Bersyukur*

Pekan lalu saat saya datang ke klinik Dokter Gigi, ternyata bertepatan dengan jadwal pemeriksaan anak-anak TPA (Tempat Penitipan Anak) untuk memeriksa gigi-gigi mungil mereka. Usianya beragam, dari dibawah 1tahun hingga 5 tahun. Lucu-lucu? Jangan ditanya.. sayang HP saya lowbat, ngadu sama suami, malah diketawain >.<

Berkali-kali saya memandangi wajah polos mereka, sekitar 30 anak. Ada yang ngobrol, bercanda sama temennya, sibuk sendiri, bengong, bahkan nangis-nangis minta pulang. Dan ya, saya sadar ternyata nangis itu menular..hihi.. 30 anak dengan muka yang berbeda satu sama lain. Bentuk muka, warna kulit, jenis rambut, bentuk hidung, dan semuanya berbeda dengan kombinasi yang apik. Subhanallah, Allah memang sebaik-baik-nya Pencipta yah. 30 anak kecil yang semuanya kelak akan punya jalan hidup masing-masing. Rezeki, jatah hidup, jodoh, kesehatan, dll.. dan hanya Allah yang merancang semuanya. lagi-lagi saya mikir, Allah benar-benar punya kuasa atas segala hal yang terjadi di alam semesta ini. Bergidik kalau inget itu. Seperti saya yang pernah pula sekolah TK, saat memandangi foto kenang-kenangan TK.. Semua manusia di foto itu punya takdirnya masing-masing. Ada yang masih hidup, ada yang sudah meninggal duluan. Ada yang sudah punya anak 3, ada yang masih single. Ada yang sudah menikah, bahkan ada yang sudah janda. Ada yang sekolah hanya sampai SMP, ada juga yang sekarang lagi S2. Ada yang masih bertahan di Banten, tapi ada juga yang sekarang tinggal di Australia. Semua memiliki takdir masing-masing. Kadang, saya bodoh membandingkan kehidupan saya dengan kehidupan yang lain. Kadang, kurang bersyukur. Kadang menyesal dengan beberapa jalan hidup yang ‘saya ambil’, padahaaaal.. kesemuanya sudah Allah takdirkan🙂 Tinggal bagaimana kita memaksimalkan dalam menjemput takdir terbaik kita. Aih, Allah memang sebaik-baiknya arsitek kehidupan. Kuasanya tak terbatas🙂

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan:  “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (Ibrahim : 7)

copyright-mandylynne-thankful1

 

 

 

*thank you so much my-dear-husband🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s