Amaya 6mo! [Travelling]

catatan lain di usia Amaya sampai 6 bulan, sesuai janji ya..

1st Travelling : Bali

Jadi ceritanya memang agak mendadak ke Bali bulan Februari kemarin. Mendadak.. Alhamdulillah paper si Abeh lolos di APCASE 2014, dengan santai ngajak anak istrinya ikut, ya wis.. ikut ajah😀 padahal sama sekali gak ada budget buat jalan-jalan jauh segala di bulan itu. Banyak khawatirnya, terutama saat naik pesawatnya, takut Aya nangis, bikin heboh penumpang satu-pesawat, atau gimana kalau pas di Bali Aya malah sakit atau apalah. Tapi akhirnya diputuskan berangkat, berbekal tanya sana sini gimana cara menyamankan bayi di pesawat. Ini saya tulis sedikit dari hasil sharing temen-temen di FB, Forum Ibu-Ibu dan Group Bulil Ladies ya.. semoga bermanfaat :

Sebelum naik pesawat :

– 2 jam sebelum naik pesawat jangan disusuin, diajak main aja

– Sebelum naik pesawat diganti pospak/clodinya

– Pakai pakaian yang ternyaman

– Siapkan mainan kesukaan

– Siapkan mental orang tua agar tidak panik dan emosi

Di dalam pesawat :

– Menyusu, terutama saat take-off

– Dipeluk

-Pake earmuff

– Pakai selimut, jika terasa dingin.

– Tawari mainan kesukaannya.

 

Daaaaan, saat-saat menegangkan itu pun tiba. Kami ber-tiga masuk ke dalam kabin pesawat, Aya masih anteng dalam gendongan Ergo-Baby nya,  duduk di baris ke-3. Kami diberikan sabuk pengaman untuk bayi, tapi karena saya menggunakan Ergo-Baby, jadi kata pramugarinya lebih baik pakai gendongan saja, dan hanya saya yang memakai sabuk pengaman. Itu lebih nyaman, ketimbang bayi langsung menggunakan sabuk pengaman yang disediakan pesawat.

Awalnya masih baik-baik saja.. saat pesawat mulai berputar-putar, Aya menunjukkan gelagat tidak nyaman, dan pada saat itu langsung saya susui. Pas take-off, Aya sudah melepas nenennya, dan di-mulai-lah drama itu. Aya nangis heboh.. Alhamdulillah penumpang disebelah saya seorang Ibu, dia mencoba membantu menenangkan Aya, mainan sudah dikeluarkan, tapi ditolak. Saya terus menawarkan untuk nenen, tapi Aya malah makin nangis. Pramugari menawari untuk dibuatkan susu, saya tolak dengan sopan. Sampai, pramugari meminta penumpang sebelah saya untuk pindah saja ke barisan depan, takut terganggu katanya.

Akhirnya, Aya digendong Abehnya jalan-jalan di lorong, ngobrol-ngobrol sama pramugarinya. Alhamdulillah sampai tertidur. Aihh meleleh air mata saya. Bisa dibilang gagal menyamankan Aya saat itu, 70 dari 100 berisikan tangisan. Saat mendarat, setiap penumpang yang turun melirik kami, beberapa bilang : udah tidur ya bu.. Terakhir, penumpang yang tadinya disebelah saya menengok kami sambil bilang : alhamdulillah tidur ya Bu. Eh ya, ternyata doi artis, Novia Ardhana, hihihi Abehnya yang nyadar duluan😀

Yasudahlah yaaaa, sudah lewat.. Selalu ada pengalaman pertama.  Mari kita mulai menapaki tanah Bali. Kami menginap di hotel Ibis Kuta Bali, dapet harga promo dari KAHA, alhamdulillah. Lokasinya dekat pantai kuta, naik ojek/taksi gak sampai 5 menit, tapi bukan lokasi dimana turis-turis minim bahan😀. Hari pertama di Bali, Abeh ke conference, Saya dan Aya malah ke Denpasar, silaturahim sama Bunda Nidal (dan Faizan) nemenin detik-detik mau melahirkan.  Sudah lewat HPL tapi belum mules teratur katanya, akhirnya kami jalan-jalan di lapangan Renon di sore harinya. Qadarullah dari lapangan Renon langsung ke Rumah Sakit Bersalin ternyata sudah bukaan 4, dan melahirkan dengan sehat dan selamat malam harinya :’)

Hari kedua, Abeh masih sibuk dengan conference-nya tentu saja.. Setelah berdiskusi dengan Aya,  kami memutuskan untuk jalan-jalan ke Pasar Seni Kuta, dan pantainya. Heuuu isinya gak sedep dipandang mata, saya dan Aya jadi tampak aneh ber-dua disitu, hihihi. Sepanjang jalan, justru kami jadi pusat perhatian. Sesekali kalau ada turis-yang-udah-ibu-ibu menghampiri kami, sambil liat ke Aya dan bilang : so cute🙂 Padahal Aya selalu saya pakaikan kerudung, hihi..

Hari ketiga siang harinya, barulah Abeh dan dua temennya (Om Habib & Om Musfi) selesai conference, rental mobil + tour guide nya, cihuyyy😀 Kemana aja kita? Ya ke pantai, cuman beda-beda dikit aja sensasi tiap pantainya. Ke dreamland, pandawa beach, Uluwatu, terus apa lagi ya? beneran lupa..😀 Sepanjang jalan-jalan Aya kebanyakan tidur, padahal doi hampir selalu jadi pusat perhatian bule-bule-pakle-pakle, haha.. Pernah ada turis Arab, sedikit melotot ke saya, gara-gara Aya masih pakai kerudung, padahal Bali very hot katanya, dibuka aja kayak anak dia. hihihi..

IMG-20140305-WA0007

Malam harinya penerbangan ke Jakarta, agak deg-deg-an, takut kejadian kemarin lusa terulang lagi.. Tapi kami siasati dengan cara yang berbeda. Saat naik pesawat, Aya dalam kondisi tidur. Dan setelah take-off baru bangun, tanpa nangis, dan langsung nenen. Alhamdulillah berhasil.. nyaris sepanjang perjalanan Bali-Jakarta aman damai sentosa..tanpa tangisan, alhamdulillah😀

Kesimpulannya, tiap bayi beda-beda ya tingkat kenyamanan dalam pesawat, Aya lebih nyaman kalau diawali dengan tidur. Baiklah, next time kita jalan-jalan lagi ya sayaang.. Ayo Abeh semangat ya, biar tahun depan bisa ke ***** conference 2015, Aamiin..😀

2 thoughts on “Amaya 6mo! [Travelling]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s