Hukum Coulomb dan Ramadhan

Sedikit utak atik lagi hubungan antara hukum-hukum di Fisika dan Ramadhan. Kali ini tentang hukum Coloumb.’\

Hukum Coulomb dituliskan dengan rumus sbb :

F = k.q1.q2/r^2

ket:

F = Gaya

K = Konstanta

q1 dan q2 = Muatan 1 & 2

r = jarak antar muatan

Hukum Coulomb adalah hukum yang menjelaskan hubungan atara gaya yang timbul antara dua titik muatan, yang terpisahkan jarak tertentu, dengan nilai muatan dan jarak pisah keduanya. Hukum ini menyatakan apabila terdapat dua buah titik muatan maka akan timbul gaya di antara keduany, yang besarnya sebanding dengan perkalian nilai kedua muatan dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antar keduanya.

Apa hubungannya dengan Ramadhan? Jika,

F adalah gaya atau pengaruh Ramadhan

k adalah potensi yang diberikan Allah SWT kepada kita (rezeki, potensi, dll)

q1 adalah akhlak pada manusia

q2 adalah akhlak di bulan Ramadhan

r adalah jarak atau kedekatan antara q1 dan q2

Maka, pengaruh Ramadhan terhadap kita tergantung bagaimana kedekatan (jarak) kita terhadap Ramadhan dalam memaafkan dan mengisi waktu selama bulan Ramadhan.

Seberapa dekat kita dengan Ramadhan?

Dekat di sini bukan berarti jarak secara fisik, namun seberapa dekatnya dia dengan hati kita. Ada sebuah ilustrasi sebagai berikut. Pada saat kita pergi dari rumah ke suatu tempat yang belum pernah kita kenal (anggap tempat tersebut adalah X), waktu tempuh yang diperlukan untuk menuju X akan terasa lama. Di satu sisi pada saat kita kembali ke rumah, kita tidak merasakan hal yang sama.

Perjalanan terasa lebih cepat, padahal jalan yang dilalui benar-benar sama. Ini disebabkan ada “kedekatan” antara kita dan rumah yang akan menjadi tempat tujuan. Kedekatan yang ada di dalam hati dan perasaan kita, sehingga jarak yang  jauh tersebut menjadi terasa dekat. Berbeda dengan X, satu tempat asing yang kita tidak terlalu mengenalnya. Ada jarak antara kita dan X tersebut.

Begitu juga dengan Ramadhan. Kalau kita mengenal baik bulan Ramadhan, maka pengaruh Ramadhan akan sangat terasa dalam kehidupan kita. Ramadhan tidak hanya sekedar ritual tahunan. Kita akan merasa rugi jika tidak mengisinya dengan baik.

Para Sahabat pada saat mendekati Ramadhan sangat ceria. Mereka mulai menyambut Ramadhan sejak bulan Rajab. Doa “Allahumma bariklana fi rajab wa sya’ban wabalighna fii Ramadhan” benar-benar mereka resapi. Mereka melatih fisik fisik dan jiwa mereka agar saat Ramadhan mereka siap. Melatih diri dengan memperbanyak puasa, qiyamul lail, tilawah dan ibadah-ibadan sunnah lainnya, sehingga saat Ramadhan badan mereka tidak kaget. Dan wajar jika mereka menangis pada saat sudah mendekati hati-hari terakhir dan meninggalkan Ramadhan. Karena mereka mengenal betul keuatamaan dari Bulan Ramadhan.

Kesimpulan.

1. Pengaruh Ramadhan terhadap kita tergantung dari seberapa dekat kita dengan Ramadhan.

2. Kedekatan kita dengan Ramadhan tergantung bagaimana pemahaman kita terhadap bulan Ramadhan.

Semoga di sisi waktu setengah Ramadhan ini kita bisa memanfaatkannya dengan baik dan optimal. Aamiin.

[Taujih Ramadhan by ES]

One thought on “Hukum Coulomb dan Ramadhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s