Nuzulul Quran ~ Lailatul al-Qadr

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

Bulan Ramadhan yang diturunkan di dalamnya al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia, penjelas dari petunjuk dan pembeda antara yang hak dan bathil.. (Qs.al-Baqarah, 185)

بَلْ هُوَ قُرْآَنٌ مَجِيدٌ.فِي لَوْحٍ مَحْفُوظ

Akan tetapi dia itu adalah Al Quran yang mulia, yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh.(Qs.Al-Buruj, 21-21)

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan

HR Ahmad dan Baihaqi ; Turunnya kitab-kitab Allah swt :

  • Taurat : 6 Ramadhan
  • Injil : 16/18 Ramadhan
  • Zabur : 18/12 Ramadhan
  • Al-Quran : 24/17 Ramadhan

Proses Turunnya al-Quran : Tidak ada yang mengetahui kecuali Allah swt

السماء الد     <——-     لَوْحٍ مَحْفُوظٍ

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Sesungguhnya kami telah menurunkannya (al-Quran) di malam lailatul Qadr (Qs. al-Qadr, 1)

  • Tutun di Gua Hira tanggal 17 atau 24 Ramadhan
  • Turun berangsur-angsur kepada Nabi MUhammad saw, melalui Malaikat Jibril as, selama 23 Tahun

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

 وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْر

تَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ

سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

1. Sungguh Kami telah menurunkannya di malam Qadr

2. dan tahukah kamu Apakah malam kemuliaan itu?

3. malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.

4. pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.

5. malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar.

 

Arti al-Qadr :

لأن اللّه تعالى يقدر فيها ما يشاء من أمره

Karena Allah swt menentukan segala urusan yang dikehendaki

لعظمها وقدرها وشرفها

Karena Keagungan dan kemuliaannya

 لأن للطاعات فيها قدرا عظيما، وثوابا جزيلا

Karena Ta’at di malamitumemilikikedudukan yang Agung dan pahala yang banyak

 لأنه أنزل فيها كتابا ذا قدر

Karena di malam itu diturunkan al-Kitab yang memilikikemuliaan

لأنه ينزل فيها ملائكة ذوي قدر

 Karena di malam itu turun para malaikat yang memilikikemuliaan

Malam itu disebut Lailatul Qadr karena malam mulia, keta’atan dilipat gandakan, diturunkan al-Qur’an yang mulia dan Malaikat yang mulia serta dapat merubah nasib di masa datang.

 

Kapan Terjadinya Lailatul al-Qadr

  • Bulan Ramadhan Tanpa ditentukan waktunya
  • Di malam-malam ganjil
  • Sepuluh terakhir
  • Malam Ganjil di sepuluh Terakhir
  • Malam Tujuh Belas
  • Malam dua puluh tujuh
  • Malam dua puluh sembilan

 

Abu Hurairah ra, Rasul saw:

مَنْ يَقُمْ لَيْلَةَ القَدْرِ، إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Siapa yang mendirikan malam di lailatul Qadr dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, diampuni baginya apa yang telah lalu dari dosanya. (HR.bukhari)

Abu Said al-Khudri ra:

جَاءَتْ سَحَابَةٌ، فَمَطَرَتْ حَتَّى سَالَ السَّقْفُ، وَكَانَ مِنْ جَرِيدِ النَّخْلِ، فَأُقِيمَتِ الصَّلاَةُ،

« فَرَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْجُدُ فِي المَاءِ وَالطِّينِ، حَتَّى رَأَيْتُ أَثَرَ الطِّينِ فِي جَبْهَتِهِ

Datang awan lalu hujan hingga menetes dari atap dan saat itu atap dari daun pohon kurma, didirikan waktu sholat, maka aku melihat Rasul saw sujud di atas tanah yang basah, hingga aku melihat bekasnya di keningnya. (HR.Bukhari, ini terjadi di sepuluh terakhir)

إِنِّي أُرِيتُ لَيْلَةَ القَدْرِ، ثُمَّ أُنْسِيتُهَا – أَوْ نُسِّيتُهَا – فَالْتَمِسُوهَا فِي العَشْرِ الأَوَاخِرِ فِي الوَتْرِ

Sungguh aku telah diperlihatkan malam Qadr kemudian dilupakannya, maka carilah di sepuluh terakhir di malam2 ganjil. (HR.Bukhari)

Ibnu Umar ra, Rasul saw:

«التَمِسُوهَا فِي السَّبْعِ الأَوَاخِرِ»

Carilah lailatul Qadr di tujuh hari terakhir. (HR.Bukhari)

Apakah keistimewaan Lailatul Qadr ?

Lailatul Qadr lebih baik daripada 1000 bulan (83 Tahun lebih) bagi mereka yang melakukan kebaikan/ibadah maka baginya seakan-akan telah melakukan kebaikan lebih dari 1000 bulan.

Ada yang mengatakan terjadinya Lailatul Qadr hanya waktu SESAAT, tapi ada pula pendapat yang menyatakan terjadi diantara waktu Maghrib hingga terbitnya waktu Fajar.

Apa hikmah disembunyikannya lailatul Qadr ?

1. Agar bersemangat selama bulan Ramadhan (dari awal hingga akhir)

2. Kebaikan akan dilipatgandakan sedang keburukan tidak dilipatgandakan dosanya.

Amalan yang dianjurkan :

  • Meningkatkan semua amal ibadah (Qiyamullail, pembacaan al-Qur’an, sedekah dan dzikir..)

Aisyah ra: Ya Rasul, bila aku mengetahui itu lailatul Qadr, apa yang aku baca ? Rasul saw bacalah:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Ya Allah, sungguh Engkau Maha Pemaaf Lagi Mulia suka memberikan maaf, maafkanlah aku. (HR.Thurmudzi, Hasan Shahih)

 

  • I’tikaf.

Ibnu Umar ra :

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ

Rasulullah saw ber-i’tikaf di sepuluh terakhir di bulan Ramadhan. (HR.Bukhari)

  • Membersihkan diri saat ibadah, pakaian yang bersih dan memakai minyak wangi

Ali bin Abi Thalib ra;

اَنَّ النَّبِيَّ كَانَ يَغْتَسِلُ بَيْنَ الْعِشَاءَيْنِ كُلَّ لَيْلَةٍ

Sungguh Nabi Muhammad saw mandi antara Magrib dan Isya setiap malam.(lemah, diriwayatkan juga oleh Abu A’shim dan Aisyah ra.)

 

Apa tanda-tanda lailatul Qadr ?

Ada beberapa hadits yangmenyebutkan tanda-tanda datangnya lailatul Qadr, tetapi sebagian besar lemah kecuali riwayat yang berbunyi:

Pada hari itu Matahari bersinar cerah tetapi tidak panas

Apakah ada tanda bagi yang mendapat lailatul Qadr ?

Para ulama mengatakan; Tidak ada tanda-tanda khusus secara dhahir bagi mereka yang mendapatkan lailatul Qadr. Namun bagi mereka yang mendapatkannya akan terlihat dari perbuatannya, seperti;

  • Semangat ibadahnya bertambah
  • Semakin berusaha untuk meninggalkan berbagai kemaksiatan
  • Semakin meningkat ketakwaannya

Di malam itu Malaikat turun ke bumi, untuk apa ?

  • Membawa rahmat
  • Mengaminkan setiap doá yang dipanjatkan
  • Memohon ampunan bagi mereka yang beriman

 

Taken From, Kajian Mushola DJA, Kemenkeu oleh Ustadz Abdurrahman Asshegaf Lc.

Download versi PPT nya disini : Nuzulul Qurán

 

lailatul_qadr

taken from : here

**

Dari kajian pagi tadi, ada satu pernyataan Ustadz yang saya suka sekali..

Ingat kah ada kisah seorang wanita yang memberi air kepada binatang, lalu dihadiahi manisnya Surga? Lalu apa jadinya seorang istri yang menyiapkan bukaan dan makan sahur untuk suami dan anak-anaknya untuk ibadah puasa? jangan tanya bilangan pahalanya, sungguh berlimpah. Lalu, tentang wanita/istri yang sedang dalam masa haid, yang tidak bisa itikaf atau sholat, apa langsung pesimis tidak mendapatkan malam istimewa itu? Boleh jadi istri yang bangun lebih dahulu menyiapkan makanan sahur untuk keluarganya, ditengah-tengah dzikirnya, Allah limpahkan lailatul Qadr itu. Subhanallah🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s