Kekasihku Pergi Saat Berjihad [kisah pegawai Pajak]


SAYA TEMUKAN SOSOK IDEAL PEGAWAI PAJAK pada mendiang suami saya. Hanya Allah pemilik kesempurnaan, dan Allah menciptakan sosok yang hampir sempurna bagi saya dan anak-anak. Ismail Najib nama lengkapnya. Ia terlahir dari keluarga yang sederhana di pelosok Jambi. “Ayah,” kami biasa memanggilnya. Ibunya, mertua saya, memanggilnya Mael. Teman kantornya memanggilnya Najib –atau Pak Najib.

Abang pergi mendahului kami. Ia menitipkan tiga buah-hati kami. Dafi Muhammad Faruq, putra, umur enam tahun, kini kelas satu SD. Adiknya, dua putri cantik kami, Kayyisah Zhillan Zhaliila, usia tiga tahun dan Mazaya Hasina Najib, tiga bulan. Ketika Abang mangkat pada 21 Februari 2011, si bungsu masih dalam kandungan empat bulan. Meski telah pergi, Abang mendidik saya menjadi orang kuat dan mandiri. Dengan kondisi long distance, saya memilih homebase di Kota Kembang demi pendidikan anak anak. Dengan bekal ilmu agama yang Almarhum berikan, sekarang saya menjadi tahu apa itu arti syukur, ikhlas, dan tawakal. Itulah yang membuat saya harus bangkit menyikapi keadaan ini.

Pegawai Pajak, pekerjaan yang luar biasa “banyak godaannya”. Abang memberikan pengertian pada saya bahwa materi yang identik melekat dengan pegawai Pajak, jangan menjadi patokan kebahagiaan dan kesenangan. Karena, tidak semua orang Pajak bermateri (saat itu saya tidak mengerti apa maksudnya).

Hingga sekitar 2005, Abang mengutarakan puncak kegundahannya. Setelah bekerja selama satu dekade , kebimbangan itu pun terucap, “Bunda, Ayah takut apa Ayah sudah menafkahi keluarga ini dengan halal?” ia bertanya kepada saya. Banyak pandangan negatif terhadap pegawai Pajak saat itu –bahkan hingga kini. Saya bekerja di satu bank BUMN. Banyak nasabah dan teman seprofesi yang “curhat” tentang tindak-tanduk pegawai Pajak dan betapa ribetnya mengurus pajak –waktu itu, sebelum modern.

Kami melihat kenyataan bahwa saat itu ada pegawai pelaksana yang punya rumah dan mobil mewah. Abang seorang kepala seksi, dan kondisi itu yang membuat Abang sering memberi pengertian pada saya. Sebagai seorang istri pegawai Pajak, saya harus hidup sederhana dengan gaji sebagai PNS. “Jangan pernah terpengaruh dan mempengaruhi suami untuk mendapatkan sesuatu yang tidak halal,” Abang memberi nasihat.

“Apa gaji yang ayah terima ini halal?” kembali ia gusar. “Nafkahilah keluarga ini dengan keringatmu. Bun percaya Ayah akan memberikan yang terbaik untuk kami,” jawab saya.

“Kira kira bagaimana jika Ayah keluar saja? Jadi guru ngaji,” tuturnya membulatkan tekad. Matanya berlinang. Saya pun ikut menangis saat itu.

“Ayah, apa gak mau lingkungan Ayah jadi lebih baik? Kalau Ayah mundur sekarang, gak ada perubahan di Pajak. Ayah harus mengubah kebiasaan itu. Pajak memerlukan orang seperti Ayah untuk bisa berubah. Ayah pasti bisa,” tutur saya menyambung percakapan waktu itu.

“Iya yah, Bun,” jawabnya. Kegelisahan itu akhirnya terjawab dengan modernisasi dan reformasi birokrasi DJP. Pada 2006, sampailah juga gelombang kantor modern di Jawa Tengah –waktu itu Abang dinas di Pekalongan.

Abang orang yang sangat sabar, tenang, tak banyak bicara. Malah terkadang tanpa ekspresi. Namun dalam diamnya, saya tahu ia tak diam. Selama kami bersama, belum pernah ia marah sekalipun. Ia laki-laki yang hangat dan update –selalu tahu semua hal. Diajak segala macam diskusi, pasti langsung nyambung apapun topiknya, apalagi soal agama. Keseimbangan itu yang kami teladani di rumah. Ia orang yang ngocol, kadang jail dan sangat romantis. Dengan gitar kesayangan, ia sering bernyanyi bersama anak-anak dengan kekonyolannya, melucu sampai tertawa terbahak-bahak. Itu semua momen yang kami rindukan.

Salah satu lagu pengantar tidur anak-anak yang sering dinyanyikan, “Demi masa, sesungguhnya manusia kerugian,melainkan yang beriman dan yang beramal sholeh, ingat lima perkara sebelum lima perkara, sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sempit, hidup sebelum mati…”

Loyalitas dan dedikasinya yang tinggi tak diragukan. Saya acungi jempol. Saya ingat, saat itu saya sedang hamil enam bulan anak pertama. Tatkala terkena pengristalan batu ginjal, ia masih bekerja larut hingga hampir pingsan di sebuah klinik di Pekalongan. Opname yang dianjurkan dokter tak dihiraukannya. Saat itu hari-hari akhir penerimaan SPT wajib pajak. Operasi “tembak” adalah solusi yang kami pilih karena bisa lebih cepat pulih dan tidak usah dilakukan pembedahan. Saran dokter, opname selama dua minggu. Namun, bedrest hanya bertahan tiga hari. Kala itu belum ada mesin absen fingerprint. Masih serba manual dengan tanda tangan. “Titip absen saja, kenapa?” saya saking kesalnya memberi saran. “Lagi sakit kok mikirin kerjaan, gimana bisa orang sakit kerjanya maksimal?”

Abang hanya tersenyum mendengar kekesalan saya. Alhasil, dengan keadaan yang masih lemas, ia tetap kerja. “Sakit itu ujian dari Allah. Harus kita nikmati,dan jangan mengeluh,” jawabnya simpel.

Tiga tahun tugas di Pekalongan dilalui dengan baik. Lalu, Abang mutasi ke Palembang. Satu sisi lebih jauh dengan kami. Tapi di sisi lain, lebih dekat dengan kampung halamannya. Alhamdulillah, Agustus 2010, kami didekatkan. Abang mutasi di Kantor Pelayanan Pajak BUMN, kantor pajak dengan penerimaan terbesar, yang perlu effort lebih tentunya. Saya hanya bisa berdoa agar setiap langkah yang Abang ambil adalah yang terbaik. Saya dan Ibunda tercinta –mertua saya–
mengkhawatirkannya. Semoga ia selalu sehat dan jauh dari “godaan”. Setiap minggu Ibunda selalu mengingatkan, “Mael, hati-hati dalam setiap memutuskan sesuatu. Jadilah orang yang jujur dan jangan sampai tergoda dengan duniawi ya.”

“Kenapa suamimu gak minta pindah di Bandung saja? Kan bisa lewat Si Anu. Yah, minimal setor satu Kijang lah,” salah satu teman saya yang suaminya juga di Pajak mengipas-kipasi. Saya tak tahu maksud ucapannya, apakah ia bercanda atau serius.

Dan seperti biasanya, ia hanya tersenyum saat saya ceritakan hal itu. “Sudah, gak usah dipikir. Allah punya rencana yang lebih indah untuk kita. Yah kita berdoa saja. Sekarang Pajak sudah modern udah gak perlu kayak gitu lagi kok. Yang penting kerja kita bagus. Apapun yang kita lakukan karena Allah. Malah jadi ibadah kan?”

Ketika kasus Gayus terekspos, tentu ini mengecewakan banyak pihak yang telah bekerja keras. Di satu sisi justru suami saya senang. “Pada akhirnya, biarlah yang benar yang akan menang,” tuturnya. Di sisi lain, kita harus membuktikan bahwa tidak semua orang Pajak seperti Gayus. “Orang Pajak sekarang beda dengan yang dulu. Sudah modern, sudah tidak ada lagi ‘kebiasaan’ Itu,” tuturnya yakin. Secara tidak langsung saya pun ikut menjadi “jubir” bagi teman-teman di lingkungan saya.

Kebiasaan Abang yang lain adalah ingin perfeksionis. Ia ingin segala hal sempurna, rapi, dan sangat teliti. Tak mau meninggalkan cela pada pekerjaannya. Contoh kecil saja, saya kalah bila harus menyetrika bajunya. Tanpa menyakiti hati saya, ia bilang lebih puas dengan hasil setrika sendiri.

Februari 2011, Abang mengemban amanat, jadi satu anggota tim yang menyusun sebuah buku coaching di Kantor Pusat. Ia siap mengutarakan sejumlah gagasan untuk penyempurnaan program itu. Sayang, dalam perjalanan menuju medan tugas itu, Abang menyongsong takdirnya. Satu titik dalam sebuah periode yang mengubah total kehidupan saya dan anak-anak.

* * *
DUA KALI KAMI tertunda berangkat haji. Pada akhir 2008, kami sudah siap. Namun, Abang mengalami kecelakaan dalam perjalanan pulang tugas dari Palembang menuju Jambi. Tabungan kami untuk Ongkos Naik Haji pun akhirnya terpakai untuk biaya mengganti mobil dinas Livina yang ringsek. Abang tak mau memanfaatkan fasilitas asuransi kendaraan kantor. Dia memilih bertanggung jawab sendiri. Uang bisa dicari, mungkin Allah belum berkehendak. Yang penting Abang selamat. Tahun 2009 pun kami lewatkan. Maklum, masih belum cukup biaya untuk melunasi. Hingga akhirnya, 2010, saya mantap naik haji. Berapapun biayanya. Apapun kendalanya. Saya berdoa, “Mudahkan ya Allah, kami ingin beribadah.”Alhamdulillah, ada jalan walaupun kami harus memanfaatkan pinjaman kantor saya. Itupun Abang masih ragu, “Bunda, apakah ini hak kita?” tanya Abang. Padahal, dengan gajinya sekarang, mungkin Abang bisa saja langsung melunasi ONH. Namun tidak demikian. Abang masih bersikeras dengan alasannya. Alhamdulillah akhirnya saya dapat memantapkan hati Abang. Dengan izin-Nya, kami bisa melunasi ONH dari hasil tabungan gaji pokok PNS, bonus, dan sedikit tambahan pinjaman. November, tiga bulan sebelum kehilangannya, berangkatlah kami berdua.
Sepertinya Allah sudah menyusun rencana dengan sangat indah. Empat puluh hari saya bersamanya di tanah suci adalah waktu yang sangat indah dan tak dapat saya lupakan. Selama kami berumah tangga dari awal menikah, kami belum bisa kumpul bersama. Saat itulah saya merasakan indahnya kebersamaan yang tak ingin terpisahkan. Sempurna rasanya sebagai istri yang bisa melayani dan mengurus suami. Begitupun Abang. Ia menunjukka keceriaan yang tak pernah saya lihat sebelumnya. Abang adalah tipe orang yang sangat perhatian dan romantis. Satu kali kami hendak salat dan saya berdiri di samping belakangnya. “Bunda salatlah di saf (barisan) perempuan.” “Tapi, Ayah… Bunda sendirian.” kebetulan saat itu suasana padat sekali di Masjidil Haram. Saya sempat mengelak.

“Berjihadlah, ayah bertanggung jawab mendidik Bunda dan anak-anak.” Sedih rasanya mendengar jawaban itu. “Bunda harus terbiasa sendiri,” sambung Abang.

“Kenapa, Yah?”
“Karena kita lahir sendiri. Mati pun sendiri.”
“Jangan bilang gitu yah. Anak-anak masih kecil.”
“Ada Allah yang menjaga anak-anak,” Senyumnya membuat hati saya merasa tenang dan yakin. Ternyata ini pesantren yang Allah berikan lewat ilmu agama yang baik dari Abang. Saya dapat pengetahuan banyak.Terima kasih ya Rabb, Kau telah memberikan kesempatan untuk kami dapat beribadah bersama. Sungguh, momen itu tak mungkin bisa terlupakan. Banyak nikmat yang kami terima sampai kami tiba ke tanah air dengan selamat. Hadiah terindah dari Tanah Suci, saya positif hamil.

Beberapa peristiwa merupakan pertanda yang tak saya sadari. Tanggal 9 Februari 2011, dua pekan sebelum hari celaka itu, kami nonton teve bareng. Ada berita tentang selebritis yang jadi politisi kehilangan suaminya –yang juga artis cum anggota Dewan. Sang istri menangis mengelus-elus nisan suami. “Kalau Bunda seperti itu gimana, ya Yah? Anak-anak masih kecil…” spontan saya nyeletuk dengan maksud bercanda.

Entah kenapa rasa humor yang seperti biasanya, hilang tergantikan dengan tausyiah. “Itu yang tidak boleh,” tuturnya tenang, “menangis, meratapi di pusara tidak baik. Yang diperlukan orang yang telah meninggal adalah doa dari yang masih hidup, bukan bunga yang wangi atau nisan yang indah. Saat Nabi Muhammad ditinggal istri tercinta Khadijah pun beliau merasakan kehilangan dan hanya berkabung tiga hari. Boleh menangis, asal jangan meratap.”

“Hidup di dunia hanya sementara, justru hidup setelahnya yang akan kekal. Perbanyaklah bekal untuk di akhirat. Tiada daya upaya manusia untuk mencegah bila Allah telah berkehendak untuk mengambil nyawa manusia. Jangan takut, Allah lebih dekat dari urat nadi kita. Banyak baca buku tentang agama, yah Bun. Biar tambah banyak ilmunya.”
Dengan senyuman khas yang menenangkan, Abang tak pernah seperti sedang mengajari bila ia sedang berbagi ilmu. Abang berujar, “Tolong jaga anak-anak. Didik agamanya dengan baik. Istikamahlah karena bila agamanya kuat dan takut kepada Allah, dia bisa menghadapi dunia dengan ilmu. Bukan dengan harta dan ingat Allah selalu tahu apa yang kita perbuat.”

* * *
SEMENJAK PULANG ZIARAH, Abang memperlakukan saya begitu istimewa. Mungkin karena saya sedang hamil. Saya begitu dimanjanya. Hingga Minggu malam itu (20/2)… Kehamilan dua anak sebelumnya, Abang tak pernah menuruti keinginan saya, sekalipun merajuk jika meminta sesuatu. Tapi malam itu… “Kita makan di luar yuk. Bunda pasti pengen apa deh. Kan lagi hamil muda. Ayo lagi kepengen apa?” ujarnya setengah memaksa untuk pergi. Akhirnya kami pergi makan di sebuah resto ikan bakar favoritnya. Karena lama tugas di Makassar, kuliner ikan wajib sebulan sekali buat kami. Abang memesan menu lebih banyak dari biasanya. Alasannya, bisa dibungkus untuk sahur. Alhamdulillah, Senin-Kamis tak pernah terlewatkan untuk puasa sunah. Apa ini yang disebut pertanda? Hendak berangkat ke resto, kami mendapati ban mobil kempes. “Bersyukur, Bunda. Kita keluar rumah nih. Ban kempes, kalo ketahuannya besok pagi, bisa-bisa Ayah kesiangan rapat di Kantor Pusat. Ayah yang menyiapkan ide, masak terlambat? Gak enak dong.”Lagi lagi dengan senyumanya.

Tengah malam, Kayyisah panas dan muntah. Rewel sekali. “Dede (panggilan Kayyisah) pengen tidur sama Ayah aja…. Pengen dipeluk Ayah… aku sayang Ayah. Ayah gak boleh kerja,” rengeknya. Abang pun membuka baju, dan memeluk Dede. Dan Alhamdulillah panasnya reda. Dede pun terlelap.

Pukul setengah tiga dini hari, kami bangun salat tahajud. Biasanya, kami selalu berjamaah. Setelah berdoa, kami berpelukan, saling meminta maaf. Ritual itu tak pernah absen kami lakukan sehabis salat. Tapi kali ini Abang minta salat sendirian. “Kita pisah yah. Ayah mau memperbanyak salat tahajudnya.”

“Kenapa?” pertanyaan itu mestinya saya ungkapkan. Tapi tertahan di hati saja.

Ikan bakar yang seharusnya jadi menu sahur tak Abang sentuh. Malah, Abang meminta buah. “Bun, tahu gak buah-buahan itu makanan di surga. Jadi Ayah cukup sahur dengan apel aja.” Saya tak bertanya, dua minggu terakhir ini Abang bertausyiah tentang kematian terus. Keanehan yang lain, Abang menitipkan Dede sama Mbak (pengasuh anak kami) berulang-ulang.

“Tak seperti biasanya, Bapak nyuruh jagain Dede berulang gitu. Kok kaya mau kemana aja,” ujar Mbak kepada saya. Jam 03.30 pagi. Saya dan Dafi mengantarnya hingga ke pool travel Xtrans di Metro Trade Center. Keanehan yang lain terjadi lagi. Abang tak mau memandang saya. Seperti orang yang sangat sedih mau pergi. “Ayah mau salat di mobil saja. Bun, hati-hati ya. Titip anak-anak,” itu kalimat terakhirnya. Biasanya Abang minta berhenti di rest area guna salat subuh.

Tepat pukul 04.30. Ring tone hape yang sengaja saya bedakan berbunyi. Abang menelepon saya. Sayang, tak sempat saya angkat karena rasa kantuk. Kami begadang karena Dede rewel semalaman. Seandainya saja saya bisa angkat telepon itu, mungkin saya bisa mendengar suaranya yang terakhir kali…

Pukul 04:35. Menurut catatan kronologis Jasa Marga, peristiwa di Tol Cipularang Jalur B Km 100 itu terjadi. Tabrakan karambol yang melibatkan satu truk, minibus travel, dan sebuah mobil, menewaskan tiga orang. Semuanya penumpang travel. Abang meninggalkan kami dalam keadaan puasa. Dan mungkin tengah mendirikan salat subuh. Dalam perjalanan memenuhi tugas.

Di mata saya, Abang wafat dalam jihad. Wallahualam –Tuhan yang punya ketentuan.

Allah punya kehendak lain. Allah lebih mencintai Abang daripada kami. Dia lebih berhak atas Abang daripada kami. Ajal, jodoh, dan rejeki hanya Allah yang tahu kapan dan di mana. Takkan pernah ada yang bisa menghalangi atau pun tertukar. Bila Allah telah berkehendak, tak ada yang mampu menahannya. Allah memberi kesempatan untuk saya agar lebih dekat dan banyak beribadah lagi. Insyaallah ini menjadi ladang ibadah.
Menyangkut kejadian ini, jangan ditanya rasa sedih. Yang saya rasakan hingga saat ini, air mata sepertinya tak bisa kompromi, seakan mendesak keluar, jika mengingatnya. Namun, saya ingat pesan almarhum. Saya tak boleh larut dipermainkan pikiran “seandainya-seandainya”. Itu semua sudah kehendak-Nya. Tak kurang dan tak lebih. Sudah begitu adanya. Hanya doa saya dan anakanak yang bisa kami berikan untuk kekasih kami… Ismail Najib.

Belakangan saya mengetahui bahwa di perjalanan, Abang sempat berkirim posting pada sebuah
grup teman kerja di Blackberry. Itu posting terakhirnya.

* * Feb 21 Mon 04:04 * *
Najib:
Dengar suara adzan selalu tdk dihiraukan atau nanti sajalah
Tp dengar suara HP woow .!! :p
Lgsung segera diambil,
Astgfirullahal’adzm. . : (

Baca Al-qur’an
Seperti orang mengeja
Tapi kalo baca bbm Buseett lancarnya,.:$
Astagfirullahal’adzm. .

Beli pulsa siapa takut !
tp kalo sedekah katanya kantong lg sekarat
Astagfirullahal’adzm. .

Pegang tasbih 1x dlm sethun
tp pegang HP dibawa selalu, walau tidur sekalipun.
Astagfirullahal’adzm. .

sama2 Insyaf yuuukk.!!! :p
Ada baiknya bbm ini disebarkan, mumpung grtisan, dan qm
pun mendapat pahala karna
saling mengingtkan sesama
* * *

SABTU (19/2), DUA HARI SEBELUM KEJADIAN, kami kontrol kandungan. Usia kandungan menginjak bulan keempat. Keinginan Abang untuk dikaruniai anak kembar putri membuat dokter Sofi geli dibuatnya. Tak seperti biasanya, dia ngebet ingin tahu apa jenis kelaminnya. “Perempuan atau laki-laki, Dok? Satu apa kembar Dok?”

“Bapak mau ke mana sih? Kayak mau pergi jauh aja. Banyak banget nanyanya. Masih empat bulan nih…”kata Dokter bercanda. “Pengen tahu, apakah doa saya makbul atau gak.” Setelah cek, diketahui calon anak kami rupanya perempuan. Tapi, “bukan kembar,” tutur Dokter. “Gak apa-apa. Tahun depan bikin lagi yah Bun,” jawabnya sambil melirik saya.
“Enak aja,” sahut saya bercanda. Rasa gembiranya tak bisa ditutupi. “Ayah makin semangat kerja nih,” ujarnya, masih dengan senyuman mautnya.

Sebulan kemudian, saya kembali kontrol. Kali ini… sendirian. Juga untuk lima bulan ke depan hingga melahirkan. Dan bertekad membesarkan anak anak saya sendiri. Ini masa yang sulit untuk saya bisa melaluinya. Kesedihan selalu saya tutupi. Dalam keadaan hamil besar sendiri tanpa suami. Betapa sesak rasanya, ujian ini begitu berat pikir saya. Terpuruknya saya seperti hilang separuh nyawa. Tapi rasa sayang pada Almarhum membuat saya bertekad harus bisa dan kuat!

Satu lagi yang membuat saya bangga, Abang tak pernah absen salat berjamaah di masjid. Sampaisampai di kompleks masjid kami, Al-Hasan, Abang disebut “Pak Ustad”. Para jamaah sudah tahu
kebiasaan Abang : paling lama berdoa setelah salat.
* * *

BAGAIMANA CARANYA? Apa saya sanggup membesarkan tiga orang anak ini? Menjaga dan mendidik mereka seperti wasiat Almarhum? Dan ternyata, perkataan Abang benar, “Allah yang menjaga.” Ini yang membuat kami bangkit menjalani kehidupan selanjutnya. Saya bersyukur, Abang mengajarkan “ilmu ikhlas”. Masih banyak ilmu yang diberikannya yang baru saya mengerti sekarang sepeninggal Almarhum . Ternyata keikhlasan berbalas pertolongan dari arah yang tak disangka.

Saya sempat down sewaktu mengurus segala sesuatu terkait hak suami saya. Sangat ribet. Banyak dokumen yang perlu dilengkapi. Proses di Kelurahan dan instansi lain cukup berbelit. Saya dihadapkan pada birokrasi yang sangat panjang tanpa kejelasan prosedur. Namun rupanya banyak uluran tangan yang membantu. Allah memberikan jalan kemudahan bila kita berpasrah dan ikhtiar. Saya bersyukur karena masih bisa bekerja. Kini, sayalah yang harus mencari nafkah demi anak-anak. Saya tak bisa membayangkan, bagaimana dengan keadaan istri yang sama dengan saya dan tidak bekerja?
Saya sangat berterima kasih kepada teman-teman seangkatan Abang (Mas Pank dan Mbak Tri).

Teman sepaguyuban telah banyak membantu dan memberikan support (baca boks “Pak Najib di Mata Mereka” –peny). “Apakah saya berhak menerima ini? Jika memang berhak, Alhamdulillah,” saya bertanya kepada Mas Iwan, perwakilan teman seangkatan Abang, yang menyerahkan santunan. Biaya sekolah Dafi juga terbantu berkat mereka. Terus terang, saya kaget dan bersyukur, sepertinya saya tak sendiri. Ada keluarga baru yang menemani kami.

Saya juga berterima kasih kepada teman-teman sekantor Abang. Mbak Rini (Ibu Dwi Setyorini, Kasubag Umum –peny) dan tim Waskon mengurus pencairan hak-hak almarhum. Sejak Februari, baru Oktober ini selesai. Pak Joga (Bapak Joga Saksono, Kasi Pengawasan dan Konsultasi –peny), serta Pak Yond Rizal (Kepala Kantor –peny). Kepala Kantor yang telah mengusulkan Abang memperoleh predikat anumerta. Status anumerta menegaskan bahwa Abang mangkat sewaktu menjalankan tugas.
* * *

TAK ADA YANG BANYAK BERUBAH dari rumah ini. Kecuali tinggi lantai yang terpaksa saya naikkan 50 cm. Maklum, dua tahun terakhir, tiap hujan turun, kompleks kami dilanda banjir. Air masuk hingga semata kaki. Rencana menambah tinggi lantai sempat saya utarakan. Itu pun saya lakukan karena masa kelahiran si bungsu kian dekat. Kasihan si kecil. Namun pesan mendiang tetap terngiang, “Bagaimana dengan perasaan para tetangga? Kalau rumah kita tinggi sendiri,
bagaimana dengan mereka? Kita jangan egois, Bunda.” Bahkan, untuk mengganti cat dinding yang baru, Abang harus tengok kiri-kanan dulu.

Pernah ada teman nyeletuk, “Gue aja udah punya rumah tiga. Suami lu kan Kasi.rumah dipinggiran ” Mendengar hal itu, nasihat beliau sederhana, “Gak usah ngiri. Kita harus bangga dengan apa yang kita punya.syukuri yang ada, Jangan harap suamimu akan mengambil sesuatu yang lebih dari haknya.” Yah, rumah ini sejak kami beli dan tempati pada akhir 2005, masih harus kami cicil hingga 10 tahun ke depan.

Tak ada yang banyak berubah dari rumah ini. Pigura mungil foto perkawinan kami masih terpajang. Kami memakai sepasang baju dan kebaya biru nyala segar. Dua buah foto kami berdua, saling berpelukan dan tersenyum juga masih ada. Foto keluarga, waktu itu masih dua anak, kami kompak memakai putih-putih, bertengger manis. Ada juga foto Dafi, alangkah gagahnya ia, saat wisuda TK Al-Biruni angkatan 2010-2011. Si sulung juga mempersembahkan piala Juara Kedua Lomba Gerak dan Lagu Geordase TK se-Kecamatan Penyileukan 2011. Di atas meja belajar Dafi dalam kamar, senantiasa berdetak jam dinding warna biru dari KPP Madya Palembang.

Semuanya masih ada pada tempatnya, seperti saat Abang masih bersama kami. Tak ada yang berubah… kau selalu di hati kami. Minggu malam itu, sebelum berangkat menjemput takdirnya, Abang menulis surat di buku Dafi dengan tinta ungu.

SURAT untuk:
Dafi jagoan ayah

Dafi, ayah mau berangkat kerja dulu ya.
Abang jagain bunda sama dede yah.

Abang emam nya yang banyak ya..
jangan lupa minum susu dan sikat gigi
kalau mau bobo.

Belajar yang rajin
jangan lupa belajar solat.

da dah Abang…
peluk sayang
dari ayah
(Ayah Najib)
ttd

Tak akan ada yang berubah dari rumah ini. Kecuali anak -anak yang bertambah besar. Anak-anak tetap ceria. Bermain bersama teman mereka di depan televisi di ruang tengah. Saya tak mau menangis di depan mereka, tiap kali mengingat Abang. Kalau kepergok Dafi, dia mengingatkan, “Bunda nangis ingat Ayah yah? Kata Bu Guru, kalau teringat ayah kita mesti berdoa, Bunda. Ayah sudah di surga, Bunda. Berarti Ayah sudah berkumpul dengan Nabi Muhammad. Kan masih ada Abang (panggilan Dafi), Kaka (panggilan Kayyisah setelah punya adik) dan Dede. Kita berjuang bersama-sama, ya Bun. ” Saya takjub mendengarnya. Anak seusia Dafi sudah bisa bertutur seperti itu.

Satu lagu sering dinyanyikan Almarhum untuk saya. Dan sekarang saya persembahkan untuk beliau: “Takkan Terganti”. Reff: “Meski waktu datang dan berlalu hingga kau tiada bertahan semua tak kan mampu merubahku hanyalah kau yang ada direlungku hanyalah dirimu mampu membuatku jatuh dan mencinta kau bukan hanya sekedar indah kau tak akan terganti…”

Delapan bulan sudah berlalu tanpa kehadirannya,Yah memang tak ada yang banyak berubah dari rumah ini begitupun dengan hati kami, Kami ingin sekadar menganggap Abang sedang berangkat kerja. Hanya, Ayah masih belum kunjung pulang. Selamat jalan Ayah akan kubesarkan dan kudidik anak kita seperti yang kau inginkan,semoga Allah selalu melindungi kami dan Semoga kita dapat berkumpul di surga kelak. Kau akan selalu ada bersama kami Peluk sayang kami yang menyayangimu,
Bandung, Oktober 2011

Pak Najib di Mata Mereka
Kolega, kawan karib, dan teman seangkatan memberi testimoni soal seorang Ismail Najib. Tim Buku Berkah mewawancarai mereka. Agus H Purnomo, moderator milis dan Sekretaris Paguyuban Sembilan Lima Satu Hati (Slash)
“Kami, teman seangkatan penerimaan dari Sarjana tahun 1995, tentu kehilangan salah satu orang terbaik. Ia punya jiwa kepedulian yang cukup tinggi. Tulisan posting beliau di milis bermanfaat, berisi nasihat. Bahkan posting terakhirnya.
Paguyuban ini terbentuk dengan misi sosial sebagai solidaritas terhadap kawan yang mendahului kami. Mereka punya keluarga. Dan anak-anak mereka adalah putra-putri kita juga. Kami berkomitmen memberi santunan beasiswa tiap bulan kepada anak teman yang wafat, sejak usia SD hingga SMA kelak. Lebaran kemarin, kami juga berbagi rasa dengan anak-anak tersebut. Dana kami kumpulkan dari iuran bulanan. Sejak Juni 2008, kami melembagakan paguyuban ini jadi Yayasan.

Tapi, kami tetap netral. Ini bukan wadah gerbong-gerbongan angkatan tertentu. Awalnya, kami berjumlah 641. Perkembangannya, ada teman yang resign dari DJP atau Kementerian Keuangan. Anggota kami tinggal 594. Walau bagaimanapun, kami tetap satu ikatan keluarga besar. Sebelum Najib, tiga teman sudah dipanggil –berarti kini kami kehilangan empat sahabat. Namun kami baru menyantuni enam anak dari tiga teman. Kami masih menelusuri keberadaan keluarga alm. Muji Haryadi. Muji resign dari DJP, sempat mengajar di UIN. Kabar terakhir dia ambil S3 di IPB, meninggal pada 2009. Anak-anak beliau juga berhak mendapat santunan seperti lainnya.”

Ahmad Rivai, teman satu kelas kawan sekamar
“Kami bareng di Diklat Pajak Terpadu. Belajar juga bareng. Najib sering menjadi imam salat – orangnya khusyuk. Dia awalnya di KPP Tanjung Priok dan saya di Jatinegara. Kami satu kantor di Kelapa Gading ketika menjadi Kasubsi (Eselon V). Saya di Orang Pribadi sedangkan Najib di Pengolahan Data dan Informasi. Waktu itu masih dikenal bagian “basah” dan “kering”. Data termasuk yang “kering”. Tapi Najib tak pernah mempermainkan kewenangan demi keuntungan pribadi. Setiap kami butuh data, dia selalu respon dengan cepat dan penuh tanggung jawab. “Data ini harus dimanfaatkan untuk penerimaan negara,” kata dia. Orangnya bersih, lurus, jujur, smart, bersemangat. Terus terang, saya iri atas semua kebaikannya.

Promosi menjadi Kasi (Eselon IV), kami berpisah. Najib di Makassar, saya di Purwakarta. Di sana, Najib tinggal selama lima bulan di rumah mertua saya. Setelah empat tahun, dia pindah Pekalongan. Lalu, kami bertemu kembali di Palembang. Orang yang pertama kali dihubungi adalah saya. Dia di KPP Madya, saya di Kanwil Sumatra Selatan. Kami satu kamar di rumah dinas KPP Palembang Ilir Timur. Dia selalu membangunkan saya salat tahajud maupun subuh. Mutasi lagi, saya di Madya Bekasi dan dia di BUMN. Baru-baru ini saya bermimpi, dia dimandikan sebelum dikuburkan. Tapi dia bangun dan menyapa saya, “Apa kabar?” Banyak kawan mempersamakan saya itu Najib dan Najib adalah saya. Saya menangis mengenangnya.”

Joko Widodo, Account Representative KPP BUMN
“Saya salah satu bawahan beliau di Seksi Pengawasan dan Konsultasi I. Setiap mendengar azan, Pak Najib langsung berhenti mengerjakan segala hal. Lalu bergegas ke masjid. Mestinya semua pegawai muslim mencontoh itu.”

———————————

PENTING UNTUK DIBACA

Tulisan ini di dapat dari milis divstan08 yang berasal dari salah satu tulisan di dalam buku BERKAH (Berbagi Kisah dan Harapan) DJP ditulis oleh Bunda Nelly ARS istri dari Bapak Ismail Najib. Jadi.. disini saya jelaskan ya, kalau saya bukan istri Bapak Ismail Najib, bukan Bunda Nelly , karna banyaaaak komen yang menshare hal-hal tertentu yang ditujukan untuk Ibu Nelly. Saya hanya menshare di blog ini dengan tujuan menebar kebaikan dan turut serta dalam aksi sadar anti korupsi di lingkungan instansi saya bekerja, Kementerian Keuangan. Saya sendiri adalah salah satu pegawai di Badan Kebijakan Fiskal. Insyaallah ratusan apresiasi teman-teman akan saya sampaikan kepada Bunda Nelly, insyaallah *sedang diusahakan. Terima kasih banyak untuk tanggapan yang luar biasa dengan menshare tulisan ini di ribuan akun media sosial teman-teman. Tulisan ini sudah dibaca puluhan ribu manusia, insyaallah banyak manfaatnya ya..

Ibrohnya? Untuk orang non-Kemenkeu,  janganlah menyamaratakan semua pegawai Kementerian Keuangan seperti GT atau koruptor lainnya. kalau bukan kalian yang percaya, mau siapa lagi?🙂

untuk pegawai kemenkeu? yuuuuks, jaga diri dan keluarga kita dari segala hal yang bukan HAK kita!!


Demi  Agama dan Bangsa Tercinta🙂

297 thoughts on “Kekasihku Pergi Saat Berjihad [kisah pegawai Pajak]

  1. Bersyukurnya kami yang hanya membelikan susu puteri kami dari gaji kami, hanya dari gaji kami, yang sungguh-sungguh menjadi hak kami karena kami bekerja untuk republik ini. Salam untuk Bu Najib, semoga selalu diberikan ketabahan dalam mendidik dan membesarkan Putera-puterinya. Sungguh, “Gusti Alloh mboten sare”.

    salam

  2. nice story..
    doakan saya bisa menjadi seseorang yang mampu menjadi peniru Alm. Najib..
    dan semoga keluarga ibu selalu dibantu dan diberkahi Allah SWT. Amiin.

  3. salute! *hormat😀
    saya senang masih ada orang seperti alm. pak Najib.. membaca artikel ini saya jadi ingat diri sendiri. sebab akhir-akhir ini saya mulai apatis terhadap sekitar. gara2nya saya dicap berlebihan oleh seseorang saat ingin menyelesaikan masalah. akhirnya saya sering merasa terlalu antusias, tapi mungkin teman saya itu hanya iri ya? seperti pak Ahmad Rivai itu. jadi saya sudah memutuskan. mulai sekarang g akan ragu lagi bersikap seperti alm. pak Najib.. saya jadi ingat suatu kalimat dalam komik jepang Liar Game, bahwa “apatis adalah kejahatan yang sebenarnya”.

    kisah ini inspirasi buat saya. menegaskan apa yang saya ragukan sebelumnya. saya rasa ini hidayah. jadi saat ini saya mengucap alhamdulillah. terima kasih sudah mau sharing..

    turut berduka cita sedalam-dalamnya. semoga kematian beliau tidak menjadikan orang baik semakin langka, mudah-mudahan bisa mendorong lebih banyak orang berbuat kebaikan. amin ya rabb.

    mahasiswi D3 Pajak STAN

  4. ijin share

    saya adalah salah seorang anak buah almarhum sewaktu di makassar
    akan saya share isi blog ini di FB saya
    semoga bisa menginspirasi yang membacanya
    salam untuk keluarga yang ditinggalkan

  5. suka dengan quote ini : ““Berjihadlah, ayah bertanggung jawab mendidik Bunda dan anak-anak.” Sedih rasanya mendengar jawaban itu. “Bunda harus terbiasa sendiri,” sambung Abang.

    “Kenapa, Yah?”
    “Karena kita lahir sendiri. Mati pun sendiri.”
    “Jangan bilang gitu yah. Anak-anak masih kecil.”
    “Ada Allah yang menjaga anak-anak,” Senyumnya membuat hati saya merasa tenang dan yakin. Ternyata ini pesantren yang Allah berikan lewat ilmu agama yang baik dari Abang.”

  6. insya ALLAH, ALLAH pasti akan membalas semua perbuatan almarhum
    dan untuk keuarga yang ditinggalkan,
    mudah-mudahan diberi ketabahan oleh ALLAH SWT

    tulisannya sangat bermanfaat bu’
    terimakasih ya

    doakan saya mudah2an bisa menjadi pegawai di kementerian keuangan dan juga menjadi pegawai negeri yang baik seperti beliau ya bu

    🙂

    • Alhamdullilah dg kepergian Almarhum, yg begitu cepat, tulisan ibu mudah2an menjadi inspirasi bagi kita PNS, semoga ibu selalu dilidungi yg maha kuasa, dan almarhum diampunin dosa beliau Amien3x

  7. Subhanallah..
    Memang sosok lakilaki yg bertanggung jwb untuk keluarga,bangsa,dan agama baik ddunia maupun d akhirat,smga sgala kebaikan alm. Slalu dkenang dan patut dcntoh untuk generasi muda lainnya
    Untuk klrga yg dtinggalkan tetap semangat untuk masa depan y bu ^_^

  8. Tak terasa saya menitikkan air mata saat membaca tulisan ini..
    Saya adik tingkat almarhum waktu kuliah S1…saya sangat bangga punya abang seperti beliau..
    Semoga Allah SWT menempatkan beliau ditempat terbaik-Nya…amiin ya rabbal alamiin..

  9. Semoga Allah memberikan kesabaran bagi kita semua … Aaamiiiin .. , ada seorang teman bernama Feb amni dia seorang penulis coba kirim tulisan ini kepadanya …

    • terlalu suci gimana? manusia pasti juga punya salah dan dosa, tapi apakah harus diceritakan semua? apalagi seorang istri apakah harus membuka aib istrinya
      saya kenal secara pribadi beliau karna pernah menjadi bawahan dan sekantor kurleb 3 tahun. insya Allah benar beliau orangnya sangat santun, selalu shalat berjamaah. kekurangan ? pasti punya tapi apa harus ane sebar-sebarkan??

      ini link berita disenin pagi yang sangat menyedihkan itu
      http://www.inilahjabar.com/read/detail/1254992/x-transtravel-kecelakaan-di-cipularang-3-tewas

      • boleh juga diceritakan sisi negatifnya, biar bisa diberikan penilaian secara adil, kalo cuma dari sisi positifnya, maling atau rampok atau koruptor juga punya sisi positif, dan kalo diceritakan dengan metode seperti ini, orang seburuk apapun pasti kesannya positif,
        hmmm, kalo boleh saya kasih komentar yg real, dari pertengahan cerita, saya merasa orang tsb terlalu gila kerja.
        IMHO & CMIIW

      • Bagi Rekan yang sudah meninggal, habis sudah jejajk kisahnya . Marilah kita kabarkan YANG BAIK dan KUBURKAN keburukan yang mungkin saat itu belum disadarinya TAPI JUSTERU karena itu dia mendapat PETUNJUK ALLLAH untuk selanjutnya BERBUAT BAIK dan menjadi MUSLIM yang RIEL. Semoga ANDA juga akan MENDAPAT HIKMAHNYA, Aminn ya Rabbalalamin.

      • Anonim/anonym : Entah anda agamanya apa, atau malah tidak beragama, tapi dalam Islam seseorang dilarang mengungkapkan keburukan dari orang lain, karena ibarat makan bangkai saudaranya sendiri

  10. saya menjadi saksi kebaikan akhlak beliau; pada periode dinasnya di palembang, ketika suatu hari libur kejepit tidak mudik, kami berempat sesama perantau menikmati hari itu dengan memancing ikan di kolam seorang kawan : beliau rela menyelesaikan bagian dari tahapan tugas mengeluarkan dan membersihkan isi perut ikan hingga siap bakar . . . . Allohumaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu anhu

  11. trenyuh mendengarnya..
    benar2 menjadi pelajaran yang sangat berarti
    semoga saya juga bisa berbuat yang demikian kepada keluarga saya..amin..

  12. astagfirullahaladzim….allahummagfirlahu warhamhu waafihi wa fuanhu.
    subhanallah….nangis saya d buatnya.
    kisah yg penuh inspiratif, keteladanan,
    ya…kekayaan sesungguhnya adalah kekayaan batin.
    harta bukanlah jaminan bahkan jadi ancaman.
    ancaman di dunia dan akhirat tentunya.
    semua yang kita lakukan ada hisabannya d akhirat entar.
    subhanallah……nangis saya bacanya.

  13. coba pemimpin kita seperti pak Najib..
    saya tahu persis prinsip2 org palembang dalam menjalankan tugas..
    klu mereka sudah pegang prinsip dalam hidup akan di jalankan dgn baik karna allah semata..

  14. Kesimpulan saya…
    1. Lulus D3 usahakan jangan di Pajak
    2. Harus Punya Usaha diluar PNS agar tidak jadi koruptor
    3. Atau Pindah meniti Karir di Swasta….

    Saya sangat terharu mendengar kisah pak Najib,,, Semoga Allah Melapangkan Kuburnya,,..
    Ijin Share…

    • kalo kesimpulan ini si urusan ente
      kalo sekarang si gaji+tunjangan di kemenkeu uda diatas rata2 standar industri ya, apalagi buat lulusan D3

    • keputusan no.3 yang benar sekali,,, saya kenal lulusan STAN yang akhirnya memilih keluar dari PNS…
      penghasilannya meningkat hingga 10 kali lipat…
      dan yang idealis memilih nertahan menjadi PNS… ya gitu deh…

      • saya lulusan STAN
        saya idealis dan bertahan di PNS
        saya bahagia….
        bahagia itu gak harus punya gaji 10 kali lipat
        hidup sederhana dan berusaha meneladani seperti pak najib itu indah banget
        bersyukur lah..

    • Saya Rasa pendapat Anda itu didasarkan persepsi budaya korup Indonesia yang sulit sekali diubah…

      Memang anda benar,, pada kenyataannya manusia suka tidak sadar ketika ia korupsi…

      Memang lebih baik jika mempunyai skill yang lebih keluar dari lingkungan PNS… karena PNS hanya dihargai sampai umurnya 60an…

      dan saya akan lebih suka untuk menghindari korupsi daripada melawannya..

  15. subhanallah…cerita nyata yg menginspirasi sekali..
    Ya,allah..
    semoga saya bisa seperti almarhum..amiin
    Semoga keluarga yg ditinggalkan diberi ketabahan,keikhlasan dan kekuatan..
    Salam hormat + salut saya..

  16. Emhhh semoga sy bs mendapatkan suami sprti itu,brtgg jwb dan berjiwa pemimpin. Semoga amal ibadah d terima di sisi ALLAH swt. Smoga ibu dan putera puterinya slalu d berikan yg trbaik dan slalu d lindungi allah. Amin YRA

  17. Pak Najib adalah salah seorang rekan kerja saya di Palembang yang paling saya kagumi. Walau tidak satu kantor, karena saya di Kanwil dan Pak Najib di KPP Madya, namun kami sering sekali bekerja sama. Terakhir kami bekerja sama adalah pada saat masuk dalam tim penyusunan modul panduan bagi AR.
    Namun itu semua adalah kenangan manis ketika bersama Almarhum. Saya hanya berdoa, semoga semua perjuangan yang telah dilakukan oleh Almarhum akan membuahkan hasil yang baik bagi kemajuan bangsa dan khususnya Ditjen Pajak.
    Salam kenal Mbak Chairunisah…

    http://syafrianto.blogspot.com

  18. trimakasih sharing-ny..Really inspiring….
    semoga KEMENKEU masih terisi org-org seperti Alm.
    Indahnya kejujuran, kesederhanaan, ikhlas dan tanggung jawab..
    Doa untuk Alm dan keluarga yg ditinggal..
    Keep Fighting…..

  19. sebuah hal yang biasa
    yang tidak biasa itu
    untuk selalu mengatakan pada diri sendiri “tidak” pada dosa besar maupun kecil
    afwan
    subhanalloh T_T
    semoga diberikan kesabaran

  20. Subhanallah..subhanallah…
    Semoga memasukkan Pak Ismail Najib ke dalam barisan para syuhada. Amiin
    Terima Kasih sudah berbagi kisah yang sungguh memberi teladan. Semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan iman dan kesabaran kepada Ibu sekeluarga. Salam kami dari tanah Papua.

  21. Saya bangga menjadi anak buah beliau sewaktu beliau tugas di makassar, beliau adalah teladan saya dan inspirasi buat saya, buat Ibu Najib agar tabah dalam membesarkan anak anak , amin

  22. Subhanallah.. smg sgala amal beliau mendapat balasan yg setimpal dari Allah.. Smg seluruh keluarga pak Najib di berikan kesabaran, keteguhan, keistiqomahan. Smg putra putri beliau tumbuh menjadi orang2 shaleh-shalihah yg menebarkan kebaikan2. Allah mencintai hamba yg sabar. Smg kelak kita semua bertemu di surganya Allah kelak Aamiin.

  23. Amazing…. semakin menginspirasi saya untuk lebih berprinsip dalam kehidupan… Selamat jalan Pak Najib, saya yakin masih banyak Najib-Najib lain di Dirjen Pajak….

    Tahun lalu saya berhasil dapat refund USD 1juta tanpa mengeluarkan uang sepeser-pun untuk pemeriksa-nya…Luar Biasa jujur pemeriksanya dan saya semakin salut dan yakin bahwa orang jujur tidak akan pernah habis…..

  24. Maha suci Allah Swt yang telah menciptakan makhlukNya yg sebagai pribadi,suami dan pemimpin keluarga seperti akh Najeb ini yang bisa menjadi contoh dan teladan bagi kita semua …… …..

  25. turut berduka cita (walaupun tidak mengenal beliau, saat itu saya menuju acara yang sama yang akan dihadiri almarhum) semoga amal kebaikannya diterima allah SWT. Pegawai pajak walaupun dicaci maki sampai saat ini eksis berjuang dengan mengumpulkan penerimaan negara sebesarnya bagi kesejahteraaan rakyat indonesia, Sebaik baiknya manusia adalah yang paling berguna bagi manusia lainnya. ……..Salut akan teknik menulis dan bertutur yang sempurna……..semoga menjadi penulis besar dikemudian hari.

  26. Subhanalloh.. Smg dg kisah ini membuat keyakinan tidak smw PNS berjiwa korup.. Dan lebih mengokohkan PNS2 yg trs brjuang layaknya spt. alm. bahkan bs lebih baik lg..
    Sykrn atas share kisah ini..
    Smg kita smw dberi keberkahan dan almarhum dberi t4 yg layak dsisi-Nya..
    Amin..

  27. masyaAlloh tabah ya umi, smg Alloh mempertemukan kita diwaktu yang tepat. Dan kita bisa mengambil hikmah dari semua kejadian. Amin

  28. Allahumaghfirlahu warhamhu waafihi wafuanhu…..
    semoga allah menjadikan alm termasuk dalam golongan orang2 baik…amiinn..
    dan semoga keluarga yg ditinggalkan diberikan ketabahan dan kebaikan selalu…amiinn…

  29. Saya berkenalan dengan beliau pada waktu acara pisah sambut di KPP Madya Palembang. Saya numpang mobil dinas beliau pada saat pulang. Kemudian berita duka itu sampai ke kami yang ada di palembang. Semoga ALLAH mengampuni segala dosa dan kesalahan serta menempatkan Pak Najib di sisi-Nya…amiin. Semoga kami sekeluarga dapat meneladani kekhusyukan beliau dalam beribadah…amiin

  30. Subhanallah…. Allahu Akbar
    Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu
    tak terasa air mata menetes, sangat menyentuh
    semoga saya bisa seperti almarhum.
    ijin share tulisannya

  31. Semoga Alloh membimbing kita …..
    Alloh humma arinal haqqa haqqan, warzuknattiba’ah, wa arinal batila batilan wazuknajtinabah [ya Alloh, tunjukkanlah yang hak (benar) adalah hak, dan berilah kekuatan untuk mengikutinya, dan tunjukkanlah yang batil (salah) adalah batil, dan berilah hamba kekuatan untuk menjauhinya)….amiiinnnn
    thx

  32. Subhanallah…..saya menangis membaca kisah ini😦
    Sungguh…diperlukan banyak sosok seperti Alm. Pak Najib agar bangsa ini dapat berubah
    Semoga Ibu Najib dan keluarga diberi ketabahan dan kemudahan dalam menjalani hidup ini

    Syukron…,Assalamuallaikum Wr.Wb

  33. Mungkin satu diantara 10.000
    Ane melihat sendiri… .mereka seperti apa…
    Atau karena Ane belum kebagian ?
    Subhanalloh… .Lindungi kami ya Alloh… .

  34. sunggguh sangat luar biasa, sosok PNS yg perlu dicontohkan . . .
    saya ikut terharu pada sosok pak Najib. semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT, dan keluarga yg ditinggalinya mendapat ketabahan dan jalan dalam semua kejadian ini. aminnn……

  35. Alhamdulillah…Saya ikut sedih dan ikut bahagia, semoga Almarhum Pak Nadjib mendapat tempat terbaik dan mulya di SISI-NYA Aamiin

    jujur saya pernah satu kantor dengan beliau, dan apa yang saya baca, tidak ada beda dengan sikap prilaku beliau sehari2…

    semoga saya, rekan satu kantor dulu di makassar, bisa mengikuti kebaikan2 beliau Aamiin Ya Rabb

  36. subhanallah… sungguh Maha Suci Engkau ya Allah
    seperti inilah contoh pegawai yang dibutuhkan oleh semua instansi di semua kementerian dan lembaga baik itu vertikal maupun daerah demikian juga orang-orang yang duduk di istana dan senayan….

    ya Allah, berilah kekuatan-Mu dan rahmat-Mu bagi keluarga ini
    lapangkan barzah hamba-Mu ini, tempatkanlah ia di barisan terdepan orang-orang yang beriman pada-Mu ya Rabb

    semoga saya bisa mencontoh kehidupan beliau

    salam hormat saya dan keluarga

    Dany
    staf DJKN-Kemenkeu RI

  37. berani jujur berani resiko, Allah senantiasa bersama orang-orang yang membela jalan Allah…
    semoga dapat menjadi koreksi diri saya pribadi dan keluarga. Amin
    Selamat jalan pak Najib!!

  38. Subhanallaah, ga kuat rasanya menahan air mata ini membaca kalimat demi kalimat, Semoga Allah Swt mengaruniakan RahmatNya Utk Almarhum Pak Najib, saya bangga dengan beliau (alm)🙂

  39. buat ibu Najib….saya ingin share, ketika ibu dan bpk harus berpisah krn beda tempat kerja…
    bisa kasih tips dan trik dalam menjalaninya…
    krn saat ini saya mengalami hal tersebut…
    saya di jkrta dan suami di jombang..
    saya mengajukan pindah ke surabaya ato jombang sampe hari ni belum disetujui,ketika kami masih belum menikah saya menjalaninya dengan easy going aja tp sekarang kami sudah memiliki anak dan saya merasa anak kami kurang dengan sosok ayah…
    ayahnya datang ke jkrta 1 bulan sekali…dan skrg krn adek sdh cukup besar jd sering tanya ayahnya…so suami saya diusahakan bisa dtg 2 minggu sekali.
    alhasil gaji suami,habis di jln dan alhamdulillah gaji saya bisa mengcover…

    ibu,saya ingin berbagi pengalaman untuk menguatkan saya….
    untuk sarannya saya ucapkan terima kasih…

    • Ijin share mbak ya untuk misua di jombang dn istri di jakarta….itu tidak seberapa pengorbanan mbak di banding suami saya yang sdh 18 tahun tidak pernah ke tempat asal (Bandung) sejak penempatan pertama, sementara suami saya juga sudah berkeliling dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan sekarang Jayapura. Sedangkan saya sebagai istri bekerja dan homebase di Makassar. Atas pengorbanan ini, apabila suami saya sdh pindah di Jawa saya rela untuk ikut demi kebersamaan dn kasihan juga suami saya sejak masih muda sudah jarang bersua dengan orangtuanya. Semoga dengan adanya share saya ini, pihak2 yang berkepentingan dgn mutasi tergugah hatinya….(Bayangkan 18 tahun!!!) Dan saya juga sudah berdoa di depan Ka’bah semoga ada Keadilan dalam perjalanan karier kami khususnya Pegawai DJP….Tolong kami di didangar…….

  40. Turut berduka cita yg sedalam-dalamny atas kepergian Bp.Najib, sy sdkt bnyk tau bgmn bekerja d dirjen pajak krn Alm. Ayah sy jg pegawai pajak beliau meninggal thn.2007, dalam keadaan sakit krn serangan stroke beliau msh giat dan semangat untuk bekerja…sbg abdi negara…tetap semangat ya untuk ibu Najib..

  41. Subhanallah..,

    Alhamdulillah masih ada org seperti Alm Pak najib..,
    Semoga kita bisa mencontoh beliau..,

    Semoga alm diterima disisi Allah SWT dan keluarga yg ditinggalkan diberi ketabahan..,
    Amiin ya Rabbal Al-amiin..,

  42. Salam untuk Bu Najib

    Saya sangat terharu dan terkejut dengan cerita ini… karena cukup kenal dengan Pak Ismail Najib. waktu di Makassar, saya sering ketemu dengan Pak Najib, sy kerja di KPKNL makassar satu gedung di GKN I Makassar, jadi sering jumpa.
    Semoga amal ibadah beliau diterim disisi_Nya… amin…

  43. subhanallah…smg allah menempatkannya pada tmpat yg baik. Smg kelurganya diberi kekuatan utk senantiasa sabar dan ikhlas dan smg kita bs ambil pelajarnnya….

    • Ya Alloh kuatkan dan teguhkanlah hati kami agar bisa mencontoh sisi yang baik ini seperti almarhum bpk. najib, aminnnn ya robbal alaminnnnnn…….

  44. sangat menyentuh…
    semoga ALLAH menjadikan kisah ini sebagai inspirasi bagi mereka yang menginginkan perubahan….
    semoga rahman dan rahim ALLAH akan selalu menyertai kehidupan kita….. aamiin..
    salam…

  45. merinding bacanya…sampe2 nangis…..benar2 menggugah…..mudah2an kita bisa memetik hikmah dari cerita ini……. trimakasih tuk semua….

  46. Air mata ini mengalir begitu deras
    Krn suatu hari kitapun akan menyusull beliau
    sampai saat inipun aq sll berdoa kpd Allah agar menjaga suamiku dan panjangkanlah umurnya
    Krn sungguh aq tak sanggup hidup tanpanya
    Klopun diizinkan sama Allah, aq saja yg dluan menghadapNya
    Tpi ajal tak ada yg mengetahui
    Love u so much papa
    Semoga kita selalu bersama d dunia dan akhirat nanti
    Amiiiin

  47. Kisah yang sangat menginsipirasi. Mungkin bisa masuk kick andy, sebagai berita penyeimbang terhadap pemberitaan negatif yang selama ini melekat dengan pegawai Ditjen Pajak. Semoga bisa mengikuti dan meneladani yang Pak Najib pernah lakukan untuk DJP dan Keluarga

  48. aq justru nangis pas baca komen2 org yg kenal sm Pak Najib…ternyata ada manusia sempurna spt Alm di dunia ini..sy pikir udah ga ada org2 spt beliau..smg Allah melapangkan kuburnya, diterangkan kuburnya, diberi jalan yg mudah mencapai pintu surga..amin…buat Istri dan anak2, selalu jd keluarga yg menjadi panutan buat kita ya bu…wass

  49. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang bahkan memberi ancaman keras untuk perbuatan mengambil maks.
    فقد ثبت في حديث عبد الله بن بريدة عن أبيه في رجم الغامدية التي ولدت من الزنا أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : ( والذي نفسي بيده لقد تابت توبة لو تابها صاحب مكس لغفر له ) الحديث رواه أحمد ومسلم وأبو داوود

    Dari Abdullah bin Buraidah dari ayahnya tentang dirajamnya wanita dari suku al Ghamidiyyah setelah melahirkan anak karena zina. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang wanita tersebut, “Demi zat yang jiwaku ada di tangan-Nya, sungguh wanita ini telah bertaubat dengan suatu taubat yang seandainya penarik maks (baca: pajak) bertaubat seperti itu niscaya Allah akan mengampuninya” (HR. Ahmad, Muslim dan Abu Daud).

    http://ustadzaris.com/hukum-pajak-dan-bea-cukai-fatwa-al-lajnah-ad-daimah

  50. Saya sampai nangis bacanya… luar biasa…! Saya sangat yakin, sebenarnya masih banyak orang-orang yang seperti Pak Najib, sekalipun sdh menjadi minoritas di negeri ini. Semoga kita bisa meneladani beliau.

  51. saya terharu membaca cerita ini…saya berpikir…masih ada orang yg sejujur dan seikhlas pak najib…namun biarpun pak najib sudah tidak bersama kita lagi..kita semua berharap masih banyak pak najib pak najib yang lain….semoga amal baik pak najib diterima Allah SWT…amien..

  52. makasih udah share….

    ceritanya sangat menyentuh hati saya untuk menjadi lebih baik dari yang sekarang

    moga saja saya termasuk orang2 seperti beliau yang selalu taat beribadah…

    aamiin

  53. Kita harus bisa mencontoh apa yang di contohkan oleh pak najib, insya Allah kita semua mendapat Rahmat dan Hidayah dari Allah SWT untuk terus berjuang di jalan yang di Ridhoi oleh Nya

  54. jadi inget guru tahsin al-hikmah, seorang hafidz muda yang bekerja di KPP pusat, dengan membimbing rekan2nya tahfidz dan tahsin setiap ba’da zuhur.

  55. saya bukan orang pajak, Tp saya benar2x salut dengan Pak Najib sekeluarga yang istiqomah
    semoga Allah Mengampuni dosanya, beliau mendapat tempat yang baik di sisiNya…
    dan keluarga selalu dalam rahmat dan LindungaNya
    dan semoga Lahir Pak Najib2x baru di kantor Pajak, agar pajak Amanat rakyat, tersampaikan dengan baik

  56. subhanallah…

    takjub dengan ketabahan keluarga Pak Najib,

    juga ketabahan si sulung, Dafi :
    “Bunda nangis ingat Ayah yah? Kata Bu Guru, kalau teringat ayah kita mesti berdoa, Bunda. Ayah sudah di surga, Bunda. Berarti Ayah sudah berkumpul dengan Nabi Muhammad. Kan masih ada Abang (panggilan Dafi), Kaka (panggilan Kayyisah setelah punya adik) dan Dede. Kita berjuang bersama-sama, ya Bun. ”

    cerita yang menyentuh dan menginspirasi…

  57. saya pernah sekantor dgn Almarhum di Pekalongan selama 2.5 tahun … dan Almarhum adalah teman yg selalu mengingatkan saya saat waktu sholat tiba … setiap azhar, datang ke ruang kerja saya dan mengajak saya sholat berjamaah di Mushola kantor …

  58. .aku iri dengan keluarga bunda, aku ingin keluargaku seperti keluargamu bunda
    .doaku selalu inginkan keluarga yg bahagia
    .doaku inginkan menjadi keluarga yg jauh dari dosa
    .sungguh keluarga yg sangat harmonis
    .sangat iri q kepadamu bunda
    .Subhanallah, jadikan keluarga hamba seperti keluarga mereka y Robb

  59. SubhanaAllah,,,
    kubaca berulang2
    Semoga pak Najib mdt tempat terbaik.
    dan bu Najib smg tetap dberi ketabahan, kesabaran. semoga anak2 mjd anak yg sholeh sholikhah, Amin YRA.

  60. subhanalloh sosok yg luarbiasa, semoga semakin bermunculan dan mendominasi sosok2 seperti bapak najib dinegeri kita ini..terutama dikalangan abdi negara (PNS)

  61. Subhanallah Bunda sungguh beruntung mendpt suami yg baik tdk hanya di dunia tp juga akhirat.. Utk instansi terkait seharusnya bisa mencontoh Alm Bp Ismail Najid. Selamat jln Bp semoga mendptkan tempat terbaik disisi Allah S W T Amin

  62. seandainya pemimpin2 kita seperti pak najib tau mana yg hak dan mana yg bukan saya rasa mungkin indonesia dlm keadaan lbh baik, tp pak najib sosok yg luar biasa beliau mampu membentuk sebuah negara kecil dalam hidupnya. untuk ibu najib semoga ibu selalu menjadi wanita tegar yg menjadi contoh bagi kami kaum wanita.

  63. ketika keluar dr masjid Al Ghofur ada yg manggil…Pak Najib.!!, aku menoleh,.. ow, rupanya bukan aku yg di panggil ternyata bapak yg senama…..alhamdulillah,sempat segedung ..insya Allah aku mjd saksi keunggulan Bapak satu ini,…biarkan aku cemburu…

  64. Subhannalloh……kisah yg sangat menyejukkan hati menambah semangat bekerja dengan tulus mengharap ridho Alloh SWT. Semoga pak Najib mendapat surga yg baik di sisi Alloh SWT
    seandainya pegawai pemerintah dan DPR kaya begini pastilah Inonesia jauh dari bencana

  65. Saya terharu membaca kisah ini, mudah2han pak Njib khusnul khotimah. Sayangnya saya tidak pernah ketemu beliau. Karena selama saya berkarya diperusahaan swasta dari tahun 1974 – 2006, saya baru ketemu sekali orang pajak yang kira2 berkarekter seperti pak najib. Namanya bpk Burhanuddin asli dari Nusatenggra. mantunya Bpk Ali Munigar Bendungan Hilir. Mudah2han beliau istigomah sampai akhir hayatnya. Semua selalu ngajak cingcay, bahkan sering menawarkan kalau mau titip. Sampai2 waktu saya pertama kali berurusan dengan KIP pada tahun buku 1974, dikatakan “Ini anak baru keluar dari pesantren!”. Bahkan saya punya famili orang pajak(suami/istri) yang dengan bangga punya rumah di Semarang Selatan katanya berharga milyaran, dirumah orang tuanya semua dibelikan mobil baru dll. Bahkan orang tuanya mengatakan kepada saya bahwa itu semua adalah “HADIAH”. Subhanalloh!

  66. Kepribadian yg luar biasa ditengah carut marutnya moral pemimpin negeri ini. Sosok ayah ”ideal” yg patut ditiru. Keimanan n ketaqwaan yg bersinar.

  67. Kita harus meniru (alm) bang najib
    Pegawai yang baik
    Suami yang mencintai istri spenuh hati
    Abi yang menuntun anak2
    Imam bagi eluarga
    Teladan di tempat kerja
    Subhanallah
    Smg keluarga, anak2 kita, makan dan minum dari harta yg halal

    Menjadi ideal memang sangat sulit
    tapi bukan brarti tidak mungkin
    Saya, dan kita smua harus mencoba utk tidak menjd orang2 yg kalah..AMin

  68. Subhanallah… Bu Najib.. tetap semangat ya.. Anak2 adalah penyemangat dalam menjalani kehidupan ini.. Semoga saya bisa bertemu dengan ibu NAjib karena ternyata Ibu Najib satu kantor dengan adik saya di Bandung.. Ingin rasanya bisa ketemu dengan bu Najib… untuk bisa belajar tetap tegar dan bisa mencontoh akhlak Almarhum yg bisa tahan godaan dalam bekerja….

  69. Subhanallah ….. gerimis …
    Banyak pelajaran dari kisah ini. Kami saja yg hny membaca, bisa bnyk mengambil pelajaran, apalagi kalau bergaul sehari-hari dengannya. Sungguh terdapat ciri-ciri orang mulia pada dirinya, “dirasakan manfaat atas kehadirannya, selalu dikenang saat kepergiannya. Selamat jalan dalam jihad Pak Najib, hidup anda menjadi inspirasi kami semua.

  70. Sebutulnya msh banyak PNS yg jujur, idealis dan pekerja keras.. Namun tak bisa dipungkiri godaan sbg birokrat sangat besar.. Memilih gaya hidup sederhana dan selalu mendekatkan diri pada Allah mungkin bisa jadi salah satu cara menangkalnya..

  71. sedikit kutipan berita dari pos kota :
    Keterangan dihimpun Pos Kota, kecelakaan itu terjadi ketika kendaraan travel berpenumpang sepuluh orang datang dari arah Bandung menuju arah Jakarta setibanya di TKP saat kendaraan melaju dilajur kanan kemudian oleng kekiri selanjutnya menabrak belakang kendaraan truk tronton yang sedang berjalan dilajur kiri, pada saat bersamaan dari arah belakang kendaraan Daihatsu Sirion menabrak microbus tersebut dengan posisi akhir kendaraan setelah kejadian kendaraan Isuzu microbos berdiri normal dibahu jalan menghadap arah utara dan kendaraan Daihatsi Sirion berdiri normal dilajur kanan menghadap arah utara.

    “Dugaan sementara penyebab kecelakaan karena mengantuk,” ujar Kanit PJR Tol Cipularang, AKP, Dasril.

    Tiga korban tewas yakni Tendi Haruman,45, warga Kp Gedong No4f RT 02 RW 10, Kec Cileunyi Bandung, H Dedi Sugandi, 54, warga Bumi Panyileukan C7 No 13 RT 003 RW 006, KEC cipadung, Kidul Panyileukan, Bandung dan Ismail. (pak najib ismail)

  72. Ass..salut buat seorang istri yg solehah dan seorang suami yg bijaksana..jabatan yg dimilikinya justru membawa kebaikan untuk org banyak sehingga beliau pantas utk dikenang..hidup di dunia yg fatamorgana ini yg penuh dengan kebusukan mreka mampu membimbing anak2 mereka dgn baik…apa di DPJ ada lg yg seperti itu..saya hanya seorang supir utk org asing utk melakukan kredit rumah saja bank tdk pernah setujui krn status saya yg hanya supir tanpa status..tp membaca cerita td membuat saya semangat krn msh ada org baik di negri indonesia yg fatamorgana ini tp sayang dia pergi begitu cepat..bravo..

  73. sikap luar biasa skali dari pak najib..
    saya pegawai kemenkeu yg kebetulan berada di tempat “basah”
    semoga saya bs bertindak seperti beliau, karena jujur saat ini saya masih dalam keraguan jika ada godaan godaan tersebut

  74. Ya Allah, tempatkanlah beliau di tempat terbaik disisiMu,
    Ya Rahman, berikan kekuatan dan kesabaran kpd kluarga yg beliau tinggalkan,
    Ya Hadi Ya Ihsan, berikan hidayah serta bimbinganmu kepada kami, agar kami senantiasa dapat memperbaiki diri.

  75. air mata sy tak terbendung saat membaca tulisan ini…sy jd ingt jg perjuangan sy dan suami dl saat suami sy dituduh ‘menyalahgunakan’ wewenangnya, sy dan suami hanya pasrah sm Allah dan berdo’a agar Dia yg buktikan bahwa suami sy tdk bersalah, dan mohon ditunjukkan kebenaran. dan akhirnya do’a kami terkabul, sungguh kalau Dia yg berlaku Adil, mk manusia tdk dpt menolak Keadilan itu, tahu2 kasus suami sy terbongkar, dan ketahuan ‘dalang’nya, ada org yg mencuri password suami sy, dan nilap lewat password tsb. alhamdulillah lewat kecanggihan tekhnologi, program membuktikan bahwa suami sy sudah ‘keluar’ dr program sesuai dg jam, menit dan detik yg tertera di program, namun 10 menit kemudian ada yg masuk lg ke program tsb melalui password suami sy, pdhal pada saat itu suami sy sedang istirahat sholat dan makan siang, akhirnya semuanya terungkap, nama suami saya dipulihkan, Allah menghibur kami dg caraNya, namun ternyata tak berhenti disitu, Dia akhirnya menghukum yg bersalah dan menfitnah kami dengan ‘tunai’, pelaku akhirnya buron, dan selama buron ybs sakit, kemudian meninggal dlm pelariannya. Sungguh sy dan suami sy sudah memaafkan pelaku, krn bgmnpun jg pelaku dulunya adlah teman dari suami sy sendiri, dan suami sy tak pernah dendam kpd temannya itu…
    sungguh hanya pada Allah kt bs bergantung dalam keadaan apapun…semoga Ibunda Dafi tabah dan sabar dalam menjalani semua ujian yg berat ini, saya salut dengan ketabahan dan kesabaran Ibu…

  76. terenyuh..dan sebuah kisah yang sungguh inspiratif untuk di contoh dan diteladani sifat2 baik Alm Pak najib Semoga Amal Ibadah beliau di terima Allah SWT, dan ditempatkan di sisi NYA. Amin YRA
    untuk Bunda, Daffi, Kayissha dan Mazaya semoga Allah SWT selalu menjaga kalian..tercurahkan kasih sayang dan rahmat untuk kalian. banjir airmata nih..
    I will let my friends read this. thanks for sharing us this great story. May Allah bless u all

  77. saya juga pegawai kemenkeu tepatnya di Ditjen Perbendaharaan, saya tidak menutup mata di DItjen Pajak masih ada yg nakal tetapi banyak juga kok yang baik. semoga.. Ditjen Pajak semakin baik…

    kisah yang menyentuh… jadi ingat istriku sedang hamil 4 bulan sekarang

  78. subhanallah….kekuatan saya untuk bertahan di DJP tidak sekuat pak Najib. Saya resign dari DJP dengan alasan seperti peribahasa,,,kl tidak mau basah jgn bermain di sekitar kolam renang……akhirnya saya resign…dan saya di swasta….semoga masih banyak pak najip2 lain di DJP…Amin

  79. terharu bnget dnger crita ne,,,mga almarhum mnjdi teladan bgi pegawai laen,,,,pak najib seorang lelaki yg mmbdakan mna yg hak dan yg batil,,,smga ibuk najib tabah n sbar mnghadapi smua ujian ini,,,,

  80. subhanalloh tak terasa saya menitikkan air mata tatkala baca kisah ini,beliau imam yg sangat LUAR BIASA hebat,mudah2an kita semua bisa mengambil hikmahnya dr kisah ini.

  81. Subhanallah..
    semoga Allah melimpahkan rejeki yang mengalir seperti air hujan turun dengan derasnya dari langit kepada keluarga yg ditinggalkan dan diberi ketabahan, kekuatan dan iman serta ikhlas..
    Berkahilah keluarganya, anak-anaknya ya Allah…
    jadikanlah anak3xnya pemimpin yg jujur dan terhormat di dunia dan akhirat, amin…

    Semoga kita bisa mencontoh kejujuran, keikhlasan, kecintaan, keharmonisan, kebhagiaan dan rasa syukur ini. Allah ghoyatuuna saudaraku

  82. Luar Biasa !!!! semoga lebih banyak lagi orang2 yg seperti Alm. pak Najib. Kami dulu pernah sebentar sekolah di Perpajakan…. dan setelah teman2 lulus dan bekerja… ternyata semua itu benar….banyak teman yg awalnya di tahun2 pertama tahan terhadap godaan…. tapi tahun2 selanjutnya Wallohualam…

    Semoga Allah lebih banyak lagi menciptakan manusia2 amanah seperti Almarhum dan semoga Almarhum mendapat tempat terbaik di sisiNya.

    Amiiiinnnnn 10000x

  83. Semoga amal ibadah diterima oleh ALLAH SWT.. Saya kira, pak najib ga sendiri.. dalam hitungan statistik selalu ada dominan dan minor.. Semoga pegawai pajak dominan seperti ini, dan yang minor semoga cepat disadarkan.. amiin..

  84. Y Allah moga hambamu juga mampu mengemban tugas negara ini…
    ane salut sama almarhum, kebetulan ane juga pegawai kemenkeu, ane d DJBC, 11:12 sama pajak..
    ijin share y sis…

  85. Terharu bacanya..
    Yg Tabah ya Bunda,,itu adl ladang amal dr Almarhum untuk keluarga..
    Smg Najib’ku (suami yg kbtulan jg dDJP) mampu n selalu kuat mnjaga prinsip spt suami Bunda..
    Kisah bunda mnjd semangatku. Mnjd seorg istri pegawai DJP (sprti kt kketahui bgmn byk godaany)

  86. Subhanallah….. Allah telah memilihmu menjadi bunda yang tergar dan kuat….
    Allah begitu mencintai anda…. selalu kuat bunda, selalu tabah bunda..
    kesabaran akan mempermudah pertemuan kekal disana…..

  87. Dibalik kejadian pasti ada hikmahnya, yang tabah ya bun,,,, perjuanganmu msh dibutuhkan utk anak2mu maju trs kedepan ikuti langkah dan jejak sang ayah,,,,,Allah bersama org2 yg sabar……

  88. Subhanallah beruntung sekali saya membaca ini, mengingatkan kita kalau dunia itu hanya sementara,,ya allah semoga saya dan keluarga kecil dan seluruh masyarakat diberi petunjuk atas cerita tersbut ke jalan yang lebih baik…semoga ada lagi kisah2 yg lebih menarik, yang menyentuh iman kita.

  89. Sulit memprediksi prosentase jumlah orang-orang yang memiliki idealisme seperti ini. Saya sedikit berharap jiwa-jiwa mulia ini masih banyak di setiap instansi baik pemerintah maupun swasta untuk menegakkan kebenaran demi kejayaan bangsa ini. Nampaknya dari semua tanggapan 99,8% mendambakan keperibadian lurus ini eksis, namun sayangnya belum banyak berita tentang bentuk pendidikan seperti apa yang dapat menularkan karekter mulia ini. Justru dunia pendidikan kita penuh dengan paradoks idealisme teori dengan afektif. Dari yang saya rasakan pribadi-pribadi mulia ini seringnya terlalu cepat dipanggil Allah padahal idealisme mereka dibutuhkan untuk merubah keadaan, entah apa rahasia yang ada dibalik itu. Kejujuran, kerja keras dan keikhlasan mereka dinodai dan tenggelam oleh beberapa gelintir manusia yang berpikiran sempit dan jiwanya dikuasai oleh keserakahan nafsu syetan. Hebatnya pemberitaan yang miring dari orang yang berperilaku ‘miring’ itu tidak pernah habis dan selalu menjadi berita utama sehingga membentuk stigma pada benak kebanyakan kita bahwa semua mereka sama. Astagfirullah’al Azhiim. Ada media yang cukup berhasil menguak dan mengulas kisah hidup mereka yang tanpa pambrih seperti ini yaitu di tangan Andy F Noya Metro TV melalui Kick Andy. Semoga media lain menjadikan media mereka bernilai edukatif ketimbang hanya mengedepankan bisnis dengan meng ekspose perilaku sampah yang sebenarnya anomali yang akhirnya menjadi acuan pembenaran. ‘Ah….. masih banyak yang lebih parah dari saya…… padahal kecurangan itu tidak dinilai dari kuantitasnya tapi kerusakan sistem yang diakibatkannya.’ Saya yakin bapak Najib Ismail ini dimuliakan Allah dan saya yakin dari namanya dia datang dari keluarga yang berbobot. Semoga Allah memunculkan generasi seperti ini lebih banyak lagi di masa yang akan datang. Saya hanya ingat akan satu ayat sebagai salah satu jalan munculnya generasi seperti ini dalam Al-Qur’an Kulu mimma razaqnakum halalan thoyyiban ‘makanlah dari apa yang direzkikan kepadamu dari yang halal dan baik. Semoga kita selalu mencamkan ini agar muncul Najib – Najib kecil calon pembaharu semoga….

  90. saya terharu sekali membaca tulisan ini,,, terima kasih bunda,,saya ingin belajar ikhlas dan gigih seperti pak najib dan bunda.. salam saya Nida….Semoga Allah selalu memberkahi

  91. sya trhru mlht ksh ibu najib. sya doakan smga ibu smkn kuat mnjalani hidup ini.
    mulai skrg sya brtekad untuk mnjdi pribadi sprti pak najib, smg allah m’beri jln yg trbaik bwt sya.

    Firmansyah mhsiswa FMIPA Unsyiah Banda Aceh

  92. Subhanallah… kisah nyata yang sangat menginspirasi sekali… semoga kita semua yang membaca kisah ini dapat melanjutkan ketauladanan beliau… orang Indonesia sangat memerlukan orang” seperti beliau…
    kisah ini mengingatkan saya juga sebagai istri dari pegawai DJP, ijin share utk suami sy juga teman” lainnya.

    semoga bu najib selalu diberikan kekuatan dan kesabaran menghadapi ujian dari Allah.

  93. …tercekat rasanya tenggorokan ketika membaca tulisan ini karena berkecamuk berbagai rasa…

    Allahummaghfirlahu…warhamhu…wa’afihi….wa’fu’anhu…

  94. subhanaallah indahnya sebuah ilmu ikhlas….
    kisah yang menohok hati dan batin saya
    membuat hati benar-benar bergetar…

  95. Subhanallah..semoga kita semua bisa meneladani almarhum, dan anak istri beliau diberi ketabahan dan kekuatan dalam menjalani hidup selanjutnya. Aamiin…ijin share yaa,….makasih…

  96. Allahumma fir lahu,wa ‘afihi wa’fu ‘anhu…doa yg selalu ku berikan utk Ayah ku tercinta, smoga bpk Najib pun diampuni segala dosanya dn mendapatkan tempat terbaik d sisinya..Amin ya robbal ‘alamin..insyaAllah,akan kuteruskan perjuangan bpk Najib kelak d Kemenkeu.

  97. Semoga makin banyak org2 spt almarhum Pak Najib. Turut berduka buat keluarga dan berdoa mdh2an Bu Najib sklrg bisa istiqomah dan selalu dalam lindungan NYA

  98. semoga saya bisa seperti beliau..amiin..
    smg keluarga beliau selalu diberi kemudahan oleh Allah
    Amiin..

    Bgs bgt nih artikelnya..
    Izin share ya…

  99. di acara launching BUKU BERKAH 2 ini, bu nelly beserta anak2nya diminta tampil ke atas pentas, dgn backsound lagu “kau tak terganti”,. sementara slide menampilkan foto2 Almarhum semasa hidup,.

    hadirin tergugu, semua menangis,. haru..

  100. patut menjadi teladan dengan semangat & integritasnya, salut !!!!!!!!! smoga keluarga yg ditinggalkan tetap tabah & dalam lindungan Allah SWT. Yakin masih banyak pegawai kemenkeu yg berperilaku seperti almarhum……….

  101. Pingback: Kekasihku pergi saat berjihad (kisah pegawai pajak) « Armi’s Weblog

  102. Semoga suatu hari nanti ,aku bisa dapetin suami yang bisa bersikap dan bersifat sperti almarhum,,smga Alm.diberkan balasan Syurga dan istri juga anak beserta keluarga diberikan kelapangan hati dan keteguhan dalam menjalani kehidupan ini. Allah bersama kita smua…

  103. I like this story, begitu byk hikmah yg qt pelajari dr keharmonisan keluarganya, keteladanan tempat bekerja, contoh suami idaman ….

  104. Maaf bung saya tidak setuju kalo pegawai pajak identik dengan materi dan bermain kolusi. Itu kisah zaman dulu dan kalopun masih ada yg ‘bermain’ mungkin cuma d kota kota besar seperti jakarta, bandung dan sekitarnya. Jadi pegawai pajak sekarang cuma makan ati. Mending jadi pegawai pemda atau pemkot lebih jelas masa depannya.

  105. Pingback: Kekasihku Pergi Saat Berjihad [kisah pegawai Pajak] « Inggang Nuralam

  106. SUBHANAWALLAH…Sungguh tauladan yang luar biasa yang tidak semua orang bisa menjalaninnya, semoga Almahum mendapatkan yang terbaik di sisinya, bagi para istri – istri semoga menjadi tauladan kita tapi bagaimana bagi istri yang tidak bekerja.. mampukah dia, tapi kalau kita yakin kekuasaan Allah swt …. Ya Allah Lindungilah Suami ku, Jagala Beliau seperti engkau menjaga orang – orang yang beriman Amin

  107. SUBHANALLAH,smg arwah ny dterima ALLAH SWT dan smg pgawai pjak di negri ini ky beliau almarhum, krena dbenakq pgawai pjak, perampok rakyat.

  108. Semoga kebaikan, kejujuran dan semangan Pak Najib dapat menggerakkan berjuta hati manusia yang membaca tulisan ini.
    Mohon izin untuk copas tulisan ini di blog saya.
    Salam kenal dan terima kasih.

  109. Orangnya memang low profile & sholeh, bener2 pribadi yg baik, sampe sekarang saya belum ketemu sama atasan seperti itu lg. ( org palembang )

  110. Semoga Allah, memberikan yang terbaik bagi kita.
    para anti korupsi diantara medan yang penuh dg korupsi.
    ………………………….
    inilah perjuangan kita
    menahan diri dari harta dan kesenangan yg bukan hak kita

  111. Pingback: Kekasihku Pergi Saat Berjihad | The Personal Site of Juwarto

  112. Assalamualaikum,

    sungguh inspiratif, kisah ini mengingatkan juga akan mendiang Ayah saya dan juga sahabat2 yang telah pergi mendahului.
    Semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah ini, dan lebih mensyukuri apa yang Allah telah berikan kepada kita.

  113. Smga kisah ini bs ditiru utk para PNS & para pejabat di Negeri ini

    Yaa Rabb, jadikanlah hanya hal2 yg halal yg melewati kerongkongan kami & melekat ditubuh kami.

    Jadikanlah setiap tetes peluh dlm kerja kami sbg kristal2 tasbih utk meninggikan asmaMu & menjalankan syariatMu Yaa Rabb

    Wahai yg Mengabulkan tiap kata & kalimat dlm doa. Kabulkanlah doa-doa kami ini Yaa Rabb

  114. subhanallah Aku tidak kenal mereka…Tapi selama aku membaca kisah itu, air mataku bercucuran….Ya Allah si zaman ini masih ada keluarga seindah itu…Terimakasih Allah….Kisah nyata itu menginspirasiku….

  115. Pasti masih banyak Warisan ( Ilmu ) yang ditinggalkan oleh Bapak Najib untuk Istri dan anak anaknya.

    Mohon kami di bagi ( share ) , agar bisa menjadi Tauladan seperti Bapak Najib.

    Terima kasih ya Allah…hari ini aku mendapatkan pelajaran yang sangat berharga…untuk bisa menjadi

    kepala Keluarga yang bertanggung jawab dunia dan akhirat…

    mohon izin untuk di share……

  116. Saya benar2 trenyuh membacanya. Saya yakin Bunda Nelly kuat dan tabah menghadapinya berkat didikan almarhum Bpk Najib. Menurut saya, profesi apapun rentan korupsi di negeri ini. Ingat, korupsi bukan hanya “makan” uang negara, tapi termasuk juga “makan” uang yang bukan menjadi hak kita, Saya hanya berkeyakinan, suatu saat anak-anak kita akan menjadi orang berhasil dunia dan akhirat apabila semua yg kita berikan padanya berasal dari uang yang halal. Anak adalah harta yg tak ternilai, karena saya selalu berharap ridho Allah selalu berada di dekat kami

  117. Membaca ini saya teringat suatu hari empat belas tahun yg lalu di tahun 1997 di KPP Tanjung Priok, pegawai-pegawai dikumpulkan dalam rangka pemilu. Pas sesi pembahasan tentang masalah pekerjaan bang Najib bertanya tentang apakah boleh pegawai pajak menerima atau meminta kepada WP. Ruangan menjadi tegang padahal sebelumnya lebih banyak bergurau sewaktu menjelaskan tentang pemilu. Saya ingat jawaban 2 orang atasan kami : Satu jawaban marah-marah, sedangkan satunya mengisahkan ibarat yang selalu membuat saya tersenyum kecut “Kita di pajak ini seperti lebah yang mengecup madu dengan mulut untuk dibawa ke ratu lebah, wajar kalo mulut lebah merasakan manisnya madu”. Itulah lingkungan, segala cara digunakan, kasar, halus, ancaman, bujukan. Sungguh masa-masa yang berat. Salut buat bang Najib. Selamat jalan bang….

  118. sistem pajak yg sekarang dijalankan oleh negara ini saja sudah tidak sesuai dengan tuntunan Alloh dan Rasul Nya, seharusnya pegawai pajak yg masih punya nurani lebih baik mengundurkan diri saja…seeprti ide awal si ayah…jadi guru ngaji jg lebih baik. dari pada makan dari gaji yg berasal dari perasan darah rakyat. Qta ini percaya dengan Alloh, tetapi ketika sudah disodori aturan dari Alloh, “kepercayaan ” kita kepada Nya hanya tinggal 0 %.
    Alloh sdh memberikan aturan zakat…tetapi tidak mau melaksanaknnya….alasannya “tarikannya” terlalu kecil 2,5% dari penghasilan netto. Kalo dengan pajak bisa 10% – 20% dari brutto/netto penghasilan pasti lebih besar penerimaannya. Hahahaha bodoh sekali…..yang mengatur semesta ini sudah memberikan aturan yg baik tapi manusia yg “pintar” berani menganulirnya…..akhirnya ya seperti sekarang ini korupsi dimana-mana….azab dari Alloh untuk perekonomi kita. Akan lebih baik jika pada masa mendatang kantor pajak menjadi kantor zakat, ya sekali lagi jika penguasanya paham aturan yg alloh berikan kalo tidak paham atau sebenarnya paham tapi pura2 bodoh……seperti sekarang ini……korupsi dimana-mana.

  119. Saya membaca ini saat jam kerja,,,,membaca dengan seksama, sebagai wanita saya sedih, sebagai seorang istri saya terhanyut, sebagai seorang pegawai saya tersentak….. menyentuh sekali. Semoga Bunda Nelly diberikan kemudahan atas segala sesuatu dalam membesarkan dan medidik buah hati tercinta. Saya doakan sehat selalu dan Dalam Lindungan Allah SWT…… Amien,,,,,,,,,

  120. Turut berduka atas musibah yg menimpa, mudah-mudah amal baiknya diterima dan diampuni dosa-dosa beliau serta diberi kekuatan kpd seluruh keluarga yg ditinggalkan. Namun maaf sy ingin sedikit sharing. Sy juga mantan pegawai bank pemerintah yg ikut program pensiun sukarela. Stlh pensiun sy bisa lbh banyak belajar agama kpd berbagai ustadz yg rata-rata lulusan timur tengah. Salah satu situs yg sering sy buka adalah http://www.pengusahamuslim.com .akhirnya sy banyak tahu bahwa penghasilan karyawan bank adalah riba dan dosa riba yg paling ringan adlh spt (maaf) berzina dengan 36 pelacur atau berzina dgn ibu kandung sendiri. Sedangkan pelajaran lain yg sy dapatkan a.l. pajak adalah pungutan yg tdk sesuai syar’i (haram) krn seharusnya sesuai sunnah rosul yg boleh dipungut adalah zakat saja, selainnya adalah ghuluw (berlebihan). Sy mhn maaf harus menyampaikan hal ini dlm situasi yg sungguh krg tepat, namun sungguh sy sangat prihatin melihat kawan-kawan yg sangat bersemangat dlm agama ternyata tdk mengetahui haramnya bekerja di bank di indonesia khususnya (konvensional maupun syariah), shg mereka merasa nyaman dgn pekerjaannya pdhal di sisi Alloh itu adalah dosa yg amat sangat besar jauh melampaui zina. demikian jg tdk kalah dosanya adalah pajak, krn tdk hanya bunga yg diambil, ttp bahkan pokoknya juga. Sekali lg mohon maaf, ini sekedar sharing. Mudah-mudah Alloh senantiasa menjaga dan menolong kita dari setiap cobaan yg diberikanNya shg kita lulus dari semua ujianNya.

  121. Subhanallah…. Subhanallah…..
    hanya ini yang bisa saya ucapkan waktu baca kisah ini….
    Tak terasa, air mata ini mengalir….. malu rasanya diri saya jauh dr sifat2 pak najib…
    Berharap segera mendapatkan suami yg punya sifat seperti pak najib, yg bisa bimbing saya….

  122. alm h.ismail najib “pakte” begitu saya biasa memanggil nya,beliau adalah org yg baik, saat kami sedang kumpul bersama dy selalu berkata kepada saya untuk terus belajar dan selalu beribadah, saat say oprasi dan mengeluh kesakitan dy berkata “sakit itu penghilang dosa dita”
    pakte allah jauh lebih menyayangi pakte :’)

    teh nelly be strong :’)

  123. Sungguh haru bacanya..saya sebagai ponakan sangat terkejut setelah mendapat tlfn yg menyampaikan kecelakaan itu, innallilahiwainailaihirijiun.. Semoga kita semua selalu ikhlas dalam menghadapi segala hal.. Selamat jalan Paman Mael semoga amal ibadah diterima Allah SWT.

  124. Subhanallah
    Sungguh teladan yg baik, patut di contoh bagi siapapun
    Buat teh nelly dan anak2, yg tabah ya, اَللّه Swt tidak akan memberi cobaan di luar kemampuan umat nya
    Saya sesama orang Jambi sangat bangga dengan almarhum

  125. subhanaallah…..
    mudah”an semua PNS dapat meneladani tookoh diatas (*bpk.Najib)
    dan semoga almarhum mendapatkan tempat yang layak disisi-NYA…
    amien…..
    *dari seorang PNS Dtretes malang

  126. Ada yg menetes diantara kedua mata saya mmbca kisah ini….sangat inspiratif…smoga msh byk d luar sana Najib2 lain yg mngantikan alm..Amin..

  127. ijin share Bunda.
    subhanaLlah kisahnya Bunda, walapun sy prnh mdengar lngsung kisahnya dari Bunda Dafi, tapi rasanya airmata ini tidak bisa menahan untuk keluar..tak seperti Bunda yang tegar dengan ujian ini..
    subhanallah kisah ini jadi inspirasi buat saya…. semoga pak najib ditempatkan dibarisan terdepan, barisan para Syuhada…Amiin ya Allah
    Saya yakin Bunda Dafi pasti kuat dan bisa menjadikan anak-anak Bunda yang sholeh dan sholehah dan menjadikan anak-anak Bunda yang tangguh, penuh semangat, pintar..yang bisa saya berikan hanya do’a untuk Bunda,anak-anak, dan keluarga Bunda. Salam untuk Abang Dafi,dan adik abang Dafi Kayyisah dan Mazaya. ^_^

  128. Salut dan bangga untuk ibu Najib,..
    Salut dan bangga pula untuk alm bpk Najib….
    Semoga masih banyak Najib” lainnya di Indonesia tercinta ini…
    Amiiin….

    • sungguh cerita yang luar biasa indah saya merindukan sosok suami yang seperti alm suami yang taat agama jujur sayang keluarga dan slalu memberi kita arahan yang baik dan disampaikan secara lembut

  129. Allohumagfirlahu warhamhu waafihi wa’fuanhu. subhanalloh kisah nyata yg sangat luarbiasa dan inspiratif. mudah2an masih banyak PNS di negeri ini yang masih jujur seperti pak alm Najib

  130. Ya Allah knapa org baik seperti pak Najib harus kembali kepadamu lebih dlu .. Maha suci Allah ..
    Orang yg menebarkan kebaikan akan mendapatkan hal yg baik juga sekalipun pak Najib sdh tdk ada pasti Allah sdh siapkan hal yg baik juga untuk keluarga pak Najib ..

    Sabar ya bu Nelly Allah sayang pak Najib dan keluarga ibu ..

  131. Pingback: Kekasihku Pergi Saat Berjihad « .:.hanya ingin belajar.:.

  132. trimakasih sudah share ini🙂

    saya mendapat banyak ilmu tentang ikhlas, tanggung jawab, tawakkal dan 1 hal yang sering terjadi di negri ini yaitu salah men-generalisasi penilaian kepada suatu pihak.

    sekali lagi, terimakasih mba sudah share😀

  133. tak terasa air mata menetes ketika membaca cerita ini..Subhanallah.
    seperti ketika membaca perjuangan para sahabat Rasulullah
    Semoga banyak sosok pank Najib yang dilahirkan di dunia ini.

  134. late response.. tapi saya udah baca ini berkali2..dan saya tetap menangis..
    DJP sudah modern.. dan saya tahu, banyak pegawainya yang baik.
    semoga kisah ini menginspirasi kita semua.

  135. saya tidak bekerja di DJP, tapi membaca tulisan ini sangat terharu, karena saya juga seorang ibu, semoga dapat meneladani kel ibu nelly & bpk najib, kadang Allah SWT memberikan yang tidak kita inginkan, namun pasti ada hikmah yang baik dibalik rencana Allah, Semoga ibu nelly kuat dan tabah..amin.

  136. Luar biasa. Semoga beliau menjadi salah satu dari orang-orang yang terselamatkan. Ibu Nelly patut bersyukur dalam-dalam. Ibu Nelly adalah salah satu dari yang teramat sangat sedikit yang mendapat kepercayaan ALLAH SWT mendampingi seseorang yang salah satu dari yang juga teramat sangat sedikit. Didiklah titipan ALLAH SWT melalui Ibu dan suami dengan syukur dan sabar. BismiLLAH, suami Ibu masih memiliki kriteria bibit generasi yang mungkin saat-saat kini terancam punah. Kriteria yang memiliki integritas, profesionalime, pelayanan dan kesempurnaan.

  137. Subhanalloh…sungguh indah kehidupan ini bila apa2nya didasarkan krn kecintaan kita pada Alloh,merinding mbacanya ,air mata mengalir dengan derasnya,bersukur pada Alloh krn saya dipertemukan dengan t neli istri almarhum,yg sangan menginspirasi saya untuk bersyukur dan lebih mencintai suami dan anak2 kami,sampai maut memisahkan kami.
    Salam sayang saya buat anak2 yg sangat lucu dan tegar.peluk cium buat Teeh Nelly ku, Kau tak akan pernah tergantikan.

  138. Subhanalloh..Alhamdulillah..Allohuakbar..Luarr biasa.. membaca tulisan ini sangatlah menyentuh, insyaalloh almarhum tergolong salah seorang ahlusunah yg selalu berpijak pada Quran dan Sunah, dan orang yg mukhlish, semoga Almarhum diterima segala amal baiknya, diampuni dosa”nya serta mendapatkan kedudukan istimewa disisi Alloh SWT.
    Subhanalloh lama tdk ada kabar/cerita ttg Nelly, setelah saya yg meninggalkan kampung halaman, luarr biasa…Alloh menjadikan mu sbgai wanita pilihan terbaiknya, dari dulu sllu mnjadi yg terbaik (dulu menjadi Pramuka Garuda) teruji ketangguhan dan kemandirianmu, semoga Alloh selalu melindungi dan memberkahi mu beserta keluarga tercinta.
    jazakallohukhoir..Insyaalloh tulisan ini sangat berbanfaat untuk tauladan dalam aktivtas dan profesionalisme kerja dialam yang banyak fitnah ini.
    Wallohu’alam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s