Terkukung dalam Persepsi

***

 Jangan merasa pecah begitu hanya karena persepsi orang, ada bermilyar-milyar persepsi di dunia ini, dan itu sesuatu yang tidak bisa kamu hindari. Biarkan saja mereka yang berkomentar itu menilai kamu. Ini kamu, dan itu mereka, ini hidup kamu, dan itu hidup mereka, dan biarkan saja mereka terkungkung dengan persepsi itu. Sebaliknya, kamu pun bisa menilai balik mereka seperti apa? Kualitas mereka bagaimana? Dengan persepsi kamu tentunya. Tegak lah kamu dengan menjadi KAMU, bukan malah jatuh karena persepsi orang lain yang gak penting. Coba deh, kamu pikir aja, mereka itu siapa sih?!
Gue –dengan segala kekacrutan dan keurakannya– pun gak pernah terbesit secuil pun, apalagi sampai berharap bisa disebut “ikhwan”. Gue cuma berpikir, “Ya Allah, ini BAHASA HIDUP saya, ini BUNGKUS saya…”

Gue malah MIRIS melihat orang yang menulis komentar seperti itu, orang seperti itu malah gue yakini MISKIN DARI KEBAIKAN DAN KEBERMANFAATAN buat orang banyak. Karena, orang seperti itu memang cuma bisa eksis di habitatnya. Gaya men-judge-nya itu loh bikin jengah, begah, dan ganggu orang banget. Kaum pengkritik biasanya akan termakan dengan omongannya sendiri.

Orang yang menulis komentar seperti itu adalah LELUCON yang gak lucu (jayus). Emang, menurut dia, siapa sih jenis orang yang bisa disebut baik itu? Rasanya orang yang dia cari tidak nyata. Adanya hanya pada tataran teoritis atau di alam saat semua garis adalah ”kebaikan” (baca : kebaikan versi dirinya). Kalaupun ada, mungkin dia cuma sebatas jadi pengagum.

Orang yang menulis komentar seperti itu adalah mahluk MENTAH yang tidak tahu bagaimana rasanya berempati terhadap “warna hidup” orang lain. Orang yang tidak bisa mengerti persepsi yang tertancap di benak orang lain ketika menghadapi situasi-situasi tertentu. Orang yang miskin pengalaman bergaulnya, sehingga tidak bijak dan tidak dewasa dalam menyikapi berbagai persoalan di sekitarnya. Ia orang yang sangat-sangat MENTAH dalam masalah memahami kepribadian orang lain.

Orang yang menulis komentar seperti itu terlihat BODOH di mata saya, karena dia gak pernah belajar kalau perilaku manusia sangat dipengaruhi lingkungan, dia gak pernah belajar kalau lingkungan sangat mempengaruhi cara berpikir, dan cara berpikir itulah yang menjadi alat yang digunakan manusia dalam mengatasi lika-liku keadaan yang menyertainya.

Orang yang menulis komentar seperti itu justru ABNORMAL, karena dia tumbuh dalam kondisi yang selalu stabil dan lingkungan yang begitu-begitu saja, orang yang kaya begini bakal tumbuh menjadi manusia yang kurang peka.

Sedangkan kamu, kamu punya banyak hal, buuuuaaaaanyak hal yang orang-orang itu belum tentu memilikinya. Lingkungan, keluarga, pengalaman hidup, pemikiran, dan semua serba-serbi dunia yang gak bisa disamakan dengan orang yang berbicara menyakitkan itu. Kamu gak bisa disamakan dengan orang lain. Mereka tumbuh jadi orang picik. Biarkan saja. Kamu mesti bersyukur menjadi Kamu yang sekarang, yang insya Allah lebih bijak, lebih rendah hati, dan tentunya tidak picik seperti isi “komentar menghina” itu.

Mungkin ada rasa tersayat membaca komentar mereka. TAPI, RASANYA LEBIH GAK ENAK DENGAN BERPURA-PURA JADI ORANG LAIN. Kamu tidak hidup dari persepsi mereka. Buat diri  senyaman mungkin. Taklukan keadaan, bukan kamu yang dikendalikan keadaan.

Hm… well, sesulit apapun rasanya, securam apapun kelokannya, bukankah Allah tidak tidur?! Ia ada, terus memantau hamba-Nya, memastikan hamba demi hamba-Nya mendapatkan yang terbaik. Bahwa semiris apapun seorang kamu menghadapi realita, selama Allah yang menjadi tujuan, semuanya akan terasa lebih mudah, amiiiin… Lanjutkan !!!”

***

Hana..Tigor..

Mau posting disini ya😦

7 thoughts on “Terkukung dalam Persepsi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s