Anak Kinestetik? Main di Taman Yuk :)

Salah satu Pakar perkembangan anak,  Howard Gardner dalam teorinya menyatakan ada 8 jenis kecerdasan linguistik (bahasa), matematika, visual spasial, musik, interpersonal, intrapersonal, kinestetik, dan naturalis. Nah dalam diri seorang anak bisa jadi ada 1 atau 2 kecerdasan yang menonjol banget dari kecerdasan yang lainnya. Tugas kita sebagai orang tua yang mengobservasinya. Kalau anaknya memang cenderung ke arah musik ya jangan ditekan untuk belajar matematika secara berlebihan, bisa stress kan ya? Atau anak yang dari kecil sudah kelihatan kecerdasan kinestetiknya ya kita bisa kasih stimulus hal-hal yang mendukung ke-kinestetikan-nya toh?

Hayyooo.. siapa yang punya anak-anak gak bisa diem? pecicilan kesana-kemari, jatuh bangun jatuh lagi tetep semangat manjat sana sini? Cuuuung! Bahkan kalau kata Pak Suami, itu bocah pas ketuban bunda rembes dikasih apa sih sama dokternya? bisa aktif banget 😀 Walau capeeeek banget. tapi disatu sisi kami seneng banget, banyak hal positif yang bisa diambil dari anak ‘gak bisa diam’ ini. Gak bisa diam kan biasanya dikaitakan dengan kecerdasan kinestetik seperti teori Howard Gardner diatas loh. Sederhananya kecerdasan kinestetik yaitu kecerdasan dalam menggunakan tubuh dengan trampil dan memegang objek dengan baik. Dan yang seperti ini gak semua anak mampu. Ada beberapa ciri-cirinya misalnya, si anak lebih menyukai permainan yang melibatkan fisik, seperti: bermain sepeda, berenang, bermain bola sepak, pandai menggunakan bahasa tubuh, lebih suka bermain di area permainan dan sebagainya.

20161218_165857

ngeblur karena anaknya lari-larian mulu :p

Untuk poin terkahir, soal lebih suka bermain di area permainan buat kami ini asik banget. Selain si anak main, orang tuanya juga bisa sekalian olahraga. Yup.. pilihan kami sebagai orang tua hemat dan cermat adalah mengajak anak bermain ke Taman. Alhamdulillah kabar baiknya di Jakarta ada banyaaaaak banget taman-taman gratisan yang dikelola dengan baik oleh Pemerintah Daerahnya. Semoga daerah-daerah lain di Indonesia segera menyusul ya.. Pertanyaan selanjutnya, kenapa ke Taman? Selain menyalurkan ke-kinestetik-an anak-anak, bermain di Taman juga banyak manfaatnya, yuk kita bahas sedikit :

  • Kesehatan

Ahhh sudah bukan rahasia umum ya di Jakarta mah polusinya ampun-ampunan, tapi ada loh spot-spot asik yang masih menyediakan udara segar. Ya di taman salah satunya. Bermain dialam terbuka membuat tubuhnya jadi lebih sehat, bugar, dan bersemangat. Apalagi  di taman kota yang banyak tumbuhan,  pohon dan rerumputan akan membuat anak menghirup udara lebih segar dan bersih yang baik untuk kesehatan paru-parunya. “the fresh air will do you good”, right?

  • Belajar

Bermain di luar bisa membuat anak banyak belajar. Tentu saja soal ini takes two to tanggo ya, bukan sekedar anak dibiarkan main sendiri, tapi kita sebagai orang tua ikut serta bermain. Orang tua bisa mengambil satu objek yang dijadikan “materi”, misal pohon mangga di taman. Kita bisa eksplore banyak soal pohon mangga. dari pengenalan apa itu akar, batang, daun, buah, dan sebagainya.

Figure 16

  • Kemampuan Sosial

Naaah ini yang menurut saya penting banget, kemampuan bersosialisasi untuk anak. Kalau di taman Surapati seringkali ada pedagang yang jual balon gelembung. Nah kadang ada beberapa anak yang ikutan main, sharing bangeng siapa yang membuat gelembung, siapa yang mentepuk-tepuk gelembung. Seneng banget pas liat Amaya Arsa sudah bisa berbagi sama anak-anak seusianya.

WhatsApp Image 2017-06-16 at 2.03.57 PM

Komunitas Ibu-Ayah ASI Kantor di Taman Honda 2016

WhatsApp Image 2017-06-16 at 2.03.58 PM

Komunitas Ibu-Ayah ASI Kantor @ Taman Honda 2017

2016-01-19 04.50.50

Bun with kiddos @  Scientia Square Park, Serpong

itu hanya 3 dari sekian banyak hal yang bisa kita dapat dengan bermain di taman. Balik lagi soal kinestetik, salah satu cara yang mudah melihat apakah anak kita termasuk di dalamnya atau tidak adalah memerhatikan aktivitas anak yang tidak bisa ‘anteng’, senang berlarian kesana-kemari, melompat-lompat, naik-naik ke kursi, manjat teralis jendela jadi hobinya, dan selalu menggerakkan tangan atau kakinya ketika duduk, coba deh diperhatiin lagi. Biasanya, anak kecerdasan kinestetiknya lebih dominan butuh penyaluran energi gerak yang lebih tinggi dibandingkan anak lain yang biasa-biasa saja.

Walau pasti capek ya nemenin anak berlarian kesana kemari, tapi percayalah kalau anak yang aktif bergerak bisa membuat anak tumbuh lebih sehat, karena banyak sekali manfaat dari gerak itu sendiri. Seperti, bisa meningkatkan kinerja banyak organ tubuh yang akan melancarkan sistem peredaran darah dan metabolisme tubuh si anak. Jantung juga akan berkerja lebih kuat, peredaran darah lebih lancar toh? Terus nih, setelah diperhatikan, setelah anak main di taman pasti makannya jadi lahap banget.. ya karena energi yang dikeluarkan juga sudah banyak kan..hehehe..

Keluarga kami sendiri mentargetkan paling tidak satu kali dalam seminggu kita mesti main ke taman. Kebanyakan memang terlaksana, kecuali dua hal. Hujan atau sakit. Dua hal ini yang gak bisa ditolerir deh. Kalau hujan mah mau gimana lagi ya? disenyumin aja mudah-mudahan segera reda jadi bisa ‘balas dendam’ sore main di taman.

Nah kalau Sakit? Yang namanya anak-anak mah apet banget sama yang namanya Virus. Apalagi usia balita, yang emang lagi masa-masanya ‘ngumpulin virus’. Paling sering apa Bun? Batuk Pilek Demam. Itu trio banget deh. Tapi bersyukurnya kalau batuk pilek disertai demam berarti emang virus ya.. no need worry soal DB, Rubella, Campak, atau Typus. Anak-anak biasanya sudah paham kalau batuk pilek demam, mereka harus banyak minum agar tidak dehidrasi. Atau kalau memang sudah tidak nyaman, akan saya kasih paracetamol. Banyak merknya, salah satu sediaan di rumah Tempra SyrupPilih yang sirup karena anak-anak di rumah usianya 2,5tahun dan 3,5tahun jadi cocok dengan range umurnya. Tempra Syurup juga isinya pure paracetamol. Jadi memang aman dan tepat guna untuk menyamankan anak yang sedang demam. Bunda-bunda harus concern ya soal komposisi obat demam anak ini, karena banyak di pasaran yang isinya justru bukan Paracetamol, tapi aspirin dan glisin. Nah kedua jenis yang disebutkan tadi itu justru lebih banyak bahayanya ketimbang manfaatnya. Ibarat mau meruntuhkan rumah tipe 27, tapi pakai bom atom. Bisa googling soal aspirin dan glisin ini untuk informasi lebih banyak.

Tempra-Syrup-square

Tempra Syrup, pic taken from BP

Prinsip penanganan saat anak demam pada keluarga kami :

demam5

Biasanya kalau memang si trio batuk pilek demam insyaallah gak akan lama sih berlangsungnya. Demamnya juga biasanya 1-2 hari aja. Kalau dirasa hari kedua tinggal batuk pilek aja, biasanya minggu sore kami tetap ke taman sih, hehehe.. lumayan anak-anak juga lebih terasa segar kan.. gak cuman tidur-tiduran aja di kamar. Untuk rekomendasi taman di sekitaran Jakarta : Taman Suropati di Menteng, Taman Menteng, Taman Tebet, Taman Mangrove di Jakarta Utara, Taman Langsat, dan tentu saja yang terkenal adalah Taman Merdeka alias Monas. Yuuuuk ah cuss bawa anak-anak hirup udara segar dan lari-larian di taman! 🙂

 

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Tempra yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi. Artikel ini tidak dapat menggantikan hasil konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.

Self Motivated

Saya bilang kan ya di postingan sebelumnya.. walau saya gak postign di blog ini tapi saya teteup loh jalan-jalan ke blog lain, baca tulisan-tulisan seru dari bloger yang masyaallah konsistensi menulisnya, mantaaaap.. Ealah, yang satu ini belum saya follow sih, nyasar kesitu karena gugling sesuatu (eaaaaa..) nama blognya klirianeh.com ehmmm.. kebayang gak dari nama blognya isinya kek apa? Hihihi.. yang lucu lagi penjelasan blognya “People think that I’m weird, but I think they just don’t know that much about Einsten’s theory of relativity” Weeeeew, pasti orangnya kreatif banget nih, begitu batin saya. Akhirnya karena penasaran, saya baca dari postingan terupdatenya lalu terus melaju ke postingan sebelum-sebelumnya..

Dan benerkaaaan dugaan saya, si empunya blog emang sadees lucunya, ditambah suaminya yang anak punk-rock, hidupnya jadi gado-gado gitu –menurut saya loh yaa. Ada satu postingan seru tentang suaminya yang perokok berat. Jadi memang dari sebelum menikah, si suami udah perokok berat. Anak punk gak ngerokok? Ah cemeeen pasti kan. Sedangkan istrinya yang sebel banget sama rokok. At the end, mereka sepakat punya list yang panjang soal rokok-merokok baik di dalam dan di luar rumah. Salah satunya adalah ada 30 hari (kalau gak salah inget) dalam satu tahun dimana si istri minta untuk tidak merokok sama sekali. Kalau gak salah pas bulan pernikahan mereka deh. Dan deal, suaminya setuju. Abis 30 hari balik lagi gak? Ya balik ngerokok lagi.. istrinya sedih? Pastinya (sotoy gue), tapi 30 hari tanpa rokok sudah jadi sesuatu yang wow banget kan ya buat anak punk gitu? Belum lagi tawaran dari sesama anak punk lainnnya, sampai katanya diledekin “lo takut istri ya?” gitu gitu lah.. 30 hari tanpa rokok pun berjalan beberapa kali. Sampai suatu ketika, istrinya sadar kalau ini sudah lewat dari bulan pernikahan, daaaan suaminya teteup gak ngerokok. Cool. Disitu istrinya cerita kalau dari awal dia udah cerewet banget soal rokok ini, bahayanya, uangnya, dll. Tapi yaa.. masuk telinga kiri keluar telinga kanan.. Gak mempan. Nah berhenti merekok kali ini ternyata memang atas KESADARAN SENDIRI si suami. Jadi ketika sudah niat, ikhtiat, allah yang mengaturnya lah ya. Percuma kalau motivasi itu datangnya dari luar, lama-lama pasti luntur.

bef5ec9f01d98fdff5740bbbf2f170fe

Setelah baca itu, pikiran saya jadi kemana-mana. Eh engga deng.. pikiran saya jadi ke arah edisi curhat beberapa teman dekat. Bukan tentang rokok, tapi yang lainnya. Misal, ada yang suaminya susah banget disuruh sholat. Si istri udah sampe berbusa nyuruh-nyuruhnya, tapi ya itu.. sesekali aja sholatnya. Karena memang belum ada kesadaran dari diri sendiri akan kebutuhan sholat. Atau kalau yang sudah lumayan rajin sholat, tapi laki kok sholatnya di rumah? Kasih mukena juga nih :p akan sangat susah kalau motivasi untuk sholat di masjid bukan berasal dari dalam dirinya. Apalagi kalau niatnya karena perjanjian dengan istri. Hiks.. itu paling anget-anget tai ayam deh, sehari dua hari atau paling puol seminggu aja berjalan ke masjidnya. Setelah itu adaaaa aja alesannya. Atau ada juga yang suaminya bak rajo? Semua urusan domestik rumah tangga itu wilayah kekuasaan istri. Ah pret banget kayak gini mah :p kecuali kalau emang lu rajo beneran ya, kasih istrinya ART full buat rumah tangganya, dari mulai cuci setrika, masak, nyuci piring, nyapu ngepel, jadi istrinya bisa tiap hari menipedi. Kalau enggak mampu? Ya batuin atuuuh.. inisiatiflah bantu-bantu urusan rumah. Tapi ya lagi-lagi susah kalau bukan kesadaran dari diri sendiri. Yang ada istrinya capek minta tolong, tapi lakinya teteup main game aja. Yang kayak gini ada? Banyaaak! Makanya, PR banget buat kita yang punya anak laki-laki untuk bisa juga mengerjakan hal-hal kerumahtanggaan. Sepakat ya? 🙂

Benernya saya suka bingung kalau dicurhatin macem-macem perintilan rumah tangga, mau bilang apa.. takut gak solutif apalagi sotoy. Tapi lagi-lagi karena saya juga perempuan, kadang perempuan cukup didengarkan dengan penuh empati sih. Gak perlu solusi, karena biasanya masing-masing kita sudah tau solusinya apa. Tapi.. yang paling penting yang kadang suka kita lupa, adalah DOA. Doa deh sama Allah, curhatin apa-apa yang kita rasain. Nangis-nangisan sama Allah mah gak papah.. gak ada yang lihat ini. Karena memang hanya Allah yang bisa menggerakan hati orang-orang terdekat kita.

Last, teteup semangat ya buibu seperjuangaan.. ada banyak janji Allah tentang surga untuk Ibu yang sholehah 🙂

Mesin Jahit – Jaguar HD 3000

Yaaaay.. akhirnya mood buat ngeblog muncul juga.. benernya dari kemaren-kemaren teteup buka blog, tapi ya cuman mampir-mampir di blog yang saya follow aja.. jadi cerita apa bun kali ini?

.

.

Mesin Jahit! (MJ)

.

.

Benernya lagi dari pekan lalu mau cerita tentang si Ibun ikutan workshop (WS) di master craftingnya CFC, bue Indar.. tapi apadaya emang belum mood. Lah sekarang udah mood tapi kok belum nulis tentang ​WSnya? Nanti lah yaa.. postingan itu mesti ada poto-poto yang lebih oke kalau di edit dulu kakaaak 😀

 

Postingan ini sih sumbernya dari si WS itu, gegara ikutan WS jadi pengen punya MJ. Iyaa.. di komunitas CraftaLova Fabric Club (CFC), Mesin jahit disingkat jadi MJ, berasa jadi keran yak, hahaha.. Akhirnya cerita lah sama suami yang tentang keinginan Ibun beli MJ. Suami agak ragu sih awalnya, mencoba mengundur-undur niatan saya beli MJ : “Nanti aja nda, kalau bunda udah CTDLN, beli disana aja..” Gitu katanyaa… tapi ah, kesana kan masih lama abeh, atuhlah..hahaha.. akhirnya rayu-merayu, dibolehin juga. Dikasih subsidi rupiah sama abeh lumayan, karena abeh dapet menang award-award-an gitu dari kantornya, ecieeeeeh.. Alhamdulillah 🙂

 

Sebagai generasi Y, tentu saja saya mengandalkan google untuk mencari tahu soal si MJ ini. Eh enggak.. awalnya saya cari tau bukan merk atau tipe MJ, tapi dimana beli MJ, toko nyata. Bukan sekedar online. Pas WS itu saya pakai Janome lupa tipe apa, tapi harga >4.5jt.. overbudget buat saya. Tapi saya kesengsem sama Janome. Buat yang sering berhubungan dengan crafting, si Janome ini lumayan terkenal, bandel, rekemendid lah.. jadi ya pikiran saya : Beli Janome, beli di toko offline deket kantor (karena kalau sabtu minggu gak memungkinkan euy..), budget 2-3jt.. maklum kak, pemula banget.. tau diri lah mengalokasikan budgetnya 😀

 

Setelah googling beberapa hari, Iyaaaa beberapa hari..hihihi.. saya memantapkan hati untuk ke Toko Aneka Mesin Jahit yang ada di Jl. Pangeran Jayakarta No.14, RT.8/RW.6, Mangga Dua Sel., Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat. Cek di google map, ah deket banget dari kantor. Lalu di suatu Jumat saat laporan sudah saya selesaikan di Rabu kemarin, saya cuss ke Toko AMJ itu pakai Gojek, bayar pake gopay cuman 2000 perak! Alhamdulillaaaaaah 😀

Gak sampai 10 menit sampailah saya di Toko AMJ ini. Bener kata temen-temen yang pernah nulis di blognya tentang toko AMJ ini. Dari depan tokonya suram gitu.. gelap, minim pencahayaan. Warna cat putih yang sudah benar-benar pudar. Belum lagi karena letaknya dipinggir jalan raya, jadilah debu-debu itu bebas masuk dan nempel di tokonya, ew.. Tapi pas saya planga-plongo masuk ke teras tokonya, ada 1 pegawainya yang senyum lebar banget menyambut saya.. oke, first impressionnya lumayan oke nih. Pas saya masuk, ada customer ibu dan anaknya, tampak lagi servis MJ nya. Lalu saya disambut oleh Koko yang fenomenal ini.

BreakfastBuffet (1)

 

Diawal saya ditanya mau beli mesin jahit pertam kali ya? Lalu saya dikasih 4 lembaran ketas A4 yang sudah di laminating yang berisi infomasi umum soal mesin jahit. Ditanya budget, saya jawab kisran 2-3jt aja.. Again, tahu diri saya mah pemula, hihihi. Pas ditanya merk apa yang diinginkan? Saya jawab saya hanya pernah pakai Janome, lalu di Koko nya merinci 6 mesin jahit Janome dengan range harga segitu. Dijelaskan satu persatu sambil dikasih liat barangnya yang di display. Waktu itu saya bingung banget mau pilih yang mana.. tapi saya bilang kalau saya mau yang posisi bobbinnya (anak sekoci) diatas gitu. Bukan yang masih harus pasang-pasang sekoci. Duh kakaak.. suka emosi sama si sekoci itulah dari jaman saya kenal MJ Buterfly yang legend itu.

Unfortunetly, Janome dengan bobbin atas dengan range harga segitu… GAK ADA. Hahahaha.. katanya untuk Janome, bobbin atas yang harga 3juta ke atas. Oh no. Saya sudah bertekad gak mau overbudget lah. Hoya, diawal saya katakan kalau saya mau merk Jepang, alesannya kenapa nanti kapan-kapan dikasih tau #apasiiiih.. Jadi katanya ada 6 MJ dari Jepang. Si Koko bilang semua sudah berdiri lama, tahun 1940an sudah ada ini perusahaan MJ. Saya gak tau semua, tapi beberapa yang gak asing macam : Singet, Brother, Janome, Juki.. yang dua lainnya saya gak tau.

Lalu saya tanya “Kalau Singer sama Janome, bagusan mana koh? Lebih kuat mana?” Pertanyaan sejenis itu lah.. Daaan jawabannya bikin greget banget..

“Ini kayak mobil, Toyota sama Daihatsu sama-sama merk Jepang kan? Nah lu punya uang berapa? 200 jutaan beli avanza, tapi kalau 300 jutaan beli Terios. Avanza bisa dibandingin sama Terios gak? Gak bisa.. beda harga. Tapi kalau Avanza sama Xenia harga mirip-mirip, kualitas gimana? Sama aja.. mirip-mirip juga. Jadi jangan bandingin merk, ya lu pny budget berapa gitu aja.. dan soal selera. Kalau kekuatan MJ mah rata-rata sama aja lah”

Hahaha bener juga yak..

Gak mau kalah, saya tanya “Kalau dengan harga yang sama, pilih yang mana Koh?”

Ehm.. dari postingan di blog-blog lain saya tau kalau si Koko ini demokratis, dia membebaskan kita pilih mana, terserah aja.. tugas dia hanya memberikan informasi ini dan itu. Tapi kok disaya beda ya? Hahahaha.. Ditembak dengan pertanyaan seperti itu si Koko nya lalu menunjukkan lorong belakang tokonya yang ada display 4 MJ. 2 Janome, 2 Jaguar. Hah? Jaguar? Merk macam apa itu? Bener-bener baru pertama kali saya denger. Padahal dari tadi Si Koko sudah sebut-sebut Jaguar, Sayahnyah aja yang gak ngeh Dia lalu menerangkan si Jaguar yang ujung pojok, harga 2,2jt kalau pakai meja ekstensi jadi 2,4jt..

“Ini giginya sudah 7, kalau Janome gigi 7 ini baru bisa dibeli di harga 4juta ke atas.. Janome yang harga dibawah 3 juta giginya hanya 4 (atau 3 ya? Saya lupa), terus ini sudah pakai lampu LED putih. Gak ngerusak mata untuk jangka panjang, lebih tahan lama, plus gak bikin panas body MJ. Janome dengan LED putih itu mah mana ada yang 3 juta kebawah, semua masih pakai bohlam kuning yang dipakai 2 jam saya sudah panas.. Kalau bandel mah, dua-duanya bandel kok.. si Jaguar ini sudah ada dari tahun 49. Bukan perusahaan ecek-ecek..”

(Nb : Gigi mesin jahit itu salah satu bagian dari MJ, letaknya tepat di bagian bawah sepatu mesin jahit. Fungsi utama dari bagian ini adalah sebagai penggerak atau pendorong kain disaat menjahit, semakin banyak giginya, semakin lurus perilakunya tarikan bahannya)

“Kok saya baru denger ya merk Jaguar?“

“ya ini emang gak seterkenal Singer di Indonesia, tapi di Jepang ini terkenal loh. Nih lihat bulan lalu saya ke Osaka ada festival (lupa nama festivalnya), ini logo siapa? Jaguar.. pusatnya di Osaka ini, nih nih liat lagi foto-fotonya (eww Koh..)”

“Jadi lebih worth to buy si Jaguar ini dong ko?”

“Iya emang.. tapi ya itu.. karena belum terkenal di Indo, jadi pasti video youtubnya juga belum banyak atau gak ada.. kayak si Janome itu kan udah banyak.. Tapi saran saya beli Kakaknya aja.. ini nih (nunjukkin yang ujung depan) lebih oke lagi, harga 2,6jt udah sama ekstensi”

BreakfastBuffet (2)

Daaan, jadilah saya deal untuk beli Jaguar HD 3000 di harga 2,6jt dengan garansi 3-1tahun (gimana deh, hahaha). Silahkan gugling, niscaya anda tidak akan menemukan reviewnya sama sekali dari blogger Indonesia (dan luar Indonesia), hahaha..

Lalu setelah membayar, si Koko meminta pegawainya untuk membuka kotak si Jaguar, mencocokan kelengkapannya, dan mengajari saya basic-basic tentang dunia per-MJ-an. Seperti mengisi bobbin, pasang benang, pasang jarum, ganti sepatu, mencoba berbagai pola jahitan, pasang resleting, gitu-gitu lah.. Total saya di toko itu sekitar 1jam. Diakhir sesi beli MJ itu saya memberikan 10ribu rupiah ke Pegawai yang tadi ngejelasin MJ nya.. (semoga kalau ada yang beli di AMJ juga, melakukan hal yang sama yaa.. muka si bapaknya kasian gitu euy)

Si Jaguar sudah ada di rumah dengan selamat, alhamdulillah.. udah dicoba belum? Belum euy.. si Amaya sakit dari hari Jumat itu.. Semoga lekas sehat ya teh… Anaknya sumringah sih pas saya bilang mau bikin rok-rok buat dia, #janjilohbun

Ehhhhh, dipikir-pikir.. saya (dan suami) emang kadang suka aneh deh. Teringat 2013 lalu saat memutuskan untuk membeli mobil, saat orang-orang beli mobil Avanza, Xenia, Jazz kalau punya duit lebih, atau Miragenya Mitsubisi, kami malah memutuskan untuk membeli Chevrolet Aveo , yang saya lumayan yakin gak banyak yang tau mobil apaan itu si Aveo, hahahaha.. Apalagi yang punya, dari satu lantai di kantor saya yang isinya 80 orang, hanya saya dan boss saya yang punya Aveo. Wkwkwk selera aneh lah katanya.. Begitu juga si Jaguar ini yak, selera aneh mungkin :p

Harapannya sih setelah MJ Jaguar ini terbeli, menyusul mobil Jaguar yang terbeli.. hahaha engga..engga.. masih cinta sama si Aveo itu, walau kemungkinan Agustus tahun ini mau dilepas, ada yang minat? PM ya! Loh malah promo.. Semoga MJ nya terpakai, dah gitu aja 😀

Kodachi dan Botol

Gak ngerti harus mulai dari mana, karena postingan ini isinya akan terlalu menyeramkan buat saya. Lah kalau takut kenapa tetep ditulis bun -__-

Entah ya, kepikiran aja buat di tulis. Semoga bisa bisa direnungi dan diambil hikmahnya.

Jadi, pertama. Saya iseng-iseng buka salah satu forum di kaskus yang isinya tentang tulis-menulis, sebut saja SFTH ya. Nah ketemu salah satu cerita yang udah di closed, artinya bisa jadi cerita itu sudah tamat kan ya, saya paling males dikentangin TS SFTH :P. Nah di cerita panjaaang itu salah satunya mengisahkan (hoya, ini true story) tentang dia (anak laki-laki) dengan Ibunya. Sebeneranya ini bukan jalan cerita utama, tapi justru yang paling menyita perhatian saya. TS menceritakan diawal kalau Orang tuanya bercerai sejak dia kelas 3 SD. Ibunya pergi dari rumah, dan ayahnya kerja di luar negeri. Tidak diceritakan penyebab ceritanya, yang pasti bukan soal ekonomi, hanya dikasih clue : Ibunya gak suka dengan anak laki-lakinya. What da… Apaan deh, emang ada ya Ibu yang gak suka sama anaknya? Pikir saya. Lalu cerita berkembang semakin jauh. Beberapa kali TS menceritakan apa-apa saja yang telah ibunya lakukan : Memukul, mencubit, ‘mentelantarkan dia’, jadi TS sejak bayi diasuh oleh nenek dan tantenya. Nah bagian paling serem adalah ibunya menyayat pinggang belakang TS dengan kodachi. Tau Kodachi?

Ini saya dapat dari Om Wiki ya :

Kodachi (小太刀 atau こだち?), atau bisa disebut tachi, adalah salah satu pedang Jepang yang dibuat secara tradisional dan digunakan oleh samurai pada zaman feodal Jepang. Kodachi berasal dari awal Zaman Kamakura (11851333) dan berbentuk seperti tachi. Kodachi dipasang dalam bentuk tachi tetapi dengan panjang kurang dari 60 cm.[1]

Penggunaan dari kodachi tidak diketahui, tetapi mungkin telah menjadi pedang pendamping untuk tachi berukuran normal. Kodachi tampaknya hanya diproduksi dalam jangka waktu tertentu oleh sekolah khusus pembuat pedang.

hs85742

Iyaaaa.. samurai! Gilak! Kok bisa ibunya punya kodachi? Entahlah, yang pasti Ibunya TS adalah wanita yang lahir dan besar di Jepang, orang Jepang tulen. Gak diceritain sudah jadi WNI atau masih WNA. Setelah menyayat 2x pinggang anaknya hingga dalam, Ibunya pergi dan meninggalkan anaknya dan kodachinya. Hororrr…

Pergi dan gak pernah lagi kembali ke rumah mertuanya. Hingga beberapa kali kesempatan si Anak tidak sengaja bertemu dengan Ibunya, di Pasar dan di Restoran cepat saji. Tau gak apa yang dilakukan si Ibu karena si Anak menyapa, dan bertanya kenapa Ibunya pergi? Ibunya menampar si anak, sambil bilang : kamu siapa? Saya gak punya anak laki-laki. Dyem! Walau akhirnya lumayan bikin sedih, karena si Ibu meminta maaf ke anaknya pada saat 2 bulan sebelum dirinya meninggal : kanker otak. Tetep aja.. rasanya miris banget. Saya pas baca, curiga ibunya kena Pospartum Depression (depresi pasca melahirkan), tingkatanya jauh diatas baby blues syndrome ya. Penyebabnya -mungkin- karena suaminya bekerja di luar negeri, dan hanya pulang ke Indonesia 2x dalam setahun *sejak melahirkan itu. Jaman dulu (TS seangkatan dengan saya) belum adalah whatsapp apalagi facetime.

Itu cerita, yang saya baca di Kaskus.

Kali ini, saya lihat langsung. Emang levelnya jauh dibawah kodachi, tapi melihat langsung hal semacam ini sudah cukup bikin saya istighfar berkali-kali dan cium-cium anak.

Hari Ahad lalu, kami ber-4 ke Taman Topi di Bogor, skip aja perjalanannya ya. Nah pas ngantri tiket masuk, di depan saya ada rombongan ibu-ibu (kisaran umur 27-35th) beserta anak-anaknya. Tiba-tiba ada seorang anak yang merengek minta segera masuk ke Ibunya. Daan.. apa jawaban si Ibu? “Sabar dong! Mama bilang sabar! Ya Sabar!!” sambil bentak-bentak anaknya di depan umum. Dalam hati saya bergumam, bagaimana anaknya bisa sabar ya, ibunya aja keliatan banget gak sabarnya T__T

Tidak cukup sampai disitu, saat sudah masuk ke wilayah taman, si anak lagi-lagi berlari ingin segera main di arena permainannya. Yang ini bikin saya istighfar. Ibunya menarik tangan anaknya dengan kasar, dan memukul wajah anaknya dengan botol air mineral 600ml yang masih baru. Gilak! Itu muka anaknya langsung timpang ke belakang. Nangislah makin kejer, sambil bilang sakit..sakit. Ibu-nya makin-makinlah.. Hiks, sedih banget. Padahal anaknya seumuran Aca, manalah ngerti..

Yang saya lihat dari 2 kasus itu adalah : keberadaan sang Ayah. Heu panjang kalau bahas peran Ayah mah 😦

Banyak-banyak berdoa, semoga kita diberikan keluasan hati dan keberkahan ilmu untuk menjaga Amanah Allah ini ya.. Aamiin..

#tercurhat

Jangan minta aku untuk berhenti kerja (sekarang), karena aku pun tidak pernah memintamu untuk bekerja dengan dalih sayang dengan ijazahmu.

Jangan minta aku untuk mengeluarkan anakku dari daycare, karena aku juga tidak pernah menyuruh anakmu untuk masuk daycare.

Jangan minta aku untuk memberikan berbagai macam suplemen dan vitamin untuk anakku, karena aku pun tidak pernah memintamu untuk berhenti memberikan itu semua kepada anakmu.

Anakku, anakku.

Anakmu, anakmu.

[Beneran] Anak Perempuan

Anak kami yang pertama kadang beneran ‘perempuan-banget’, ini contohnya ya :

Scene : Abis makan malam di Kota Kasablanca (iya, bundanya jaraaaang masak :p), tetiba lewat depan Sportstation..

Amaya : Duh, bun.. ini sepatuku kok sempit ya?

Bunda : Itu kan baru dikasih Tante Anggi, DUA MINGGU yang lalu kak.. masak udah sempit?

Amaya : Iya, beneran deh sempit nih, kakinya jadi sakit.. duh duh duuuuh..

Bunda : Ya kan Tante Anggi ngasihnya 2 sepatu, masih ada 1 lagi yang baru.

Amaya : Yang itu juga udah sempit pasti. AKU GAK PUNYA SEPATUUUU.. Hwaaa aku gak punya sepatuuuuu..

fact : dalam 1 bulan dia udah dapet TIGA SEPATU BARU

berhasil gak dia bawa sepatu baru malam itu? Berhasil -_-

Komen Abeh : Dia bener-bener perempuan yaa.. punya banyak sepatu masih bilang gak punya sepatuuu, hahaha

 

Cerita lain lagi.

Jadi beberapa kali, kalau kami lagi ada kelebihan rezeki.. kami bawa anak-anak ke luar kota buat main-main dan nginep di hotel. Tapi, lama-lama #anakpertama jadi suka tanya-tanya..

Amaya : Besok Abeh libur gak?

Abeh : Iya libur, kenapa?

Amaya : Gapapa.. #sambilsenyum2gakjelas

Abeh : OOOohh, pasti mau ngajak liburan, nginep di hotel ya?

Amaya : Gak tauuuu… #masihsenyum2

Abeh : Ohhh.. gak mau ya.. #lempeng

Amaya : ABEH! aku bilang GAK TAUUUU, bukan GAK MAUUUU..

Abeh : Bhahahahaha, dasar perempuan.