq ayat 2-3)

Banyak doa yang terucap sejauh ini, banyak pinta atas kelemahan diri ini, banyak harap untuk banyak hal, semoga doa-doa kami terus menembus langit🙂

amaya

5 thoughts on “Nursing While Pregnant

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s