Fate

Sebenernya takdir itu apa ya? sampai sekarang saya belum pernah mendapat definisi yang memuaskan perihal takdir itu. Anyway, ada kalimat menarik tentang si takdir :

“karena takdir itu, seperti apapun kita mengejar, menghindar, melewatinya sambil lalu, ia akan tetap menyapa kita pada detik yang sama,  seperi yang digariskan dalam lauhul mahfudz” (taken from Gilang’s note)

bener kan? Sampai capek saya mengejarnya, pun ketika hal itu bukan ditakdirkan menjadi milik saya, ya gak akan pernah saya dapatkan. Terus, ngapain kita usaha? Rasanya tentu berbeda, saat saya belajar giat untuk mendapatkan Nilai A di mata kuliah Auditing dibandingkan dengan dengan saya mencontek saat ujian. Sama-sama dapat A, tapi ada nilai ikhtiar yang memberikan kepuasan tersendiri lahir batin kan?

Takdir itu sesuatu yang prinsip, karna takdir berhubungan dengan Aqidah seorang muslim. Sangking, dahsyatnya sampai masuk kedalam Rukun Iman.  Iman kepada Qada dan Qadar. Jelas sudah jika kepercayaan kita kepada takdir merupakan sesuatu yang akan menentukan sikap kita terhadap semua yang terjadi dalam hidup kita. Di dunia ini, ada beberapa pandangan tentang takdir. Ada yang beranggapan, segala sesuatu itu mutlak Alloh yang menentukan, manusia tidak memiliki andil apapun mengenai apa-apa yang terjadi dalam hidupnya. Ada juga pihak yang sama sekali tidak percaya dengan interfensi Alloh, apa yang terjadi ya itu mutlak atas usaha manusia itu sendiri. Nah, saya pihak yang ketiga, bahwa apapun yang terjadi dalam hidup kita telah tertulis pada aturan-aturan main milik Alloh, tapi kita pun punya pilihan untuk memilih dan menentukan. Intinya, saya punya ‘kewenangan’ untuk berikhtiar. Kalau yang sering orang-orang tulis “do the best, God takes the rest”

Subhanalloh, Alloh emang yang terrrbaik. Dia memberikan kesempatan kepada manusia untuk terus berproses, terus belajar. Seperti hari ini, ada satu hal yang sejak setahun lalu saya khawatirkan. Dan hari ini benar-benar terjadi. Well, saat saya mengetahuinya, saya cuman berfikiran “ini takdir, sekeras apapun saya menahannya, pasti akan terjadi juga”. Sedih? Pastinya.. itu manusiawi. Dan sesuatu yang manusiawi adalah hal yang biasa, yang tak biasa adalah bangun dari rasa sedih itu. Lihat dari sudut pandang yang berbeda, lihat segala dampak positifnya. Pasti ada, insyaalloh🙂

Jangan seperti orang-orang yang berfikiran pendek, terlalu sering mengutuki hujan. Padahal, setelahnya ada Pelangi kan?

One thought on “Fate

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s