Run

Beberapa waktu yang lalu saya pernah posting tentang takut mimpi kan? Akhirnya mimpi-mimpi selanjutnya saya cuekin aja, dengan langsung berwudhu begitu bangun tidur. Sampai akhirnya, dua hari yang lalu kembali bermimpi. Mimpi biasa aja sebenarnya. Saat itu saya adalah anak SMP yg sedang ujian praktik olahraga. Lari! Olahraga yang paling saya gak suka, tapi karena ini ujian praktik akhir mau tidak mau harus saya jalani. Saya terus berlari menyusuri rute ujian, mengejar dan dikejar teman-teman. Sampai akhirnya saya sudah melihat tanda finish, senang bukan kepalang. Tapi eits, tersadung batu gak penting yg ada di tengah jalan. Batu kecil saja, tapi karen saya dalam kecepatan maksimum, jadi efeknya fatal. Celana olahraga robek d bagian lutut. Darah mengalir hingga ke telapak kaki, sikut saya lebam parah, dagu juga ikut-ikutan cidera. Allohurabbi.. Sebentar lagi finish, tak sampai 50m lg. Tapi jangankan utk berjalan lemah, bangun dr tanah aspal ini aja saya gak kuat. Banyak teman2 yg support, “ayo cha sedikit lg, bisa kok bisa”, “sabar cha,perlahan aja,sbntr lg nyampe” satu persatu melewati saya. Saya nangis,rasa sakitnya gak kira2, belum pernah nangis seperti itu. Tp cuman nangis, tanpa bangkit.. Sampai akhirnya ada seorang perempuan yang gak saya kenali melewati saya dg senyumnya sambil menggenggam batu. (end)

Mimpi yang biasa tp jd kepikiran. Aduh kok sy lemah bgt ya cuman jatuh begitu saja tapi gak mau bangkit lagi, lari lagi, Eh ya, tp krn itu mimpi gantung, sy buat kesimpulan kalau akhirnya sy bs melewati garis finis, meski lutut berdarah-darah.. =D

**
Maha Besar Alloh yang mengajarkan hambaNya dengan cara yang berbeda..

5 thoughts on “Run

  1. temen itu adalah yang ngetawain temennya klw jatuh, tapi kemudian mengulurkan tangannya untuk membantu bangkit..😀
    tapi gw kok ngerasa kayak orang2 yang lewat itu ya, cuma bisa bilang, ayo cha semangat… hahahahaha

  2. Kirain perempuan itu mau nolongin. eh tapi kok pegang batu?

    /Masih ada banyak tangan-tangan yang terulur untuk membantumu berdiri. Masih ada banyak bahu yang bisa memapahmu untuk berjalan. Masih ada banyak kaki yang akan membersamaimu dalam tatihan menuju garis itu. InsyaAlloh../

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s