Friend

Mungkin sedari tadi si Mbak sudah bosan mendengar celotehanku tentang Seseorang yang sudah sebulan ini mendiamkanku. Seseorang yang terlalu sering mengerti tentang-apa-ku sebelum aku ceritakan. Eh hei, sebulan ini terasa aneh. Aku tak mau menghubunginya, karna memang tak pernah aku menghubunginya duluan. Hampir satu jam di kedai Es krim tua kuhabiskan hanya menceritakan betapa rasa kehilangan ini sudah akut. Bertanya-tanya, sebenernya ada apa, kenapa, salah apa?

Terlalu sering aku terkejut karena Seseorang itu. Empat bulan yang lalu, saat aku tanpa perlawanan harus menghadapi situasi sulit, yang tak seorangpun tau, dan Seseorang itu tiba-tiba meng-sms jam 1 pagi, hanya bilang “are you, ok?” Mungkin, karna hampir 10 tahun lebih kami berteman, jadi terlalu sering dia hanya menebak keadaanku. Katanya, Feeling.

Kaki kiriku sudah menginjak tanah basah bekas hujan, jam 21.15.  HPku berbunyi nyaring di tengah sepi. Senyum maksimalku tampil lagi, setelah satu bulan tanpa kabar dari Seseorang itu. Meski sms nya gak penting, “Pin BB kamu berapa sih?” Gubrak… Aku gak punya BB, dia tau, hanya basa-basi. Well, akhirnya malam itu kuhabiskan mengobrol hal-hal aneh (lagi) dengannya, hinggal jam 1 pagi.  Thank God, I found you🙂

2 thoughts on “Friend

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s