#tercurhat

Jangan minta aku untuk berhenti kerja (sekarang), karena aku pun tidak pernah memintamu untuk bekerja dengan dalih sayang dengan ijazahmu.

Jangan minta aku untuk mengeluarkan anakku dari daycare, karena aku juga tidak pernah menyuruh anakmu untuk masuk daycare.

Jangan minta aku untuk memberikan berbagai macam suplemen dan vitamin untuk anakku, karena aku pun tidak pernah memintamu untuk berhenti memberikan itu semua kepada anakmu.

Anakku, anakku.

Anakmu, anakmu.

[Beneran] Anak Perempuan

Anak kami yang pertama kadang beneran ‘perempuan-banget’, ini contohnya ya :

Scene : Abis makan malam di Kota Kasablanca (iya, bundanya jaraaaang masak :p), tetiba lewat depan Sportstation..

Amaya : Duh, bun.. ini sepatuku kok sempit ya?

Bunda : Itu kan baru dikasih Tante Anggi, DUA MINGGU yang lalu kak.. masak udah sempit?

Amaya : Iya, beneran deh sempit nih, kakinya jadi sakit.. duh duh duuuuh..

Bunda : Ya kan Tante Anggi ngasihnya 2 sepatu, masih ada 1 lagi yang baru.

Amaya : Yang itu juga udah sempit pasti. AKU GAK PUNYA SEPATUUUU.. Hwaaa aku gak punya sepatuuuuu..

fact : dalam 1 bulan dia udah dapet TIGA SEPATU BARU

berhasil gak dia bawa sepatu baru malam itu? Berhasil -_-

Komen Abeh : Dia bener-bener perempuan yaa.. punya banyak sepatu masih bilang gak punya sepatuuu, hahaha

 

Cerita lain lagi.

Jadi beberapa kali, kalau kami lagi ada kelebihan rezeki.. kami bawa anak-anak ke luar kota buat main-main dan nginep di hotel. Tapi, lama-lama #anakpertama jadi suka tanya-tanya..

Amaya : Besok Abeh libur gak?

Abeh : Iya libur, kenapa?

Amaya : Gapapa.. #sambilsenyum2gakjelas

Abeh : OOOohh, pasti mau ngajak liburan, nginep di hotel ya?

Amaya : Gak tauuuu… #masihsenyum2

Abeh : Ohhh.. gak mau ya.. #lempeng

Amaya : ABEH! aku bilang GAK TAUUUU, bukan GAK MAUUUU..

Abeh : Bhahahahaha, dasar perempuan.

— Dari yang di belakang layar :)

Jadi ceritanya sebulanan belakangan ini lagi jadi orang ke-3 buat bantuin sahabat yang lagi proses menikah. Rasanya gimanaaa gitu ya.. walau ini bukan yang pertama kalinya, tapi tetep aja membuncah-buncah #apasihbun

dan lalu, si Ibun memorinya terbang ke hampir 5 tahun yang lalu. Saat Kami juga ngerecokin beberapa orang buat proses nikah, hatur nuhuuuun pisan.. 🙂 berhubung ditinggal DL Boss, jadi mari kita salin surat-surat yang mereka kirimkan sebelum kami nikah dulu, dari semua yang ada di belakang layarnya 🙂

1

2

3

4

5

 

 

Destinasi Impian : Chiba

Kalau mau jujur-jujur-an, pas masih SD nama Negara selain Indonesia yang sudah saya sering dengar adalah : Saudi, dan Jepang. Kalau Saudi sih karena dari jaman SD lanjut sekolah Agama siangnya kita udah hapal lah ya ada yang namanya rukum islam yang kelima : Naik Haji jika mampu, kemana? Ke Mekah kan.. Nah kalau Jepang, si saya-kecil dengar darimana coba? Bukan dengar sih, Baca lebih tepatnya, dari komik Conan! iya, dari Komik 😀 Saya masih ingat betul sejak kelas 2 SD selalu menyisihkan uang jajan beberapa perak. Saat teman-teman bisa beli cireng atau cilok sesukanya, saya harus batasi konsumsi cilok. Demi apa? demi bisa beli komik  yang datang 3 atau 4 bulan sekali. Belum lagi kalau mau beli komik di kota saya, hanya ada 1 toko, harus naik angkot yang ongkos bolak-baliknya hampir setengah harga komiknya kakaaak 😀 Tapi gapapa, saya rela, sungguh rela. Suka cita banget saat bisa jadi orang pertama di kelas yang punya komik Conan edisi terupdate, berasa paling kece seangkatan, beuh.. Dari komik Conan saya tau apa itu Negara Jepang. Bagaimana seorang Aoyama Gosho menggambarkan suasana Jepang yang berbeda-beda di tiap kotanya. Dari komik itu pula saya tau bahwa bunga paling famous di Jepang yang namanya Sakura itu hanya mekar selama 2 minggu saja selama satu tahun. Wooooh.. sebentar banget ya.

Ada yang masih inget cerita awal Detective Conan gak? Itu loh saat Shinichi dan Ran lagi jalan-jalan di Tropical Land, untuk merayakan kemenangan Ran pada Kejuaraan Karate. To make it short, Shinichi melihat transaksi mencurigakan antara seorang tak dikenal dengan seorang yang berpakaian hitam di daerah tersembunyi, lalu diberikan sejenis obat (APTX (Apotoxin) 4869) yang mengakibatkan tubuhnya mengecil

Setting-an episode 1 itu di Tropical Land, nah.. dibeberapa forum anime (pas SMP saya udah mulai kenal forum-forum anime dan manga nih..hehe) justru pada mendeskripsikan sebagai Tokyo Disneyland di dunia nyata. Karena memang sketsanya mirip, wahana-wahanya juga mirip banget. Kalau teman-teman gak kebayang sama sekali dengan apa yang saya bicarain tadi karena gak pernah baca komik conan, tapi pernah dong nonton TV, dan gak sengaja liat liputan nikahnya Sandra Dewi di Tokyo Disneyland? Hehehe… Nah itu dia lokasinya.

Tapi yang lucu, Tokyo Disneyland justru tidak berlokasi di Tokyo, tapi di Chiba! Atau kita sering banget denger kata Narita-Tokyo kalau search airport buat mendarat di Jepang, padahal padahal padahaaaal Narita itu ada di Chiba, bukan di Tokyo! Apaaaa? Ada yang belum pernah dengar kata Chiba? Gapapah.. Nanti kita cari tau sama-sama 😀

Oke, mari kita kenalan sama Chiba. Si Ibun udah pernah ke Chiba? Belooom..hahaha, tapi tolong aminkan ya kakaaak, namanya juga impian 😀

chiba

sumber : pinterst

Saya tuh ngerasa Chiba itu kota yang tawadhu’ #eaaaaa. Kota yang rendah hati. Contohnya yang tadi itu, walau ada di Chiba, tapi terkenalnya di Tokyo kan si Narita Airport dan Disneyland itu, haha. Yakin deh, kalau namanya jadi Narita-Chiba atau Chiba Disneyland, itu rating Tokyo jadi dibawah Chiba soal ketenarannya 😀 Selain itu, kenapa si Ibun pengen banget ke Chiba? Deket banget dari Airport, asik kan.. dari Indonesia mendarat di Narita, langsung ada di Chiba. Mau kemana-mana lagi saat liburan di Jepang, tinggal cuss ke Narita. Lokasi Chiba juga lumayan terjangkau dari Tokyo, jadi misal mau jalan-jalan mainstreem juga tinggal ke Tokyo. Sekitar 40 menit naik kereta ke Tokyo. Kamu tetap bisa menjelajahi Tokyo tanpa harus terus-terusan ada di kota super padat macam Tokyo. Selain Disneyland yang sudah saya sebut-sebut dari tadi, ada juga Disneysea satu-satunya di DUNIA (liat gambar di atas no.2) Keren kaaan.. sampai sini saya masih gagal paham kenapa Chiba gak seterkenal Tokyo, wkwkwkwk

Terus, tau Sakura kan ya pasti? Yang kerennya lagi ternyata, Sakura-City itu ada di Chiba. Kalau ada yang gak percaya, sok deh googling “Sakura City Chiba” :P, Sakura-city gak cuman punya ribuaaan pohon Sakura, tapi jenis pohon berbunga lainnya. Yang paling terkenal kebun buna tulipnya, beuuuh.. gak kalah sama Belanda. Jadi kalau tiket promo yang kamu dapet bukan pas musim sakura berkembang, bisa atur jadwal buat ada di Chiba sekitaran bulan April. Itu lagi mekar-mekarnya ribuan tulip warna-warni dari raturan jenis tulip. Cantiiiiik.. Btw, Chiba ini emang terkenal soal bunga-bungaannya. Sepanjang tahun berbunga! Dari mulai bunga Dafodil di Januari sampai bunga Cosmos (kenikir hias) di Desember.

chiba

last but no least, kalau kita berkunjung ke tempat baru yang paling wajib dinikmati adalah makanannya ya.. Tapi, denger cerita teman-teman muslim lain yang pernah ke Jepang, agak susah dapat makanan yang halal. Nah, bersyukurnya ada slogan yang rilis di 2014 lalu “Japan’s first Muslim-friendly facility” itu ada di Chiba. Alhamdulillaaah.. jadi mungkin lebih mudah kali ya mendapatkan fasilitas untuk muslim semisal Masjid. Fyi, di Chiba udah ada bangunan masjid milik sendiri, sebagian dananya ada yang dari urunan masyarakat Indonesia loh, kereeeen. Selain itu yang penting juga makanannya kan. Nah “Japan’s first halal-certified food-processing facility”  juga sudah dibuka di Makuhari area di central Chiba sejak tahun 2014 lalu. Yippppieee.. Dari mulai mendarat di Narita sudah ada kok tempat makan dengan sertifikat NAHA (Nippon Asia Halal Association) #senyumdulu

Dari postingan ini kebayangkan sedikittt tentang Chiba. Kalau mau info lebih banyak mah tinggal ketik aja di google “Chiba-Japan” keluar deh semua-mua yang keren-keren. Jadi, siapa yang ikutan mupeng ke Chiba? 🙂

” Tulisan di atas diikutsertakan untuk giveaway milik Nyonya Sepatudan Jalan2liburan

Rekomendasi Dokter (Umum, Kandungan, THT)

 

rekomendasi-dokter

 It takes two to tango

Pernah dengar idiom diatas? Terus apa hubungannya dengan judul postingan kali ini ya? Sebelumnya saya gak pernah terbayang akan punya list dokter yang lumayan panjang. Lah wong dulu kalau sakit tinggal cuss ke Balai Kesehatan Kantor, diperiksa 5 menitan, dikasih resep, lalu duduk manis di depan loket obat, dan siangnya setelah makan langsung diminum deh itu obatnya. Gak pernah kebayang juga akan nyari tau apa kandungan obat di drugs.com, atau mencari tau tentang apa yang salah dengan tubuh ini di mayoclinic. Deuuuh, sama sekali di luar jangkauan. Etapi, setelah menikah dan punya anak, kenalan dengan Milis Sehat mengubah pandangan si Ibun tentang dunia kesehatan. Bahwa, it takes two to tango loh.. Yep, pertama kalinya saya sadar bahwa sakit bukan hanya urusan di ruang periksa yang hanya 5 menit itu, tapi jauh lebih besar dari itu. Learn.

Belajar, kata seorang dokter yang menjadi Narasumber di Seminar tentang Tumbuh Kembang Anak kemarin di Daycarenya Arsa juga sama. Pangkal dari semua adalah belajar. Terlebih seorang Ibu. Belajar itu kebutuhan. Jangan pernah terlena dengan status kita yang bukan tenaga kesehatan (dokter, bidan, perawat, dll). Belajar tentang kesehatan bukan melulu di bangku kuliah kok.. Jangan malu juga mengakui kalau kita belajar lewat Internet. Lah, inovasi sudah dimana-mana kok. Banyak situs sahih punya negara di ujung dunia yang bisa kita akses via ponsel saja. Contohnya ya dua di atas tadi : Mayoclinic dan Drugs.com. Sederhana kok kalau mau belajar dari 2 situs aja. Kalau-kalau masih males belajar dengan bahasa asing, Indonesia punya situs yang sahih juga tentang ilmu kesehatan : Milis Sehat.

Nah selain belajar lewat membaca, saya juga kesengsem banget sama Nakes yang suka transfer knowladge saat kita konsultasi, atau bahkan di Medsos pribadinya. Rela berlama-lama di ruang periksa dengan pasien menjadi satu bukti  bahwa Dokter tersebut memang punya misi untuk mengedukasi pasien atau keluarga pasiennya. Barakallah..

So, siapa aja Nakes yang menurut saya asik buat didatengin? *sebelumnya mohon maaf buat Dokter yang namanya tersebut di Postingan ini yaaa #salim

Dokter Umum

Sering banget saya dikirimi pesan oleh teman, bahkan teman-nya teman yang bertanya rekomendasi Dokter spesialis Anak. Saya gak langsung jawab dengan nama Dokter Anak yang biasa saya kunjungi biasanya, tapi selalu saya tanyakan : apa keperluannya. Kalau dijawab dengan : anakku demam udah 3 hari nih cha, atau senada dengan itu dijawab dengan : batuk udah seminggu belum sembuh-sembuh, dan ‘penyakit’ standar anak-anak lainnya, biasanya saya akan jawab : Ke Dokter Umum dulu aja.. insyaallah kasus kayak gitu mah Dokter Umum juga mumpuni. Dan selalu saya rekomenasikan : Dokter Farian Sakina aka Dokter Ian, udah beberapa kali saya nulis tentang Dokter Ian di blog ini, bisa gugling dengan “Dokter Ian + sepedakwitang” hehehe. Kenapa saya rekomendasikan Dokter Ian? Oke mari kita bahas dikit aja ya.. Dokter Ian mau mengedukasi siapapun yang datang ke ruang praktiknya. Silahkan siapkan waktu paling enggak setengah jam untuk mendengarkan penjelasannya. Catat semua pertanyaan yang bergentayangan dikepalamu, dan keluarkan semua di ruang praktiknya. Insyaallah dijawab tuntas. Kalau kita agak-agak gak nyambung sama bahasannya, kita bisa dikasih PR membaca di situs-situs rujukan kok. Jadi misal ada konsul lanjutan, udah dapet tek-toknya. Walau dokter Ian dokter Umum, tapi percayalah sama sayah, kalau kapasitasnya wokeh banget ketimbang Dokter-dokter Umum lainnya yang pernah saya datangi. Bahkan menurut saya, beberpa dokter anak gak lebih oke daripada Dokter Ian soal mengedukasi (keluarga) pasiennya. Mantep! Hal lain yang jadi poin plus dokter Ian adalah Dokter Ian bisa dihubungi via Whatsapp. Walau ya namapun Ibu 3 anak ya.. sibuk luar biasa. Jadi untuk urusan yang urgent, gak saya rekomen ke dokter Ian, urgent mah ke UGD Kakaaak :D. Rumah Dokter Ian (tempat praktek) ada di Jalan Murtadho, kalau dari arah senen, belok kiri di prempatan lampu merah matraman, gang-nya ada setelah pom-bensin, deket dengan fly over matraman. Dari Gang murtadho itu jalan lurus aja sampai mentok, lalu belok kanan. Nanti ada plank Dokter Fahrian di sebelah kanan. Tarifnya jujur ini saya gak tau, kadang bayar 75.000, pernah 85.000, pernah juga 50.000, hehehe.. intinya gak pernah diatas 100.000 insyaallah.

Spesialis Kandungan dan Kebidanan (Obgyn)

Yang ini sebenarnya saya punya list yang panjaaang banget! Secara 2 kali hamil, yang kedua lumayan heboh yaa.. Tapi ini saya tulis yang benar-benar berkesan aja ya.. Urutan nomer tidak berarti lebih asik ya, sekali lagi soal asik gak asik itu tergantung pribadi masing-masing, setuju yes? 🙂

dr. Susilawati Iriana Dewi, Sp.OG

Kalau coba gugling Nama Dokter Susi ini, gak akan dapat banyak review sebenernya. Tapi dari pengalaman beberapa teman di kantor, dan akhirnya saya mencoba sendiri konsul dan periksa dengan beliau ternyata cocok banget, alhamdulillah. Dari awal, kriteria Obgyn saya memang harus Perempuan, alhamdulillah dokter Susi malah perempuan muslimah (akhwat). Karakternya memang komunikatif, jadi kita gak sungkan mau tanya ini itu. Penjelasan dan jawaban yang diberikan juga terkesan santay, jadi gak akan tampak seperti : buruan lo selesai. Hehehe.. Evidence Based Medicine, jadi jangan harap dapet macem-macem obat/vitamin kalau emang gak perlu. Untuk ukuran seorang Obgyn, Dokter Susi hitungannya sabar. Berkolaborasi dengan Dokter Helmina di RSI Jakarta Cempaka Putih, saya yang kena kasus Ketuban Pecah Dini (KPD) di Usia kandungan 27minggu, Continue reading