Capek

Dan jam 14.30 aku senderkan bahu untuk membuka pintu rumah  kantor  itu, semenatara dua tangan sibuk dipenuhi berbagai barang bawaan. Tampak beberapa manusia berusaha ngadem sejenak, setelah ada manusia baik hati menyumbangkan AC pribadinya. Aku senyum saja menanggapi wajah-wajah letih itu.

“Capek ya?” kulontarkan basa-basi.

“Banget cha, tapi mesti Bapak jauh lebih capek dari kita. Bagai langit dan dasar bumi” jawabnya.

Allahurabbi, apatah bukan karena ingin mendapatkan ridhoMu?🙂

saya bingung mau kasih gambar apa, itu foto anaknya Doktor saya yang lagi bete seharian ngikutin Ayahnya kerja😀 *izin pasang ya Nakk*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s