#cintaIndonesia : mari belajar Sejarah (lagi) !!

Tari Tor-Tor mau diklaim sama Malaysia ya? Hm.. lagi-lagi kejadian. Begitu mendengar yang seperti ini, saya cuman berdecak biasa saja. Apa pasal? Masyarakat Indonesia sepertinya memang sudah menomorsekiankan tentang sejarah dan budaya yang kita miliki. Pelajaran dan Jurusan Sejarah tidak begitu populer dengan jurusan-jurusan lain, semacam Ekonomi dan Sains. Bahkan, kemaren lalu saya menyimak sekilas acara Hitam Putih yang menghadirkan JKT48 dengan personilnya yang numplek menuhin studio. Lalu Om Dedi menanyakan kepada salah satu fans JKT48 untuk menyebutkan nama personil JKT48, Huwow! Sebanyak itu! dan dijawab lancar, wow! Lalu sang fans pun terdiam saat Om Dedi memintanya untuk menyebutkan 10 Pahlawan Nasional. Miris ya.

Sedari kecil saya lumayan menyukai pelajaran sejarah, meski sejujurnya masih agak labil tergantung siapa yang mengajar. Jaman SD, saya cinta abis sama Sejarah. Bagaimana tidak, suatu kotak tempat kami, 48 murid SDN 03 Serang belajar (dan bermain) setiap hati dipenuhi oleh gamar-gamar Pahlawan Nasional, Saya menyumbangkan Gambar Pahlawan Pierre A. Tandean  yang ganteng itu  ditangkap dan terbunuh di lubang buaya, karna disangka Jend. AH Nasution. Guru kami, Bapak Sumarna membuat semacam cerdas cermat mengenai pelajaran sejarah dan beberapa soal IPS lainnya di setiap waktu pulang sekolah. Semacam kartu bebas untuk pulang sekolah, yang gak bisa jawab pertanyaan? ya gak pulang-pulang😀 Jadilah kami semangat betul menghapalkan puluhan Pahlawan Nasional, dan sejarah yang menyertainya. Bisa menjawab pertanyaan di awal-awal cerdas cermat menjadi kebanggan tersendiri tentunya, meski kami tidak pernah langsung pulang, tapi menonton pertandingan  sampai usai😀. Begitulah setiap harinya selama 3 bulan terakhir, saat-saat menjelang Ebtanas.

Lalu saat SMP, guru Sejarah saya pun Luaarrr Biasa. Namanya Bapak Ali. Mengajar saya saat kelas 3 SMP. Gawatnya, selama 1 tahun itu kami mendapatkan jam pelajaran sejarah dari jam 12.30 s.d 14.00, waktu yang tepat untuk selonjoran lalu tidur *doh*. Maka Pak Ali pun men-setting suasana kelas yang berbeda, beliau mengajar dengan suara lantang, dengan logat Batak campur Jawa. Suasanya semangat, ngantukpun hilang😀. Metode lainnya, agar kami serius belajar sejarah adalah dengan Sistem Ulangan Harian yang unik. Bayangkan kalau ulangan harian  sejarah di jam 12.30 s.d. 14.00 dilakukan seperti biasa? Bisa-bisa belum selesai menjawab soal, kami sudah tertidur pulas. Maka metodenya menjadi seperti ini : 1 kelas, dibagi menjadi 2 bagian : 20 siswa : 20 siswa. Lalu Kelompok pertama, memasuki kelas terlebih dahulu. Duduk sendiri di satu meja, lalu Pak Ali membagikan satu kertas kecil yang digulung seperti kertas kocokan arisan emak-emak yang berisikan satu soal. Setiap anak memegang satu soal. Waktu pengerjaan 1 soal adalah 1 menit. Dan setiap satu menit Pak Ali akan memukulkan penggaris kayu ke meja *BRAAAK* kelas terguncang, tandanya setiap anak harus memberikan soal ke meja sebalahnya. Begitu seterusnya, hingga selesai tanpa ada sedetikpun waktu untuk contek-menyontek😀 . Sensasinya berbeda, ulangan harian menjadi hal yang menyenangkan, serius!

Belakangan saya lagi semangat-semangatnya melahap buku setebal 5 cm tentang sejarah Banten, dan waw, efeknya luar biasa.. cinta Banten-nya menjadi-jadi. Insyaallah saya akan ulas, kalau sudah menghabiskannya😀. Satu hal yang membuat saya cinta dengan sejarah dan budaya Indonesia adalah : keragaman Bahasa Daerahnya. Luar biasaaa! Sejauh ini sudah 19 Provinsi yang saya tapaki, dan seluruhnya punya bahasa daerah yang menakjubkan. Saya yang terlahir dari rahim seorang Ibu yang orang Sumatera Utara, dan Bapak yang seorang Sumatera Barat, lalu tinggal di Banten yang bahasa daerahnya disebut Jaseng (Jawa Serang) campuran Jawa dan Sunda, jadilah seorang anak yang bingung apa bahasa daerah yang harus dipelajari? Maka terciptalah saya yang tidak bisa menguasai penuh bahasa daerah apapun😦. Melayu, Minang, Sunda, Jawa tidak ada yang saya bisa secara 100%, kalau orang lain ngomong, ngerti sih, paham sih.. tapi yaaaa.. pasif aja😦

Tidak ada kata terlambat untuk belajar, mari belajar dari ahlinya! 5 hari dalam seminggu, saya bergaul dengan orang Bima dan orang Sunda, sebut saja Mbak Irma dan Mbak Ary. Mari kita belajar sikit-sikit ya! santay aja😀

Bahasa Indonesia : Kamu belum lapar?

Bahasa Bima : Watipu hi’do nggomi?

watipu : belum

hi’do : lapar

nggomi : kamu (untuk menyapa seseorang yang lebih muda atau seumuran, untuk menyapa yang lebih tua gunakan Ita)

Sunda : Teu acan lapar?

teu acan : belum

Dalam Bahasa Sunda, kata kamu dapat dihilangkan. Kamu dalam Bahasa Sunda : maneh (kasar), anjeun (halus).

Sekian dan terima jodoh  kasih😀

One thought on “#cintaIndonesia : mari belajar Sejarah (lagi) !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s