[Cinta Indonesia] Cukang Taneuh, Jawa Barat (Green Canyon)

chaaa… ke green canyon gak ngajak-ngajak ih…

chaaa.. kapan mau jalan-jalan lagi? ajak-ajak gue dooong

dan beberapa chattingan/misej sejenis yang masuk lewat Ym! dan inbox Fb setelah saya meng-upload beberapa foto hasil jalan-jalan kemarin. Saya, Teh Ika (btw, si Teteh hari ini milad ya? barakallah teh, banyak doa buat teteh :* ),  Ka Dedi,  Ka Feri,  Tigor (btw lagi, ternyata cuman Tigor yang gak pakai kata sapaan, hwaaa maapin gor, kebiasaan ini) , akhirnya jadi juga berangkat ke Cukang Taneuh, Alhamdulillah.. Karna sempet khawatir juga dengan kondisi personelnya yang super sibuk (kecuali saya!).

Apa? ada yang gak tau Green Canyon? Gak tau Cukang Taneuh juga? Hemm.. Padahal kalau saya sebut Amazon pasti pada tau! Oke, mari saya perkenalkan sedikit tentang Cukang Taneuh. Lokasinya ada di Kecamatan Cijulang, Kabupaten Ciamis, kira-kira 31km dari Pantai Pangandaran, sekitar 1 jam perjalanan dengan kecepatan santai. Nama Green Canyon dipopulerkan oleh seorang WNA (Perancis) bernama Bill Jhondi Tahun 1993, yang akhirnya lebih terkenal ketimbang nama aslinya, Cukang Taneuh. Cukang artinya jembatan, Taneuh artinya tanah. Jadi, Cukang Taneuh artinya Jembatan yang terbuat dari tanah. Alamlah yang memprosesnya sehingga membentuk jembatan dengan tekstur bawah jembatannya adalah stalakmit dan stalaknit (silahkan gugel sendiri😛 ).

Mari saya narasikan ITE yang kami jalani, 3 hari kemarin!

Jumat, 25 November 2011

Setelah bermusyawarah, diputuskan meeting pointnya di Dunkin Donuts Tanjung Barat. Saya dari Jakarta Pusat, Teh Ika, Ka Feri, Tigor dari Depok, dan Jagoan kita Ka Dedi bawa mobil dari Cilegon. Kumpul jam 21.00, cemal-cemil sebentar, jam 22.00 berangkat dari Jakarta.

Berikut peta ribetnya :

Masuk Tol arah Bandung, Nanti keluar di tol Cileunyi. Lanjut Cicalengka – Nagreg – Ambil arah Tasikmalaya lewat Ciawi – dari Ciawi ambil yang menuju arah Ciamis lewat Cihaurbeuti – Cikoneng – Ciamis – dari Ciamis ambil arah yang ke Jateng – sampai Banjar, ambil jalur kiri – di Banjar : Banjarsari, Padaherang, Kalipucang-  Pangandaran! Ribet? Lumayaaan, tapi tenang aja.. kita berlima juga sama sekali gak hafal daerah situ, berani tanya sana-sini aja😀 *trims Tigor!

Sabtu, 26 November 2011

Sampai di Pantai Pangandaran, jam 06.00, liat-liat pantai sebenetar. Lanjut Sarapan. Tentu saja, Indomieee..seleraku! (saya sih makan bubur ayam). Perjalanan lanjut ke Green Canyon, dibawa santai karna jalannya lumayan berkelok-kelok. Mirip jalan lintas Sumatera. Kanan Gunung, Kiri Jurang, hehe. Sampai di Green Canyon jam 8 pagi. Yuhuuu, udara masih segerrrr. Begitu mobil di parkir, langsung ada ‘calo’ yang PDKT. Akhirnya kita langsung ke Markas Guha Bau, harga awal 875.000 untuk berlima, jadi 700ribu untuk berlima😀. Ganti baju, siap-siap, pakai semua perlengkapan : Jaket Pelampung,  Helm, Deker, Coral Booties, Rescue. Siap Brangkats! Kita dipandu oleh Bang Mid dan Bang Boim.

Kita ngambil paket Body Rafting yang lengkap. Eh ya, Bodu rafting itu beda sama rafting biasa, atau arung jeram  ya (seminggu sebelumnya saya rafting-aja di citarik sukabumi, kapan-kapan diceritain deh). Body Rafting itu kita mengarungi sungai tanpa perahu karet, nah body/tubuh kitalah yang jadi perahunya *dengan pelampung tentu saja. Tubuh kita bener-bener nyatu dengan sungai, sesekali kalau arusnya terlalu liar, kita akan menepi ke samping kanan/kiri sungai untuk menghindari jeram  yang terlalu berbahaya. Gak Bisa berenang? Tenang ajaa… kan pakai pelampung. Lagian pemandunya oke banget😀

Dari Markas Guha Bau, kita brangkat naik mobil pick-up kecil menuju titik selanjutnya. Melewai gerbang desa kertayasa, kita disuguhi pemandangan desa yang hampir gak bisa di lihat di Jakarta *yaiyalaaah. Langitnya cerah. Tapi semakin ke atas bukit, semakin serem euy medannya. Seringkali spontan dzikrul maut sankin takutnya. Sampai akhirnya beristirahat sebentar (benar-benar sebentar, gak sampai 5 menit) di saung-nya Guha Bau. Nanti dari saung, kita Jalan kaki masuk hutan, turun bukit. Medannya lumayan, beberapa kali saya terpeleset. Kira-kira 30 menit sampai di lokasi start body rafting.

Sebelum mulai, bang Mid nge-briefing kita dulu. Salah satu pesannya : Jaga omongan kalian ya, jangan ngomong yang kasar-kasar.

Kalau aliran sungainya lagi tenang, asik banget. Tubuh kita mengapung di atas air, dan terbawa arus sungai begitu saja. Suara gemericik air dari akar-akar pohon rotan di atas gua bikin pikiran fresh, belum lagi sinar matahari pagi yang menerpa menebar hangat di sekujur badan.

Kalau jeramnya masih bisa kita lewati, ya kita lewati. Kadang sendiri, kadang berdua, kadang bertiga, malah bisa langsung berlima. Saat deras-derasnya, saya cuman kepikiran : kalau mati gimana ya? hehe. Bukan pikiran yang berlebihan sih, beneran deh. Rasanya, kok ya jadi makhluk yang tanpa daya banget. Keciiil, dan gak ada apa-apanya. Rasanya malu sama Tuhan. Dari sana juga, bisa nambah kecintaan kita sama Tuhan. Ternyata Tuhan itu benar-benar Maha Besar. Allahu Akbar!

Kurang-lebih 5 jam kita ber-body-rafting-ria. Beberapa jeram yang kita lewati : Curug Jenggala, Leuwi Panjang, Leuwi Ki sunda, Cadas Ngampar. Nanti begitu sampai di real-green-canyon, ketemu sama banyak wisman lainnya. (kemarin hanya dua kelompok yang ber-body-rafting, yang lainnya hanya naik perahu dari daratan bawah menuju real-green-canyonnya).

Sampai di Green Canyonnya, beuuuuuuhhh itu tetesan airnya sejuk banget. Tetesan air dari akar pohon rotan, atau celah bebatuan yang terasa seperti air hujan. Namanya Pancuran Emas. Kalau  yang berani, bisa loncat di Batu tertinggi *saya udah di atas, dan turun lagi karna gak berani, whaha.

Selesai ber-body-rafting-ria. Kita dijemput naik perahu menuju daratan. Sekitar 20 menit. Sampai di Markas Guha Bau, langsung bebersih, Sholat, dan makan siang.  Rencana yang awalnya akan menginap di Pangandaran, banting stir! Jam 3 sore, kita berangkat ke Bandung! Wohoooo! Perjalanan ke Bandung-dengan badan lumayan remuk dan lecet-lecet lumayan berat, apalagi yang nyetir mobil ya, pasti penuh perjuangan. *trims ka Dedi n ka Feri.

Di perjalanan, kita sudah merencanakan akan makan malam di Iga Bakar si Jangkung yang ada di Jalan Cipaganti, daerah sekitaran Ciwalk. Info yang di dapat, si Jangkung tutup jam 22.30. Sampai di Bandung, jam 21.30, awalnya ngerasa aman, tapiiiii.. Malem minggu-nya Bandung itu amit-amit deh 10km/jam itu udah bagus banget. Macetnya minta ampuuun. Sampai jalan Cipaganti  jam 22.30, aaah udah pasrah aja Jangkung udah tutup. Tapi Tigor kekeuh jalan sampai depan Jangkung, sebagian udah di tutup. Tapi, alhamdulillah masih bisa makan di luarnya.😀 Nyaamm.. [Iga bakar /porsi : 20.000*kalau gak salah inget]

Jam 11 lewat, kita masih bingung cari tempat menginap. Pilihan ke Wisma Tomat di Dago atas pupus, karna penuh. Diputuskan ke Daarut Tauhid. Kalau di daarut tauhid gak di bukain pintu atau penuh, kita udah ada cadangan di Asrama Bumi Ganesha-nya ITB buat cowo, dan numpang di kotsan perempuan di sekitaran situ. *trims Darma, yang selalu berbaik hati utk direpotin😛

Alhamdulillah meski jam 23.30 kita ngetok Penginapan Daarus Shalihah, masih di bukain pintu. Ah, nyamannya.. Kita ambil 2 kamar. Saya sama teh Ika, sedangkan 3 bujang lainnya di kamar sebelah. Tarif kamarnya terjangkau, 1 kamar 150rb, untuk  yang bertiga jadi 200rb. Jam 01.00 kami benar-benar tidur dalam kenyamanan teramat sangat.

Ahad, 27 November 2011

Dan hey, ternyata itu malam tahun baru Islam! iya, 1 Muharram. Selesai sholat subuh, saya langsung ke Masjid DT, ada kajian penyemangat pagi dengan tema semangat baru di 1 Muharram. Yang paling saya ingat, pesan terakhir dari Ustadzanya begini :

Pokoknya, yang masih single, harus nikah di tahun 1433 H yaa! Mari kita aamiin-kan bersama-sama

*sambil senyam-senyum saya ikut meng-amin-kan, hehe.

Paginya, jam 10 pagi kita beragkat ke Gasibu. Targetnya Yoghurt Cisangkuy dan jajanan di sekitarnya. Beneran deh, yoghurt Cisangkuy ini yang ter-enak! Saya pilih yang rasa leci, asemnya seger.. potongan buah lecinya bikin pengen lagi pengen lagi. Eh ya, untuk berbagi pengalaman ya.. jangan pesen tahu gejrot kalau mau minum yoghurtnya! karna perpaduan rasa, after-taste-nya itu loh aneh bangeeet.. Kalau sama serabinya sih asik-asik aja😀 [yoghurt cisangkuy : 11-15rb, surabi : 5rb, tahu gejrot : 5rb, maicih : 25rb]. Dari situ lanjut makan siang di Seafood HDL Cilaki. Seafoodnya enak, tapi porsinya itu gak nahaan.. banyak banget! dan harganya lumyan mahal.. Kemarin berlima habis 300an😀

fyuuuuuh, ternyata panjang juga ya kalau di tulis day-by-day ya. Silahkan rasakan sendiri indahnya Indonesia!

8 thoughts on “[Cinta Indonesia] Cukang Taneuh, Jawa Barat (Green Canyon)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s