Tentang Pulang*

Apa yang ditunggu-tunggu dari saat matahari mulai asik bersinar di pagi hari saat weekday, saat orang-orang mulai bekerja di kantor, di pasar, di terminal? Tentu saja pulang ke rumah. Saya yang jam masuk kerja mulai 07.30, jujur saja sungguh menanti-nanti datangnya saat jarum jam yang pendek tepat berada di angka lima, dan jarum panjang di angka 12, dengan mantap membuat sudut 150 derajat. Berbinar-binar mata para pegawai yang antre di lift atau mesin absen, betapa bahagianya pulang kantor, ya kan? dinanti-nanti, ditunggu-tunggu. Aih nikmatnya, pulang ke rumah.. Bertemu dengan suami, berbincang, makan malam bersama, nongton, dan hal-hal sepele lainnya meski dengan waktu yang singkat justru lebih terasa nikmat ketimbang kegiatan di kantor :p

Apa yang banyak orang tunggu-tunggu setelah ‘perjuangan panjang Ramadhan’ ini? salah satunya adalah pulang kampung, berkumpul bersama keluarga besar, bersilaturrahim, ah nikmatnya. Pulang ke kampung, memandang apa-apa yang bisa dipandang hanya setahun sekali. Pulang kampung menjadi moment yang ditunggu-tunggu, dinantikan, meski mesti melewati jalur mudik yang tiap tahun padat merayap, tetap saja dilalui.. Aih nikmatnya pulang kampung.

Lalu, apa bedanya dengan Hidup yang katanya singkat ini? sama-sama sebagai suatu perjalanan kan? apa bedanya hidup di dunia dengan ‘hidup di kantor’? sama-sama menuggu-nunggu satu waktu, yaitu waktu pulang. Hakikatnya, perjalanan itu akan berakhir dengan batas akhir. Pulang. Tapi apa kita sudah merasa menanti-nanti pulang ke rumah yang sebenarnya di akhirat nanti? se-sumringah saat kita  saya menunggu jam kantor selesai, atau pulang kampung saat lebaran? Apa kita  saya sudah terus menghitung hari untuk sampai ke waktu pulang itu? Apa kita  saya sudah mempersiapkan bekal perjalanan, seperti kita mempersiapkan uang mudik tiket pesawat, uang angpau untuk para krucil saat lebaran nanti? Aih, betapa rasa itu masih terasa jauh.

Ibnu Umar ra. berkata, “Aku datang menemui Nabi SAW. bersama sepuluh orang, lalu salah seorang dari kaum Anshar bertanya, ‘Siapakah orang yang paling cerdas dan paling mulia, wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, “Orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling siap menghadapinya. Mereka itulah orang-orang cerdas. Mereka pergi dengan membawa kemuliaan dunia dan kemuliaan akhirat’.  (HR Ibnu Majah)

 

530199_4392100688265_1882926357_n

 

gambarnya ngambil dari FBnya Ojez anak EHC

 

*obrolan di suatu mushola kantor bersama 5 muslimah lainnya

2 thoughts on “Tentang Pulang*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s