Bangun Cinta dengan Al-Quran (2)

Alloh teramat sayang sama saya, Alhamdulillah.. Kajian Rabu pagi  (20 Juli 2011) ini oleh Ustadz Ustadz Abdurrahman bin Ahmad Assegaf Lc. membahas tentang “Kemuliaan Membaca Al-Quran”

عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفْوَانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ سَلَّمَ:خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَ عَلَّمَهُ

Dari Utsman bin Affan ra berkata, Rasulullah saw bersabda:

Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur’an. (HR.Bukhari)

Rawi Hadits:

Khalifah ketiga menggantikan Umar bin Khattab. Utsman bin Affan pernah menikah dengan putri Rasul yang bernama Rugayyah dan Ummu Kultsum. Keutamaan utsman banyak disebutkan dalam hadits dan jasanya sangat besar dalam Islam diantaranya pengumpulan al-Qur’an, Utsman termasuk salah satu yang telah mendapatkan jaminan masuk ke dalam surganya Allah. Dikatakan beliau wafat pada tahun 35 H.

Hikmah Membaca al-Qur’an:

  • Setiap hurufnya sepuluh kebaikan
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
Barangsiapa yang membaca satu huruf al-Qur’an maka baginya sebuah kebaikan dan kebaikan itu akan dilipat gandakan hingga sepuluh, aku tidak katakan alif laam miim itu satu huruf akan tetapi ‘alif’ itu satu, ‘laam’ itu satu dan ‘Miim’ itu satu huruf.
(HR.Thurmudzi, dari Abdullah bin Mas’ud, beliau mengatakan hadits ini shahih)
  • Sebaik-baiknya do’a

مَنْ شَغَلَهُ الْقُرْآنُ وَذِكْرِي عَنْ مَسْأَلَتِي أَعْطَيْتُهُ أَفْضَلَ مَا أُعْطِي السَّائِلِينَ وَفَضْلُ كَلَامِ اللَّهِ عَلَى سَائِرِ الْكَلَامِ كَفَضْلِ اللَّهِ عَلَى خَلْقِهِ

Barangsiapa menyibukkannya al-Qur’an  dan mengingat-Ku meminta kepadaku niscaya aku berikan kepadanya dengan sebaik-baik dari apa yang Aku berikan kepada orang yang meminta, dan keutamaan kalam Allah atas seluruh kalam bagaikan keutamaan Allah dibanding dengan mahluk-Nya”. (HR.Thurmudzi dengan sanad yang hasan, dari sahabat Abu Said al-Khudri)
  • Meninggikan derajat dalam surga

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِي الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا

Dikatakan kepada pembaca al-Qur’an ‘Bacalah seperti engkau membaca di dunia sungguh kedudukanmu terletak di akhir ayat yang engkau baca.(HR.Abu Daud, no. 1664, Thurmudzi , no. 3081 dan Ibnu Majah, no. 3780 dan Imam Ahmad dalam al-Musnad, 2/192. Berkata Imam Thurmudzi : Hadits ini Hasan Shahih)

  • Memberikan cahaya kepada orang tuanya

عَنْ سَهْلِ بْنِ مُعَاذٍ الْجُهَنِيِّ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَعَمِلَ بِمَا فِيهِ أُلْبِسَ وَالِدَاهُ تَاجًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ ضَوْءُهُ أَحْسَنُ مِنْ ضَوْءِ الشَّمْسِ

Dari Sahl bin Muadz al-Juhani dari ayahnya, sesungguhnya Rasul berkata “Barangsiapa membaca al-Qur’an dan mengamalkannya dipakaikan pada orang tuanya mahkota di hari kiamat cahayanya lebih baik dari cahaya Matahari”  (HR. Abu Daud, no.14. al-Musnad, 3/440)

  • Penghindar dari siksa

عَنْ أَبِى أُمَامَةَ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ : ..فَإِنَّ اللَّهَ لَنْ يُعَذِّبَ قَلْباً وَعَى الْقُرْآنَ

Dari Abi Umamah, sesungguhnya Allah tidak akan menyiksa hati yang dipenuhi dengan al-Qur’an (Sunan Darimi, Kitab Fadhail Qur’an)

  • Diperbolehkan iri kepada ‘pembawa’ al-Quran

أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا حَسَدَ إِلَّا عَلَى اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الْكِتَابَ وَقَامَ بِهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَرَجُلٌ أَعْطَاهُ اللَّهُ مَالًا فَهُوَ يَتَصَدَّقُ بِهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ

Abdullah bin Umar berkata, aku mendengar Rasul bersabda “Tidak diperbolehkan hasad kecuali dalam dua perkara, seseorang yang diberikan al-Qur’an dan membacanya di sepanjang malam dan seseorang yang diberikan Allah harta dan dia mensedekahkannya sepanjang malam dan siang hari. (HR.Bukhari 9/65 dan Muslim, 815)

  • Menumbuhkan ketenangan

Berkata Usaid bin Khudair ra:

بَيْنَمَا هُوَ يَقْرَأُ مِنْ اللَّيْلِ سُورَةَ الْبَقَرَةِ وَفَرَسُهُ مَرْبُوطَةٌ عِنْدَهُ إِذْ جَالَتْ الْفَرَسُ فَسَكَتَ فَسَكَتَتْ فَقَرَأَ فَجَالَتْ الْفَرَسُ فَسَكَتَ وَسَكَتَتْ الْفَرَسُ ثُمَّ قَرَأَ فَجَالَتْ الْفَرَسُ فَانْصَرَفَ وَكَانَ ابْنُهُ يَحْيَى قَرِيبًا مِنْهَا فَأَشْفَقَ أَنْ تُصِيبَهُ.

فَلَمَّا أَصْبَحَ حَدَّثَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ اقْرَأْ يَا ابْنَ حُضَيْرٍ اقْرَأْ يَا ابْنَ حُضَيْرٍ قَالَ فَأَشْفَقْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنْ تَطَأَ يَحْيَى وَكَانَ مِنْهَا قَرِيبًا فَرَفَعْتُ رَأْسِي إِلَى السَّمَاءِ فَإِذَا مِثْلُ الظُّلَّةِ فِيهَا أَمْثَالُ الْمَصَابِيحِ فَخَرَجَتْ حَتَّى لَا أَرَاهَا قَالَ وَتَدْرِي مَا ذَاكَ قَالَ لَا قَالَ تِلْكَ الْمَلَائِكَةُ دَنَتْ لِصَوْتِكَ وَلَوْ قَرَأْتَ لَأَصْبَحَتْ يَنْظُرُ النَّاسُ إِلَيْهَا

 Ketika aku membaca surat al-Baqarah tiba-tiba kudaku yang dalam keadaan terikat meringkik dan melompat, tapi saat aku hentikan bacaanku kuda itu pun berhenti, lalu aku baca kembali dan dia meringkik dan melompat lagi. Karena khawatir atas keselamatan anakku yang saat itu berada tidak jauh dari kudaku maka akupun menghentikan bacaan al-Qur’anku. Dan ketika di pagi hari aku mendatangi Rasul saw dan menceritakan kejadian malam itu kepadanya. Nabi berkata: Bacalah wahai ibnu Khudair, bacalah wahai Ibnu Khudair !, Aku menjawab: Ya Rasul, aku khawatir dengan keadaan putraku. Rasul bersabda: Sungguh para malaikat turun mendekat pada suaramu seandainya kamu membacanya sungguh di pagi penduduk akan melihatnya.

Rasulullah bersabda:

Dari Abu Musa al-As’ari ra, Rasul saw bersabda:

إِنَّ مِنْ إِجْلَالِ اللَّهِ إِكْرَامَ ذِي الشَّيْبَةِ الْمُسْلِمِ وَحَامِلِ الْقُرْآنِ غَيْرِ الْغَالِي فِيهِ وَالْجَافِي عَنْهُ وَإِكْرَامَ ذِي السُّلْطَانِ الْمُقْسِطِ

Sungguh diantara pemuliaan kepada Allah memuliakan orang tua yang Muslim dan pembawa al-Qur’an tanpa berlebihan dan tidak berlaku keras terhadap mereka serta memuliakan para pemimpin yang berlaku adil”.

(HR.Abu Daud, Kitab adab, dengan sanad yang hasan, no. 4843, Imam Bukhari dalam kitabnya Adabul Mufrad, no. 357).

Dalam hadits bukhari disebutkan bahwa Rasul saat mengubur para syuhada Uhud  yang terbanyak menghafal al-Qur’an diutamakan penguburannya. (1/223)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s