Cerita Kelahiran Amaya #2

Oke, mari kita lanjut ke cerita kelahiran si ceriwis, Amaya😀 *maapkan kelau kelamaan*

Mencari dokter mulai dari NOL lagi, googling lagi, tanya sana sini lagi. Padahal Usia Kandungan sudah masuk ke pekan 38, which is bisa lahiran dalam waktu kapan saja sejak saat itu. Tapi Pak Suami selalu berusaha menenangkan, alhamdulillah.. Gak ke-ikut-an saya yang (sebenernya) mulai was-was : sudah 38, belum ada mules sama sekali, belum dapet dokter yang sreg, ples belum dapet rumah sakit tempat saya lahiran. Berkali-kali dalam sehari saya mencoba menenangkan diri sendiri, bilang sama diri sendiri : every baby have their own date. Santay icha.. Bismillah.. Teruuuuss berdoa. Mengajak bayi ngobrol pun dilakukan. Bukan, bukan meminta si Bayi untuk segera keluar, menurut saya itu agak nyerempet aqidah. Karena, Bayi gak punya kemampuan, melainkan Allah. Geregetan sebenernya kalau baca di salah satu Group Fesbuk, kalau ada Ibu yang Bayinya terlilit tali pusat, lalu dianjurkan untuk ‘berbicara’ dengan si plasenta, layaknya si plasenta memiliki kemampuan. Hadeeeh, minta itu sama Allah buu😦

Dan, perjalanan mencari dokter yang sesuai hati-pun dimulai. Berdasarkan rekomendasi Mbak Hikmah, akhirnya saya memutuskan untuk ke Jakarta Islamis Hospital (JIH) di Pasar Rebo. Hahaha, rumah saya di Palbatu, Tebet Jaksel, tapi kekeuh mau coba ke JIH yang ada di Jakarta Timur. Kata suami : dari ujung ke ujung itu.. Saya sih statusnya sedang cuti melahirkan, tapi suami saat itu gak bisa izin ngantor, Alhamdulillah teman saya yang kece : Dina, berbaik hati izin ngantor di daerah Jakarta Utara sana, untuk menjemput saya di Jaksel, lalu kami berangkat ke Jaktim😀 *kebayang gak tuh* Kesan saya di JIH, sorry to say kondisi fisik gedungnya gak banget, beda banget sama di webnya😛 . Dokter yang favorit di sana Dokter Prita, beliau pernah ikut bantu saudara kita di Palestina. Tapi sayang, kalau mau control dengan Dokter Prita, harus daftar paling engga 3hari sebelumnya. Akhirnya saya konsul dengan Dokter Erni. Akhwat, dan tampak militan  Aku sukaaaaa.. setelah konsultasi, Dokter Erni bilang kalau usia kandungan itu emang bisa kok sampai 42minggu, tapi dengan catatan semua oke. Cairan ketuban, posisi, kondisi Ibu,dll..harus on the track deh. Dan di Usia Kandungan ke38 minggu ini, kondisi kami (saya dan bayi) cukup oke. Sama sekali tidak ada indikasi untuk melahirkan dengan Operasi Sc. Yang penting saya tenang, insyaallah lancar. Aaaahhhh saya suka dengan dokter Erni! Meski JIH bangunannya gak Oke, tapi Dokter Erni oke, komunikatif dan menenangkan, juga rumahnya dekat dengan JIH.

 

Pulang dari JIH dengan hati yang tenang, saya langsung menyantap Es Duren, meski saya tau kalau makan duren atau nanas bisa menimbulkan reaksi kontraksi itu hanya mitos, tapi gak kenapa..yang penting hati happy, plus memberikan efek positif🙂. Malam harinya saya ceritakan tentang Dokter Erni dan JIHnya ke suami, tapi dasar lelaki rasional ya, responnya : kejauhan kalau mau lahiran di JIH mah, macet pula lewat Pasar Rebo, keburu lahir di jalan. Hahaha, dipikir-pikir iya sih, ampun-ampunan itu macet di Pasar Rebo. Dan ini kan kehamilan pertama saya, saya belum ada bayangan sama sekali mengenai bagaimana rasanya-sudah-mau-melahirkan itu. Jadilah opsi melahirkan di JIH itu agak sedikit di tutup. Dibuka kembali pas week-endnnya, kami (saya dan suami) naik motor dari Tebet ke JIH, liat-liat kamar di JIH, dan yaaa..suami agak skeptis. Membutuhkan waktu sekitar 50menit, dan fasilitas di JIH juga kurang oke (kalau dibandingin dengan RSIA lain, RSIA Tambak misalnya), akhirnya opsi untuk lahiran di JIH benar-benar harus ditutup, dan mesti merelakan gak jadi lahiran dengan Dokter Erni😦 .Sebagai gantinya, suami mengajak saya untuk makan duren di kramat jati, enaaaaaak🙂

Usia Kandungan 39minggu..

Jreeeng, semakin mendekati HPL. Kontrol ke dokter sebelumnya (yang se-enaknya nyuruh induksi), saat itu saya agak ngeyel dengan perkiraan lahiran. Saya bilang : “saya nikah tanggal 9 desember 2012 dokter, tapi usia kandungan dihitung dari 29 November 2012, duh dokter.. secara realnya kan itu belum ada bakal janinnya” Tapi ya, tetep gak berhasil, hehehe..kandungan saya memang berusia 39minggu. Dan yang mengejutkan dokter tersebut bilang : cairan ketubannya berkurang ini, udah gak normal dari sebelumnya. dan-saya-langsung-lemes..

maap maap maap, bersambung lagi ya😀

5 thoughts on “Cerita Kelahiran Amaya #2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s