Menyikapi Pemblokiran Situs Video “Vimeo”

“Kalau Anda sendiri tidak mampu menyetop pornografi, ya jangan sibuk mencemooh mereka yang telah berusaha keras menyetopnya, padahal mereka berjuang keras menyamakan pemahaman tentang pornografi dengan berbagai situs di dunia agar sama pemahaman dengan UU Pornografi di Indonesia.”

heran dengan beberapa makhluk yang hobbi nge-bully Pak Tif, seolah dirinya jauuuh lebih baik..

Iwan Yuliyanto

Bismillah …

Pengguna internet di Indonesia dalam minggu ini dikejutkan dengan terblokirnya situs video sharing Vimeo. Banyak netter mempertanyakan kebijakan tersebut. Pasalnya, Vimeo selama ini dikenal bukan sebagai situs porno, melainkan lebih sekadar situs berbagi video, sama seperti Youtube, yang bersifat UGC (user generated content) atau konten yang dikirim dan dilihat pengguna.

Pemblokiran dilakukan oleh Telkom atas perintah Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo). Menurut Indra Utoyo, Director IT Solutions & Strategic Portfolio Telkom, melalui akun twitternya [Twit 1], hal ini sebagai tindak lanjut dari surat admin Trust+ Kominfo kepada seluruh ISP (Internet Service Privider) tanggal 9 Mei 2014. Indra pun memperlihatkan sebagian daftar situs terlarang yang diminta Trust+ Kominfo untuk diblokir, dimana dalam daftar itu memang benar terdapat situs Vimeo. [Twit 2].

View original post 2,478 more words

3 thoughts on “Menyikapi Pemblokiran Situs Video “Vimeo”

  1. Situs-situs berbagi video yg base nya di luar negeri banyak yang beda pemahaman tentang pornografi dg kita. Mereka menganggap ketelanjangan tanpa adegan sex itu dianggap bukan pornografi, hanya sebatas seni. Sedangkan pornografi menurut mereka adalah yg eksplisit melakukan kegiatan seksual. Sangat aneh.

    Kita berjuang keras mengatakan bahwa itu sama saja dg pornografi. Kita harus ikut campur dalam penyelarasan Term of Service situs mereka, sebab situs mereka menembus batas ruang-ruang keluarga di Indonesia. Ini sama saja dg perjuangan dakwah yg levelnya internasional. Selain Vimeo, ada situs2 besar yg di-block karena beda pemahaman ttg pornografi.

    Sayangnya banyak masyarakat kita yg tidak memahami alasan utama itu. Malah sibuk mem-bully.

    • Wah Pak Iwan, maaf belum izin share, baru nge-rate aja.. makasih untuk ulasan komplitnya Pak.. Sengaja saya re-blog karena beberapa teman di lingkungan saya hobi banget ngebully beliau.. wallahualam..

      • Gak papa, bebas saja, gak perlu ijin🙂

        Ketidakmampuan mereka memahami kebijakan Kemkominfo adalah karena dipicu oleh pemberitaan media yg bias, atau pengaruh informasi dari twitter / FB teman-temannya yg tendensius. Sehingga alasan utama sebenarnya mengalami pengaburan di mata mereka. Coba kalau mereka menyadari apa yg menjadi alasan utama pasti akan maklum.
        Ini masalah harga diri bangsa, masak negara lain menjejalkan pemahaman yg keliru ttg pornografi kpd negeri ini, trus kita main terima aja.

        Semoga beliau istiqomah dg kebijakannya demi menyelamatkan penerus generasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s