Catatan Dokter Fahrian Sakinah

Saya mengenal Dokter Fahrian Sakinah (perempuan), biasa disapa dengan Dokter Ian, dari Mbak Dian di salah satu Group Whatsapp yang saya ikuti. Sebut saja Bulil Ladies. Layaknya wadah sharing para wanita, isinya seputar dunia keluarga sehari-hari. Nyaris gak pernah ada habis topik perbincangan kami. Dari mulai Hamil yang isinya ngidam, rekomendasi dokter kandungan yang oke, sembelit saat hamil, mual, sensi sama suami, sensi sama mertua, belanjaan buat bayi, vaksin, dll. Anaknya lahir, bahas lagi, tentang ASI, ASIP, pengasuh, working mom, stay at home-mom, MPASI, dokter anak, jenis-jenis KB, manajemen waktu dengan anak dan suami, dll. Anak udah toddler lain lagi bahasannya, sibligs rival, GTM, manajemen emosi, belanja baju kiddos dimana, sampee diskon diapers. Atau lainnya, kaya resep masakan, saling sharing online shop langganan, sikit-sikit bahas tentang landasan agama. Nah, back to topic, Mba Dian ‘Bulil Ladies’ lah yang mengenalkan saya dengan nama Dokter Fahrian Sakinah.

Mbak Dian biasa imunisasi Mily & Farel di Dokter Ian. Biasanya Ibu-Ibu Muda banyak yang memlih dokter dengan beberapa pertimbangan ya, salah satunya dokter yang mau mengedukasi pasiennya. Bukan sekedar datang, suntik/tetes, pulang sambil dipesenin dua bulan lagi balik ya, buat vaksin lanjutan. Gak, gak kayak gitu yang oke. Saya biasa membawa Amaya ke Markas Sehat di kawasan Mampang, alasannya merasa cocok dengan dokter-dokter disana. Setiap mau vaksin, semua di cek : mata, kulit, mulut, telinga, nafas, refleks, dan di stimulus beberapa kegiatan. Diterangin juga via chart-nya WHO, Amaya ada di range apa, normalnya seperti apa, anjuran bulan kedepannya seperti apa, MPASInya kayak gimana, semuaaa di bahas di Markas Sehat. Minusnya, lokasi Markas Sehat dari rumah kami di Saharjo lumayan jauh, macetnya itu looh.. dan biaya yang dikeluarkan di sana memang agak lebih mahal ketimbang di tempat lain🙂

Sampai akhirnya, iseng plus penasaran-lah sama Dokter Ian ini, tanya Mbak Dian eh biaya konsulnya 75ribu sajah, yasudah berangkatlah saya di jam istirahat kantor ke rumah Dokter Ian sekalian mau ada yang dikonsultasikan🙂. Rumah Dokter Ian mudah ditemukan, ada di Jalan Murtadho, daerah Pramuka, kalau dari arah senen, belok kiri di prempatan lampu merah matraman, gang-nya ada setelah pom-bensin, deket dengan fly over matraman. Dari Gang murtadho itu jalan lurus aja sampai mentok, lalu belok kanan. Nanti ada plank Dokter Fahrian di sebelah kanan. Kami (saya dan Mba Ary) janjian jam 13.00, tapi memang kami datang lebih awal, 12.30, akhirnya menunggu beberapa menit barulah kami dipersilahkan masuk ke ruang praktek. Dokter Ian masih muda, lulusan FKUI 99, berjilbab rapih.  Kondisi ruang prakteknya memang seperti ruang praktek buat bocah, ada banyak mainan, dan tempat tidur yang dilengkapi dengan tangga. Dimulailah obrolan kami. Awalnya saya konsultasi tentang ASIP yang selama dua pekan ini berkurang kuantitasnya. Eh tapi dokternya asik banget.. jadilah perbincangan melebar kemana-mana. Bahas segala macem hormon selama menyusui dan hamil, bahas KB spiral, bahas tentang susu skimmed, MPASI, KB Kalender, BPJS, kenapa vaksin varisela jadi langka, bahas SPOG yang oke, tentang keguguran pun kami bahas. Wuiiih gak berasa sampai 1,5jam ngobrolnya. 

So far Dokter Ian memang oke, seperti yang diomongin Mbak Dian. Beliau bilang memang sengaja belum daftar untuk masuk jadi dokter BPJS, karena takut banyak pasien. Pasien dokter Ian memang terbatas, bahkan tetanggnya aja jarang ke dokter Ian, karena seringkali datang dapat nasihat, bukan dapat resep yang harus ditebus di apotik, hehe. Dokter Ian bilang memang membatasi jumlah pasiennya maksimal 10 orang setiap harinya, biar bisa banyak ngobrol dan edukasi ke pasien lancar. Biar bisa jadi semacam family doctor gitu. Asiknya sama Dokter Ian, beliau kasih nomer HP yang bisa BBM atau Whatsapp, jadi katanya kalau mau konsul via online/telpon aja dulu, kalau memang perlu baru dateng ke rumah. Asiknyaaa😀

Beberapa catatan oleh-oleh dari Dokter Ian :

– Hormol yang bekerja saat Ibu hamil + menyusui memang kerjanya banyak yang bertentangan, salah satunya memengaruhi produksi ASI(P), jadi sangat wajar ibu hamil yang masih pumping akan mengalami penurunan hasil ASIP yang drastis, ini kerjanya hormon progesteron, dan ini sangaat normal. Kondisi ini bisa disiasati dengan pemberian MPASI kaya cairan seperti sup/jus untuk si anak yang masih menyusui. Banyak berdoa biar bisa lulus memberikan ASI minimal sampai 1 tahun, inshaa allah Allah mudahkan.

– Nursing While Pregnant dibolehkan selama kondisi Ibu dan Janin OKE. Si Ibu tidak memiliki riwayat keguguran atau pendarahan, tidak mengalami kontraksi selama menyusui/pumping. Si Janin pun beratnya oke, tidak kurang.

– Yang perlu diperhatikan untuk NWP adalah asupan kalsium. Asupan kalsium tertinggi selama ini masih dipegang oleh susu skimmed, high calsuim, low fat. Kekurangan kalsium pada ibu- NWP banyak negatifnya.

– Salah satu ciri wanita-yang-subur-banget adalah : setelah melahirakan, lalu masa nifas selama 40 hari, dan langsung haid teratur. Jika ingin mengatur kehamilan, tapi tidak mau pakai IUD, bisa menggunakan sistem kalender (ada aplikasinya di ibuhamil.com), tapi tetap ‘waspada’, sebaiknya menggunakan ovu-test/ferti-test untuk mengetahui kondisi tubuh, apakah benar tidak dalam masa subur atau iya.

– Wanita yang menggunakan KB Spiral sebaiknya mengecek keberadaan ‘benang’ yang ada di dalam setelah masa haid selesai setiap bulannya. Karena pada beberapa wanita, aliran haid yang deras dapat membawa spiral sehingga terlepas. Jika saat dicek tidak ada, sebaiknya periksa ke dokter/bidan. Dokter Ian juga menyarankan untuk wanita yang menggunakan KB Spiral saat buang air kecil mengecek apa ada spiral yang terlepas.

– Dokter Ian mengaku, selama hamil tiga kali belum pernah menemukan SPOG yang cocok dan asik diajak diskusi (komunikatif), jadi sebaiknya memang selama hamil harus banyak-banyak belajar, belajar dari situs-situs terpecaya tentunya. Baca-baca juga tentang penggunaan obat-obatan, terutama Antibiotik.

kayaknya segitu dulu yaaa.. hoya, Dokter Ian insha allah akan mengambil spesialisasi  SPOG, mudah-mudahan lancar dan dimudahkan ya dokterrrr🙂

One thought on “Catatan Dokter Fahrian Sakinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s