Hati-Hati Sakit Jiwa!

Beneran cha, hati-hati dalam berfikir. Kamu tau, satu dari sepuluh orang di Jakarta itu sakit jiwa. Iya sakit jiwa! Tiba-tiba obrolan dengan Mbakku -yang psikolog- kembali ter-play begitu saja. Sakit jiwa? Membayangkannya saja aku tak berani. Tapi dengan fakta-fakta di lapangan, sepertinya sakit jiwa bukan hal yang aneh. Hati-hati dengan pikiranmu. Seperti pagi ini, begitu banyak istighfar yang terucap.

Pernah suatu pagi, dengan bodohnya dia menginginkan bangun dengan sosok manusia lain. Terlepas dari masalah-masalah yang tiap saat datang. Selesai satu, datang dua, selesai dua, datang tiga,begitu seterusnya. Itu sakit jiwa!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s