Setrum Warsito (bukan review)

Sampul

Buku Setrum Warsito, taken from : http://fentyeffendy.com

“Bun, aku pulang agak telat ya, mau ada halbi kantor plus peluncuran Buku Pak War”

saya masih ingat betul isi wasap suami yang mengabarkan akan telat pulang dari kantornya di alam sutra sana sana. Tentang buku itu, saya sebenarnya sudah tau, terlihat seseakun penulis sering men-tag nama Bossnya-suami untuk postingannya tentang proses perampungan buku itu. Pulang-pulang suami membawa buku dengan jumlah halaman lebih dari 200 lembar, Bagus nih Bun, begitu katanya. Saya hanya mengangguk dan bilang nanti aku pinjam ya.

Sesekali saya lihat, suami masih membuka-buka lembaran buku itu. Dalam hati, saya berkata ini tumben banget.. pernah membelikan beberapa buku buat suami, disentuh sebentar, dan dibaca skimming. Tapi yang ini beda, mungkin memang seru. Atau karena kenal sama sosok yang ditulis?

Buku ini ditulis oleh Fetty Efendy, orang yang pernah berkecimpung lama di dunia media (metro TV, ANTV, TvOne). Pernah menulis tentang biografi Agum Gumelar sampai Barack Obama, wah bukan penulis main-main ini mah. Semakin penasaran dengan isi bukunya.

Akhirnya setelah suami sudah berangkat duluan kesana, saya punya waktu leluasa buat baca buku malam-malam, lama-lama, hahaha. Daaaaaan, hanya butuh waktu gak lebih dari 24 jam untuk serius menamatkannya. Pantes suami jadi ketagihan gini.. isinya seru banget! Bukan karena kami kenal dengan sosoknya, tapi karena emang isinya daging banget! Selesai baca buku ini saya bilang sama diri sendiri : nanti Amaya Arsa maksimal SMP bakalan aku kasih buku ini ke mereka. Tergantung minat bacanya, kalau SD udah kelihatan suka baca, bakalan aku sodorin segera buku ini. Insyaallah..

WhatsApp Image 2017-08-15 at 9.06.05 AM

Amaya dan Arsa main ke Edwar – Ctech Labs

 

Oke, jadi buku ini isinya apa?

Diawal-awal saya baca buku ini sebenarnya mengalami kesulitan untuk mencernanya, karena beberapa istilah yang tidak saya pahami banyak muncul. Istilah dalam dunia algoritma dkk. Tapi, setelah masuk ke bab dimulainya Warsito sekolah di SMA paling favorit se-Karangayar, itulah menurut saya mulai seru dan bikin gregetan, seperti enggan untuk cepat-cepat tutup buku, walau mata sudah mulai ngantuk. Penasaran. Bagaimana sosok Warsito ditengah kemiskinan keluarganya, tetap berusaha untuk terus maju dan sekolah. Bagaimana sosok Warsito yang dari keluarga petani, bisa melaju mewakili sekolahnya untuk lomba cerdas cermat dari tingkat bawah sampai tingkat atas. Bagaimana sosok Warsito yang awalnya sering kena bully, malah berbalik banyak teman-teman yang mendekat. Bagaimana Warsito yang harus memilih untuk kerja di tempat dengan gaji yang warbiyasak banyak atau melanjutkan proses risetnya, dengan penghasilan yang pas-pasan. Semua diceritakan. Soal tahapan penelitiannya juga lengkap kap kap dibahas, walau kadang saya gak mudeng di beberapa bagian, tapi benang merahnya saya ngerti lah, hihihi.

Yang paling seru  dari buku ini buat saya justru ada di bagian “Kumpulan Cinta Rita Choirunnisa”, istri Warsito. Di halaman yang hanya 7 lembar itu tertulis dengan detail, bagaimana perjalanan mereka berdua membangun rumah tangga. Sama-sama tidak kenal sebelumnya, hanya yakin kalau sosok calon suaminya orang yang baik, cerdas, dan sholeh. Bagaimana Ibu Rita seperti rela dinomerdua-kan oleh suami. Yang pertama, tentu saja risetnya. Disitu saya jadi paham betul, bahwa memang seorang peneliti harus punya istri yang kuat. Kuat menata hati saat lahiran, sang suami malah ada di kampus. Kuat menata hati saat keuangan rumah tangga berdarah-darah karena suami yang enggan berkarir ‘dengan orang lain’. Harus kuat hati, satu visi misi. Yang pasti Bu Rita sudah sampai pada level keyakinan bahwa rezeki (yang berupa uang) sudah pasti diatur sama Allah, dan punya mindset kalau yang dikerjakan suaminya, pasti bermanfaat untuk banyak orang. Di akhir halaman tentang Catatan Rita, tertulis “tidak semua orang punya rezeki dapat suami seorang peneliti” masyaallah..

Selain takjub, saya juga ketawa-tawa baca buku ini. Moment saat Prof. Fan, yang dari Ohio University, bertanya kepada sensei Uchida apakah boleh dia membawa Warsito ke Amerika? Uchida menjawab “itu terserah kepada yang bersangkutan” dan langsung di-iyakan oleh Warsito. Padahal kalimat terserah itu kalau di budaya Jepang tandanya penolakan secara halus, hahaha.. Selama saya ikutan Nihongo Class di kantor satu bulan terakhir ini, beberapa kali sensei nya bilang kalau kultur orang Jepang itu memang suka gak-enak-kan kalau to the point untuk nolak-nolak gitu..hihihi

Daaaan, ada part yang membuat saya menitikan air mata. Saat 2016 keluar keputusan dari Pemerintah untuk menghentikan kegiatan di Lab-nya di Alam sutra membuat sang Doktor dari Karangayar ini jadi lebih banyak diam. 3 anak lelakinya mengirimkan pesan dalam Bahasa Inggris (karena saya yakin kalau dalam bahasa Indonesia akan terasa sangat cengeng, dan rasanya perempuan sekali) via aplikasi Whatsapp. Dari ketiga anaknya, pesan dari Ahsan yang anak ITB yang membuat saya terharu biru :

Ahsan : kalau ada apa-apa, cerita aja, Bi. Anaknya juga udah pada gede kali.

Warsito : Hahaha.. kan udah diceritain lewat FB. Hey, our standing point is clear and simple : “I did my part, now it’s your turn. I came from nothing and will not lose anything.”

Ahsan : Roger that. Hey, you know, that’s the best thing you’ve ever said, so far in my life. I wanna tell this directly. Honestly, it’s hard to speak like this. We’re not used to have a melancholic chat. Since it’s the best moment to have like this, I ought to confess that I am really proud of you. I really mean it.

Thanks for watching me, teaching me, getting me education, and all the things you’ve done. Thanks for making me proud of you.

Thanks for being a great man for me, for your children, for your wife, for your family, for this society, for this country, and for all the human race.

I couldn’t hold my tears whe I text this, its raining down face. Thank you.

Warsito : Thanks, son. I really proud of you too. Love you.

Aaaah, heartbreaking banget saya bacanya 😥 Apalagi pernah diceritain kalau si Ahsan itu anaknya rada-rada rock gitu lah (eh iya gak sih beh?) Ada juga bagian lainnya yang bikin sedih, saat Warsito terpaksa mengambil keputusan untuk merumahkan separuh karyawan C-tech labs, ada pidato yang panjang, isinya dalem banget. Lebih dalem ketimbang saat beberapa tahun yang lalu suami saya bilang “temen-temen banyak yang di PHK”

Hoya, saya juga baru tau kalau penemuan Jaket kanker pertama untuk Kakaknya Yu Warni itu, bukan simsalabim aja, tapi Warsito pernah membaca tentang perangkat pembasmi kanker yang mengalirkan engergi listrik dengan frekuensi sedang, namanya Tumor Treating Field (TTF). Baru kemudian dipelajari oleh Warsito. Pun sebelum memberikan kepada Yu Warni, sudah dilakukan uji coba terhadap kultur sel kanker dan sel normal yang dibantu oleh doktor ahli biologi molekuler lulusan Jepang yang juga bekerja di LIPI dan konsultan di RS Dharmais. Jadi gak ‘ujug-ujug’ bikin, lalu di pakaikan yaa 🙂

Intinya, penulis berhasil mengaduk-aduk perasaan saya (pembaca) menelusuri kehidupan Warsito dari kecil hingga hari ini. Serasa nonton film, tapi hanya ada di imajinasi kita saja.

Soooo, buku ini recommended ga? Banget! Buat siapa? Buat siapapun! Buat anak-anak sekolahan yang ingin terus berjuang maju ke depan. Buat orang yang punya cita-cita ingin memberikan ‘sesuatu’ untuk Indonesia, buat anak-anak yang ayahnya seorang peneliti, dan buat istri yang suaminya lagi proses jadi peneliti 🙂 Semoga Allah kuatkan kaki-kaki kalian menapaki jalan yang tidak mudah ini, aamiin 🙂

 

 

PhotoGrid_1454555436187

Akad Nikah Icha-Panji, Desember 2012 ***Ayo Abeh semangat sekolahnya, biar kayak 2 doktor di foto ini***

Nb. Buku ini bisa di beli di toko buku semacam Gramedia, Gunung Agung, dan beberapa laman online. Cuss, tinggal gugling aja.. Harganya sekitar 60ribuan-80ribuan, tergantung tawaran diskon :p

Ganbarimashou! (surat bulan Agustus)

Aku pikir aku akan cukup kuat, tanpa tangisan, saat memelukmu di depan gate dua terminal 3 Bandara Soeta siang tadi. Ternyata payah, baru beberapa langkah menuju pintu keluar, air mata sudah susah ditahan. Lebih-lebih saat di mobil menuju pulang. Hatiku serasa kosong, mencelos begitu saja. Aku ingat-ingat pernah mengalami perasaan seperti ini, iya.. beberapa tahun yang lalu saat dokter kandungan bilang kalau ketubanku sudah rembes, padahal masih 6 bulan usianya. Rasanya mirip seperti itu. Seperti badan dengan kaki yang tak menapak.

Tapi, sepanjang perjalanan tadi aku berusaha menguatkan dan membesarkan hati. Ah Bunda, ini gak akan lama kok insyaallah. Berkali-kali aku bilang kepada diri sendiri. Berusaha mengingat lagi bahwa impian diri ini adalah menjadi orang nomer satu dibelakangmu, yang mendukung proses terwujudnya impianmu. Eh impian kita ya :))

Teringat saat mau menikah dengamu, Boss mu bilang gini :

Sebenarnya dia itu udah pengen banget lanjut sekolah Cha.. cuman saya suruh nikah dulu, nikah dulu ajaaa.. abis nikah baru sekolah.

Kenapa gitu pak?

ya, biar kayak saya dulu..haha.. biar hidup lebih terarah.. biar kalian juga nanti sama-sama berproses, belajar hidup di negeri orang..

Eh Qadarullah, besok kamu insyaallah ada di Negara yang sama, Provinsi yang sama, bahkan Kampus yang sama dengan Bossmu itu ya :))

#Pakkkk pizza nya udah diterima kan tadi pagi 😛

WhatsApp Image 2017-08-07 at 4.48.02 PM

Kemarin lalu, beberapa kali kamu bertanya.. : Bunda gak sedih? Mungkin kamu geregetan ya, aku ‘tampak’ biasa-biasa saja di hari-hari menjelang keberangkatanmu, tidak seperti yang lainnya yang tampak melow. Aku menjawab : Bunda gak sedih.. Bunda seneng, bunda bersyukur. Abeh juga harus lebih banyak bersyukur.. gak banyak orang yang dikasih nikmat dan kesempatan ini sama Allah. Ya kan beh :))

Banyak yang bilang, kalau 5 tahun pertama pernikahan itu jadi awal-awal yang menentukan kehidupan berumah tangga selanjutnya. Katanya, teorinya, 5 tahun pertama akan penuh drama, pertengkaran, tangisan, dan yang serem-serem lainnya. Kadang aku bingung sekaligus deg-deg-an kapan moment itu datang, secara teori. Eh, Alhamdulillah.. selama kita menikah (yang hampir 5th ini) kita hanya ribut soal : Kamu bilang itu biru, Aku bilang itu Tosca. Kita ribut soal : dari Tambak ke Pramuka itu aku bilang lurus, padahal belok kanan sanggahmu. Ribut-ribut lainnya tidak sepenting biru atau tosca dan lurus atau belok kanan itu. Semoga Allah berkahi rumah tangga kita..

Tapi, aku yakin.. 5 tahun kemarin akan menjadi bekal berharga untuk rumah tangga kita kedepannya. Aku merasa esok, saat kita semua sudah bersama (soooooooon), akan jadi babak baru, seperti mulai dari nol lagi (literally dari NOL, karena kemarin kita sudah jual rumah dan mobil kita ya Mas, hehehe). Semoga ditempat yang baru, Allah kasih limpahan rizki yang berkah, ilmu yang bermanfaat, kesehatan yang prima, dan yang paling penting iman yang kokoh :))

Kemarin hari lahir mu, aku bilang : tahun ini aku gak kasih kado ya. Sebagai gantinya, kamu malah memberikanku kado, jam tangan eiger impian. Malu-malu aku memintanya. Kamu bilang, kalau besok kangen.. lihat jam ini aja ya Bun. Hari ini, sudah kulihat berkali-kali :))

Kenapa aku gak kasih kamu kado tahun ini? Karena lafalan doa di tahun ini barisnya berlipat-lipat dari tahun-tahun sebelumnya. Saat kami gak ada disana, kami titipkan kamu dengan Allah, karena hanya Dia sebaik-baiknya penjaga.

Semoga Allah selalu berikan kesehatan, semoga Allah berikan kemudahan untukmu dalam menyerap ilmu-ilmu yang akan kamu pelajari, semoga Allah datangkan orang-orang baik dalam hidupmu, hidup kita bersama nanti disana. Semoga Allah selalu menjaga, membimbingmu, membimbing keluarga kita agar menjadi keluarga yang selalu taat dalam memupuk bekal akhirat di dunia ini. Semoga Allah jadikan dunia hanya di tangan, dan selalu Akhirat yang di hati. Aamiin 🙂

Ganbarimashou ^o^

Ps. Semoga urusan disana lancar, cepet jemput Bunda dan anak-anak ke Negeri Sakura, Aamiin 🙂

Jakarta, 7 Agustus 2017, yang sudah merindu.

worldmap

 

Cacar Air

Cacar Air

Beberapa hari ini kayaknya cacar air lagi ngehits ya kak? mungkin karena measles-rubella lagi jadi treding topic, si varicella juga gak mau kalah :p

jadi baca-baca lagi soal cacar air, karena takut kasih jawaban yang sesat, hahaha.. dibawah ini aku ringkas dari buku dokter Wati dan beberapa diskusi di Milis Sehat ya, semoga bermanfaat!

Varicella (cacar air) adalah kelainan kulit yang ditandai dengan adanya gelembung di permukaan ruam yang warnanya kemerahan. Gelembung tersebut terbentuk seperti tetesan embun (tear drop). Seperti infeksi virus lainnya, cacar air umumnya diawali dengan gejala prodromal yaitu demam tinggi mendadak, sakit kepala, sakit sendi, mual, dan muntah. Setelah itu timbul ruam kemerahan dan kemudian terbentuk gelembung di atas ruam. Gelembung menyebar ke seluruh tubuh, lengan, muka, dan akhirnya ke kaki. Selanjutnya dalam 3-5 hari, gelembung merata di seluruh tubuh. Setelah itu mengempes dan timbul keropeng.

Pada orang dewasa, bisa lebih berat dan bisa menimbulkan komplikasi radang paru (pneumonia) atau radang otak (ensefalitis). Pada anak kecil, umumnya jauh lebih ringan, sering kali tanpa demam, tidak seluruh badan, dan tanpa komplikasi (kecuali pada anak dengan daya tubuh yang rendah seperti kanker, terapi steroid jangka panjang, HIV/AIDS). Bila mengenai ibu hamil muda dapat menyebabkan varicella cingenital (infeksi varicella bawaan lahir) yang bisa menyebabkan kecatatan pada janin. Sedangkan infeksi pada lima hari hingga 48 jam menjelang persalinan bisa menimbulkan infeksi perinatal (infeksi seputar lahir) pada bayi yang 30%-nya bisa bersifat fatal.

Prinsip pengobatannya adalah mencegak gelembung agar tidak pecah (biarkan mengempis dengan sendirinya). Oleh karena itu, cukup taburkan bedak (nanti akan dibahas “bedak” apa). Cacar tidak memerlukan salep apapun termasuk asiklovir (Acyclovir). Salep ini bekerja di permukaan kulit sehingga diberikan pada virus Herpes simplex; sedangkan pada cacar air, virus berada di darah. Anthistamin antara lain chlorpheniramin maleat tidak dapat mengurangi gatal karena cacar air bukan penyakit alergi. Asiklovir minum atau suntuk hanya diberikan pada orang dengan daya tahan tubuh yang sangat rendah seperti manula, pasien dengan terapi steroid, HIV/AIDS, pasien dengan kelainan paru dan kulit kronik. Tidak dianjurkan untuk memberi Asiklovir pada ibu hamil dengan varicella tanpa komplikasi karena sampai saat ini belum diketahui efeknya terhadap janin. Berdasarkan panduan (guideline) AAP, tidak dianjurkan untuk memberikan asiklovir oral pada anak normal. Di lain pihak, pemberian ini hanya akan efektif bila dimulai dalam waktu 24jam pertama setelah munculnya ruam. Cacar air tidak memerlukan antibiotik baik minum ataupun salep.

Cacar air boleh dan harus mandi. Tidak perlu PK atau sabun anti-septik, cukup air bersih dan sabun biasa (gunakan sabun cair untuk mengurangi gesekan). Pada anak kecil, proses regenerasi kulit sangat baik, insyaallah tidak menimbulkan bekas apapun.

Cacar air sangat menular sejak prodromal muncul. Juga menular melalui udara dan cairan gelembung. Oleh karena itu, sebaiknya penderita cacar dipisahkan dari orang-orang berisiko komplikasi bila terkena cacar, seperti ibu hamil trimester pertama, bayi baru lahir, orang tua, serta orang dengan daya tahan tubuh yang lemah.

(taken from : Q&A Smart Parents for Healthy Children)

-Diskusi di Milis-

#1. Mau menambahkan cacar air atau varicella rute penularan utama adalah  lewat droplet napas (bukan hanya cairan dari cacar air) gejala awal mungkin demam dan nyeri tulang, dokter bisa luput kalau belum ada blisternya (Dokter Anto)

Continue reading

Anak Kinestetik? Main di Taman Yuk :)

Salah satu Pakar perkembangan anak,  Howard Gardner dalam teorinya menyatakan ada 8 jenis kecerdasan linguistik (bahasa), matematika, visual spasial, musik, interpersonal, intrapersonal, kinestetik, dan naturalis. Nah dalam diri seorang anak bisa jadi ada 1 atau 2 kecerdasan yang menonjol banget dari kecerdasan yang lainnya. Tugas kita sebagai orang tua yang mengobservasinya. Kalau anaknya memang cenderung ke arah musik ya jangan ditekan untuk belajar matematika secara berlebihan, bisa stress kan ya? Atau anak yang dari kecil sudah kelihatan kecerdasan kinestetiknya ya kita bisa kasih stimulus hal-hal yang mendukung ke-kinestetikan-nya toh?

Hayyooo.. siapa yang punya anak-anak gak bisa diem? pecicilan kesana-kemari, jatuh bangun jatuh lagi tetep semangat manjat sana sini? Cuuuung! Bahkan kalau kata Pak Suami, itu bocah pas ketuban bunda rembes dikasih apa sih sama dokternya? bisa aktif banget 😀 Walau capeeeek banget. tapi disatu sisi kami seneng banget, banyak hal positif yang bisa diambil dari anak ‘gak bisa diam’ ini. Gak bisa diam kan biasanya dikaitakan dengan kecerdasan kinestetik seperti teori Howard Gardner diatas loh. Sederhananya kecerdasan kinestetik yaitu kecerdasan dalam menggunakan tubuh dengan trampil dan memegang objek dengan baik. Dan yang seperti ini gak semua anak mampu. Ada beberapa ciri-cirinya misalnya, si anak lebih menyukai permainan yang melibatkan fisik, seperti: bermain sepeda, berenang, bermain bola sepak, pandai menggunakan bahasa tubuh, lebih suka bermain di area permainan dan sebagainya.

20161218_165857

ngeblur karena anaknya lari-larian mulu :p

Untuk poin terkahir, soal lebih suka bermain di area permainan buat kami ini asik banget. Selain si anak main, orang tuanya juga bisa sekalian olahraga. Yup.. pilihan kami sebagai orang tua hemat dan cermat adalah mengajak anak bermain ke Taman. Alhamdulillah kabar baiknya di Jakarta ada banyaaaaak banget taman-taman gratisan yang dikelola dengan baik oleh Pemerintah Daerahnya. Semoga daerah-daerah lain di Indonesia segera menyusul ya.. Pertanyaan selanjutnya, kenapa ke Taman? Selain menyalurkan ke-kinestetik-an anak-anak, bermain di Taman juga banyak manfaatnya, yuk kita bahas sedikit :

  • Kesehatan

Ahhh sudah bukan rahasia umum ya di Jakarta mah polusinya ampun-ampunan, tapi ada loh spot-spot asik yang masih menyediakan udara segar. Ya di taman salah satunya. Bermain dialam terbuka membuat tubuhnya jadi lebih sehat, bugar, dan bersemangat. Apalagi  di taman kota yang banyak tumbuhan,  pohon dan rerumputan akan membuat anak menghirup udara lebih segar dan bersih yang baik untuk kesehatan paru-parunya. “the fresh air will do you good”, right?

  • Belajar

Bermain di luar bisa membuat anak banyak belajar. Tentu saja soal ini takes two to tanggo ya, bukan sekedar anak dibiarkan main sendiri, tapi kita sebagai orang tua ikut serta bermain. Orang tua bisa mengambil satu objek yang dijadikan “materi”, misal pohon mangga di taman. Kita bisa eksplore banyak soal pohon mangga. dari pengenalan apa itu akar, batang, daun, buah, dan sebagainya.

Figure 16

  • Kemampuan Sosial

Naaah ini yang menurut saya penting banget, kemampuan bersosialisasi untuk anak. Kalau di taman Surapati seringkali ada pedagang yang jual balon gelembung. Nah kadang ada beberapa anak yang ikutan main, sharing bangeng siapa yang membuat gelembung, siapa yang mentepuk-tepuk gelembung. Seneng banget pas liat Amaya Arsa sudah bisa berbagi sama anak-anak seusianya.

WhatsApp Image 2017-06-16 at 2.03.57 PM

Komunitas Ibu-Ayah ASI Kantor di Taman Honda 2016

WhatsApp Image 2017-06-16 at 2.03.58 PM

Komunitas Ibu-Ayah ASI Kantor @ Taman Honda 2017

2016-01-19 04.50.50

Bun with kiddos @  Scientia Square Park, Serpong

itu hanya 3 dari sekian banyak hal yang bisa kita dapat dengan bermain di taman. Balik lagi soal kinestetik, salah satu cara yang mudah melihat apakah anak kita termasuk di dalamnya atau tidak adalah memerhatikan aktivitas anak yang tidak bisa ‘anteng’, senang berlarian kesana-kemari, melompat-lompat, naik-naik ke kursi, manjat teralis jendela jadi hobinya, dan selalu menggerakkan tangan atau kakinya ketika duduk, coba deh diperhatiin lagi. Biasanya, anak kecerdasan kinestetiknya lebih dominan butuh penyaluran energi gerak yang lebih tinggi dibandingkan anak lain yang biasa-biasa saja.

Walau pasti capek ya nemenin anak berlarian kesana kemari, tapi percayalah kalau anak yang aktif bergerak bisa membuat anak tumbuh lebih sehat, karena banyak sekali manfaat dari gerak itu sendiri. Seperti, bisa meningkatkan kinerja banyak organ tubuh yang akan melancarkan sistem peredaran darah dan metabolisme tubuh si anak. Jantung juga akan berkerja lebih kuat, peredaran darah lebih lancar toh? Terus nih, setelah diperhatikan, setelah anak main di taman pasti makannya jadi lahap banget.. ya karena energi yang dikeluarkan juga sudah banyak kan..hehehe..

Keluarga kami sendiri mentargetkan paling tidak satu kali dalam seminggu kita mesti main ke taman. Kebanyakan memang terlaksana, kecuali dua hal. Hujan atau sakit. Dua hal ini yang gak bisa ditolerir deh. Kalau hujan mah mau gimana lagi ya? disenyumin aja mudah-mudahan segera reda jadi bisa ‘balas dendam’ sore main di taman.

Nah kalau Sakit? Yang namanya anak-anak mah apet banget sama yang namanya Virus. Apalagi usia balita, yang emang lagi masa-masanya ‘ngumpulin virus’. Paling sering apa Bun? Batuk Pilek Demam. Itu trio banget deh. Tapi bersyukurnya kalau batuk pilek disertai demam berarti emang virus ya.. no need worry soal DB, Rubella, Campak, atau Typus. Anak-anak biasanya sudah paham kalau batuk pilek demam, mereka harus banyak minum agar tidak dehidrasi. Atau kalau memang sudah tidak nyaman, akan saya kasih paracetamol. Banyak merknya, salah satu sediaan di rumah Tempra SyrupPilih yang sirup karena anak-anak di rumah usianya 2,5tahun dan 3,5tahun jadi cocok dengan range umurnya. Tempra Syurup juga isinya pure paracetamol. Jadi memang aman dan tepat guna untuk menyamankan anak yang sedang demam. Bunda-bunda harus concern ya soal komposisi obat demam anak ini, karena banyak di pasaran yang isinya justru bukan Paracetamol, tapi aspirin dan glisin. Nah kedua jenis yang disebutkan tadi itu justru lebih banyak bahayanya ketimbang manfaatnya. Ibarat mau meruntuhkan rumah tipe 27, tapi pakai bom atom. Bisa googling soal aspirin dan glisin ini untuk informasi lebih banyak.

Tempra-Syrup-square

Tempra Syrup, pic taken from BP

Prinsip penanganan saat anak demam pada keluarga kami :

demam5

Biasanya kalau memang si trio batuk pilek demam insyaallah gak akan lama sih berlangsungnya. Demamnya juga biasanya 1-2 hari aja. Kalau dirasa hari kedua tinggal batuk pilek aja, biasanya minggu sore kami tetap ke taman sih, hehehe.. lumayan anak-anak juga lebih terasa segar kan.. gak cuman tidur-tiduran aja di kamar. Untuk rekomendasi taman di sekitaran Jakarta : Taman Suropati di Menteng, Taman Menteng, Taman Tebet, Taman Mangrove di Jakarta Utara, Taman Langsat, dan tentu saja yang terkenal adalah Taman Merdeka alias Monas. Yuuuuk ah cuss bawa anak-anak hirup udara segar dan lari-larian di taman! 🙂

 

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Tempra yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi. Artikel ini tidak dapat menggantikan hasil konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.

Self Motivated

Saya bilang kan ya di postingan sebelumnya.. walau saya gak postign di blog ini tapi saya teteup loh jalan-jalan ke blog lain, baca tulisan-tulisan seru dari bloger yang masyaallah konsistensi menulisnya, mantaaaap.. Ealah, yang satu ini belum saya follow sih, nyasar kesitu karena gugling sesuatu (eaaaaa..) nama blognya klirianeh.com ehmmm.. kebayang gak dari nama blognya isinya kek apa? Hihihi.. yang lucu lagi penjelasan blognya “People think that I’m weird, but I think they just don’t know that much about Einsten’s theory of relativity” Weeeeew, pasti orangnya kreatif banget nih, begitu batin saya. Akhirnya karena penasaran, saya baca dari postingan terupdatenya lalu terus melaju ke postingan sebelum-sebelumnya..

Dan benerkaaaan dugaan saya, si empunya blog emang sadees lucunya, ditambah suaminya yang anak punk-rock, hidupnya jadi gado-gado gitu –menurut saya loh yaa. Ada satu postingan seru tentang suaminya yang perokok berat. Jadi memang dari sebelum menikah, si suami udah perokok berat. Anak punk gak ngerokok? Ah cemeeen pasti kan. Sedangkan istrinya yang sebel banget sama rokok. At the end, mereka sepakat punya list yang panjang soal rokok-merokok baik di dalam dan di luar rumah. Salah satunya adalah ada 30 hari (kalau gak salah inget) dalam satu tahun dimana si istri minta untuk tidak merokok sama sekali. Kalau gak salah pas bulan pernikahan mereka deh. Dan deal, suaminya setuju. Abis 30 hari balik lagi gak? Ya balik ngerokok lagi.. istrinya sedih? Pastinya (sotoy gue), tapi 30 hari tanpa rokok sudah jadi sesuatu yang wow banget kan ya buat anak punk gitu? Belum lagi tawaran dari sesama anak punk lainnnya, sampai katanya diledekin “lo takut istri ya?” gitu gitu lah.. 30 hari tanpa rokok pun berjalan beberapa kali. Sampai suatu ketika, istrinya sadar kalau ini sudah lewat dari bulan pernikahan, daaaan suaminya teteup gak ngerokok. Cool. Disitu istrinya cerita kalau dari awal dia udah cerewet banget soal rokok ini, bahayanya, uangnya, dll. Tapi yaa.. masuk telinga kiri keluar telinga kanan.. Gak mempan. Nah berhenti merekok kali ini ternyata memang atas KESADARAN SENDIRI si suami. Jadi ketika sudah niat, ikhtiat, allah yang mengaturnya lah ya. Percuma kalau motivasi itu datangnya dari luar, lama-lama pasti luntur.

bef5ec9f01d98fdff5740bbbf2f170fe

Setelah baca itu, pikiran saya jadi kemana-mana. Eh engga deng.. pikiran saya jadi ke arah edisi curhat beberapa teman dekat. Bukan tentang rokok, tapi yang lainnya. Misal, ada yang suaminya susah banget disuruh sholat. Si istri udah sampe berbusa nyuruh-nyuruhnya, tapi ya itu.. sesekali aja sholatnya. Karena memang belum ada kesadaran dari diri sendiri akan kebutuhan sholat. Atau kalau yang sudah lumayan rajin sholat, tapi laki kok sholatnya di rumah? Kasih mukena juga nih :p akan sangat susah kalau motivasi untuk sholat di masjid bukan berasal dari dalam dirinya. Apalagi kalau niatnya karena perjanjian dengan istri. Hiks.. itu paling anget-anget tai ayam deh, sehari dua hari atau paling puol seminggu aja berjalan ke masjidnya. Setelah itu adaaaa aja alesannya. Atau ada juga yang suaminya bak rajo? Semua urusan domestik rumah tangga itu wilayah kekuasaan istri. Ah pret banget kayak gini mah :p kecuali kalau emang lu rajo beneran ya, kasih istrinya ART full buat rumah tangganya, dari mulai cuci setrika, masak, nyuci piring, nyapu ngepel, jadi istrinya bisa tiap hari menipedi. Kalau enggak mampu? Ya batuin atuuuh.. inisiatiflah bantu-bantu urusan rumah. Tapi ya lagi-lagi susah kalau bukan kesadaran dari diri sendiri. Yang ada istrinya capek minta tolong, tapi lakinya teteup main game aja. Yang kayak gini ada? Banyaaak! Makanya, PR banget buat kita yang punya anak laki-laki untuk bisa juga mengerjakan hal-hal kerumahtanggaan. Sepakat ya? 🙂

Benernya saya suka bingung kalau dicurhatin macem-macem perintilan rumah tangga, mau bilang apa.. takut gak solutif apalagi sotoy. Tapi lagi-lagi karena saya juga perempuan, kadang perempuan cukup didengarkan dengan penuh empati sih. Gak perlu solusi, karena biasanya masing-masing kita sudah tau solusinya apa. Tapi.. yang paling penting yang kadang suka kita lupa, adalah DOA. Doa deh sama Allah, curhatin apa-apa yang kita rasain. Nangis-nangisan sama Allah mah gak papah.. gak ada yang lihat ini. Karena memang hanya Allah yang bisa menggerakan hati orang-orang terdekat kita.

Last, teteup semangat ya buibu seperjuangaan.. ada banyak janji Allah tentang surga untuk Ibu yang sholehah 🙂

Mesin Jahit – Jaguar HD 3000

Yaaaay.. akhirnya mood buat ngeblog muncul juga.. benernya dari kemaren-kemaren teteup buka blog, tapi ya cuman mampir-mampir di blog yang saya follow aja.. jadi cerita apa bun kali ini?

.

.

Mesin Jahit! (MJ)

.

.

Benernya lagi dari pekan lalu mau cerita tentang si Ibun ikutan workshop (WS) di master craftingnya CFC, bue Indar.. tapi apadaya emang belum mood. Lah sekarang udah mood tapi kok belum nulis tentang ​WSnya? Nanti lah yaa.. postingan itu mesti ada poto-poto yang lebih oke kalau di edit dulu kakaaak 😀

 

Postingan ini sih sumbernya dari si WS itu, gegara ikutan WS jadi pengen punya MJ. Iyaa.. di komunitas CraftaLova Fabric Club (CFC), Mesin jahit disingkat jadi MJ, berasa jadi keran yak, hahaha.. Akhirnya cerita lah sama suami yang tentang keinginan Ibun beli MJ. Suami agak ragu sih awalnya, mencoba mengundur-undur niatan saya beli MJ : “Nanti aja nda, kalau bunda udah CTDLN, beli disana aja..” Gitu katanyaa… tapi ah, kesana kan masih lama abeh, atuhlah..hahaha.. akhirnya rayu-merayu, dibolehin juga. Dikasih subsidi rupiah sama abeh lumayan, karena abeh dapet menang award-award-an gitu dari kantornya, ecieeeeeh.. Alhamdulillah 🙂

 

Sebagai generasi Y, tentu saja saya mengandalkan google untuk mencari tahu soal si MJ ini. Eh enggak.. awalnya saya cari tau bukan merk atau tipe MJ, tapi dimana beli MJ, toko nyata. Bukan sekedar online. Pas WS itu saya pakai Janome lupa tipe apa, tapi harga >4.5jt.. overbudget buat saya. Tapi saya kesengsem sama Janome. Buat yang sering berhubungan dengan crafting, si Janome ini lumayan terkenal, bandel, rekemendid lah.. jadi ya pikiran saya : Beli Janome, beli di toko offline deket kantor (karena kalau sabtu minggu gak memungkinkan euy..), budget 2-3jt.. maklum kak, pemula banget.. tau diri lah mengalokasikan budgetnya 😀

 

Setelah googling beberapa hari, Iyaaaa beberapa hari..hihihi.. saya memantapkan hati untuk ke Toko Aneka Mesin Jahit yang ada di Jl. Pangeran Jayakarta No.14, RT.8/RW.6, Mangga Dua Sel., Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat. Cek di google map, ah deket banget dari kantor. Lalu di suatu Jumat saat laporan sudah saya selesaikan di Rabu kemarin, saya cuss ke Toko AMJ itu pakai Gojek, bayar pake gopay cuman 2000 perak! Alhamdulillaaaaaah 😀

Gak sampai 10 menit sampailah saya di Toko AMJ ini. Bener kata temen-temen yang pernah nulis di blognya tentang toko AMJ ini. Dari depan tokonya suram gitu.. gelap, minim pencahayaan. Warna cat putih yang sudah benar-benar pudar. Belum lagi karena letaknya dipinggir jalan raya, jadilah debu-debu itu bebas masuk dan nempel di tokonya, ew.. Tapi pas saya planga-plongo masuk ke teras tokonya, ada 1 pegawainya yang senyum lebar banget menyambut saya.. oke, first impressionnya lumayan oke nih. Pas saya masuk, ada customer ibu dan anaknya, tampak lagi servis MJ nya. Lalu saya disambut oleh Koko yang fenomenal ini.

BreakfastBuffet (1)

 

Diawal saya ditanya mau beli mesin jahit pertam kali ya? Lalu saya dikasih 4 lembaran ketas A4 yang sudah di laminating yang berisi infomasi umum soal mesin jahit. Ditanya budget, saya jawab kisran 2-3jt aja.. Again, tahu diri saya mah pemula, hihihi. Pas ditanya merk apa yang diinginkan? Saya jawab saya hanya pernah pakai Janome, lalu di Koko nya merinci 6 mesin jahit Janome dengan range harga segitu. Dijelaskan satu persatu sambil dikasih liat barangnya yang di display. Waktu itu saya bingung banget mau pilih yang mana.. tapi saya bilang kalau saya mau yang posisi bobbinnya (anak sekoci) diatas gitu. Bukan yang masih harus pasang-pasang sekoci. Duh kakaak.. suka emosi sama si sekoci itulah dari jaman saya kenal MJ Buterfly yang legend itu.

Unfortunetly, Janome dengan bobbin atas dengan range harga segitu… GAK ADA. Hahahaha.. katanya untuk Janome, bobbin atas yang harga 3juta ke atas. Oh no. Saya sudah bertekad gak mau overbudget lah. Hoya, diawal saya katakan kalau saya mau merk Jepang, alesannya kenapa nanti kapan-kapan dikasih tau #apasiiiih.. Jadi katanya ada 6 MJ dari Jepang. Si Koko bilang semua sudah berdiri lama, tahun 1940an sudah ada ini perusahaan MJ. Saya gak tau semua, tapi beberapa yang gak asing macam : Singet, Brother, Janome, Juki.. yang dua lainnya saya gak tau.

Lalu saya tanya “Kalau Singer sama Janome, bagusan mana koh? Lebih kuat mana?” Pertanyaan sejenis itu lah.. Daaan jawabannya bikin greget banget..

“Ini kayak mobil, Toyota sama Daihatsu sama-sama merk Jepang kan? Nah lu punya uang berapa? 200 jutaan beli avanza, tapi kalau 300 jutaan beli Terios. Avanza bisa dibandingin sama Terios gak? Gak bisa.. beda harga. Tapi kalau Avanza sama Xenia harga mirip-mirip, kualitas gimana? Sama aja.. mirip-mirip juga. Jadi jangan bandingin merk, ya lu pny budget berapa gitu aja.. dan soal selera. Kalau kekuatan MJ mah rata-rata sama aja lah”

Hahaha bener juga yak..

Gak mau kalah, saya tanya “Kalau dengan harga yang sama, pilih yang mana Koh?”

Ehm.. dari postingan di blog-blog lain saya tau kalau si Koko ini demokratis, dia membebaskan kita pilih mana, terserah aja.. tugas dia hanya memberikan informasi ini dan itu. Tapi kok disaya beda ya? Hahahaha.. Ditembak dengan pertanyaan seperti itu si Koko nya lalu menunjukkan lorong belakang tokonya yang ada display 4 MJ. 2 Janome, 2 Jaguar. Hah? Jaguar? Merk macam apa itu? Bener-bener baru pertama kali saya denger. Padahal dari tadi Si Koko sudah sebut-sebut Jaguar, Sayahnyah aja yang gak ngeh Dia lalu menerangkan si Jaguar yang ujung pojok, harga 2,2jt kalau pakai meja ekstensi jadi 2,4jt..

“Ini giginya sudah 7, kalau Janome gigi 7 ini baru bisa dibeli di harga 4juta ke atas.. Janome yang harga dibawah 3 juta giginya hanya 4 (atau 3 ya? Saya lupa), terus ini sudah pakai lampu LED putih. Gak ngerusak mata untuk jangka panjang, lebih tahan lama, plus gak bikin panas body MJ. Janome dengan LED putih itu mah mana ada yang 3 juta kebawah, semua masih pakai bohlam kuning yang dipakai 2 jam saya sudah panas.. Kalau bandel mah, dua-duanya bandel kok.. si Jaguar ini sudah ada dari tahun 49. Bukan perusahaan ecek-ecek..”

(Nb : Gigi mesin jahit itu salah satu bagian dari MJ, letaknya tepat di bagian bawah sepatu mesin jahit. Fungsi utama dari bagian ini adalah sebagai penggerak atau pendorong kain disaat menjahit, semakin banyak giginya, semakin lurus perilakunya tarikan bahannya)

“Kok saya baru denger ya merk Jaguar?“

“ya ini emang gak seterkenal Singer di Indonesia, tapi di Jepang ini terkenal loh. Nih lihat bulan lalu saya ke Osaka ada festival (lupa nama festivalnya), ini logo siapa? Jaguar.. pusatnya di Osaka ini, nih nih liat lagi foto-fotonya (eww Koh..)”

“Jadi lebih worth to buy si Jaguar ini dong ko?”

“Iya emang.. tapi ya itu.. karena belum terkenal di Indo, jadi pasti video youtubnya juga belum banyak atau gak ada.. kayak si Janome itu kan udah banyak.. Tapi saran saya beli Kakaknya aja.. ini nih (nunjukkin yang ujung depan) lebih oke lagi, harga 2,6jt udah sama ekstensi”

BreakfastBuffet (2)

Daaan, jadilah saya deal untuk beli Jaguar HD 3000 di harga 2,6jt dengan garansi 3-1tahun (gimana deh, hahaha). Silahkan gugling, niscaya anda tidak akan menemukan reviewnya sama sekali dari blogger Indonesia (dan luar Indonesia), hahaha..

Lalu setelah membayar, si Koko meminta pegawainya untuk membuka kotak si Jaguar, mencocokan kelengkapannya, dan mengajari saya basic-basic tentang dunia per-MJ-an. Seperti mengisi bobbin, pasang benang, pasang jarum, ganti sepatu, mencoba berbagai pola jahitan, pasang resleting, gitu-gitu lah.. Total saya di toko itu sekitar 1jam. Diakhir sesi beli MJ itu saya memberikan 10ribu rupiah ke Pegawai yang tadi ngejelasin MJ nya.. (semoga kalau ada yang beli di AMJ juga, melakukan hal yang sama yaa.. muka si bapaknya kasian gitu euy)

Si Jaguar sudah ada di rumah dengan selamat, alhamdulillah.. udah dicoba belum? Belum euy.. si Amaya sakit dari hari Jumat itu.. Semoga lekas sehat ya teh… Anaknya sumringah sih pas saya bilang mau bikin rok-rok buat dia, #janjilohbun

Ehhhhh, dipikir-pikir.. saya (dan suami) emang kadang suka aneh deh. Teringat 2013 lalu saat memutuskan untuk membeli mobil, saat orang-orang beli mobil Avanza, Xenia, Jazz kalau punya duit lebih, atau Miragenya Mitsubisi, kami malah memutuskan untuk membeli Chevrolet Aveo , yang saya lumayan yakin gak banyak yang tau mobil apaan itu si Aveo, hahahaha.. Apalagi yang punya, dari satu lantai di kantor saya yang isinya 80 orang, hanya saya dan boss saya yang punya Aveo. Wkwkwk selera aneh lah katanya.. Begitu juga si Jaguar ini yak, selera aneh mungkin :p

Harapannya sih setelah MJ Jaguar ini terbeli, menyusul mobil Jaguar yang terbeli.. hahaha engga..engga.. masih cinta sama si Aveo itu, walau kemungkinan Agustus tahun ini mau dilepas, ada yang minat? PM ya! Loh malah promo.. Semoga MJ nya terpakai, dah gitu aja 😀

Kodachi dan Botol

Gak ngerti harus mulai dari mana, karena postingan ini isinya akan terlalu menyeramkan buat saya. Lah kalau takut kenapa tetep ditulis bun -__-

Entah ya, kepikiran aja buat di tulis. Semoga bisa bisa direnungi dan diambil hikmahnya.

Jadi, pertama. Saya iseng-iseng buka salah satu forum di kaskus yang isinya tentang tulis-menulis, sebut saja SFTH ya. Nah ketemu salah satu cerita yang udah di closed, artinya bisa jadi cerita itu sudah tamat kan ya, saya paling males dikentangin TS SFTH :P. Nah di cerita panjaaang itu salah satunya mengisahkan (hoya, ini true story) tentang dia (anak laki-laki) dengan Ibunya. Sebeneranya ini bukan jalan cerita utama, tapi justru yang paling menyita perhatian saya. TS menceritakan diawal kalau Orang tuanya bercerai sejak dia kelas 3 SD. Ibunya pergi dari rumah, dan ayahnya kerja di luar negeri. Tidak diceritakan penyebab ceritanya, yang pasti bukan soal ekonomi, hanya dikasih clue : Ibunya gak suka dengan anak laki-lakinya. What da… Apaan deh, emang ada ya Ibu yang gak suka sama anaknya? Pikir saya. Lalu cerita berkembang semakin jauh. Beberapa kali TS menceritakan apa-apa saja yang telah ibunya lakukan : Memukul, mencubit, ‘mentelantarkan dia’, jadi TS sejak bayi diasuh oleh nenek dan tantenya. Nah bagian paling serem adalah ibunya menyayat pinggang belakang TS dengan kodachi. Tau Kodachi?

Ini saya dapat dari Om Wiki ya :

Kodachi (小太刀 atau こだち?), atau bisa disebut tachi, adalah salah satu pedang Jepang yang dibuat secara tradisional dan digunakan oleh samurai pada zaman feodal Jepang. Kodachi berasal dari awal Zaman Kamakura (11851333) dan berbentuk seperti tachi. Kodachi dipasang dalam bentuk tachi tetapi dengan panjang kurang dari 60 cm.[1]

Penggunaan dari kodachi tidak diketahui, tetapi mungkin telah menjadi pedang pendamping untuk tachi berukuran normal. Kodachi tampaknya hanya diproduksi dalam jangka waktu tertentu oleh sekolah khusus pembuat pedang.

hs85742

Iyaaaa.. samurai! Gilak! Kok bisa ibunya punya kodachi? Entahlah, yang pasti Ibunya TS adalah wanita yang lahir dan besar di Jepang, orang Jepang tulen. Gak diceritain sudah jadi WNI atau masih WNA. Setelah menyayat 2x pinggang anaknya hingga dalam, Ibunya pergi dan meninggalkan anaknya dan kodachinya. Hororrr…

Pergi dan gak pernah lagi kembali ke rumah mertuanya. Hingga beberapa kali kesempatan si Anak tidak sengaja bertemu dengan Ibunya, di Pasar dan di Restoran cepat saji. Tau gak apa yang dilakukan si Ibu karena si Anak menyapa, dan bertanya kenapa Ibunya pergi? Ibunya menampar si anak, sambil bilang : kamu siapa? Saya gak punya anak laki-laki. Dyem! Walau akhirnya lumayan bikin sedih, karena si Ibu meminta maaf ke anaknya pada saat 2 bulan sebelum dirinya meninggal : kanker otak. Tetep aja.. rasanya miris banget. Saya pas baca, curiga ibunya kena Pospartum Depression (depresi pasca melahirkan), tingkatanya jauh diatas baby blues syndrome ya. Penyebabnya -mungkin- karena suaminya bekerja di luar negeri, dan hanya pulang ke Indonesia 2x dalam setahun *sejak melahirkan itu. Jaman dulu (TS seangkatan dengan saya) belum adalah whatsapp apalagi facetime.

Itu cerita, yang saya baca di Kaskus.

Kali ini, saya lihat langsung. Emang levelnya jauh dibawah kodachi, tapi melihat langsung hal semacam ini sudah cukup bikin saya istighfar berkali-kali dan cium-cium anak.

Hari Ahad lalu, kami ber-4 ke Taman Topi di Bogor, skip aja perjalanannya ya. Nah pas ngantri tiket masuk, di depan saya ada rombongan ibu-ibu (kisaran umur 27-35th) beserta anak-anaknya. Tiba-tiba ada seorang anak yang merengek minta segera masuk ke Ibunya. Daan.. apa jawaban si Ibu? “Sabar dong! Mama bilang sabar! Ya Sabar!!” sambil bentak-bentak anaknya di depan umum. Dalam hati saya bergumam, bagaimana anaknya bisa sabar ya, ibunya aja keliatan banget gak sabarnya T__T

Tidak cukup sampai disitu, saat sudah masuk ke wilayah taman, si anak lagi-lagi berlari ingin segera main di arena permainannya. Yang ini bikin saya istighfar. Ibunya menarik tangan anaknya dengan kasar, dan memukul wajah anaknya dengan botol air mineral 600ml yang masih baru. Gilak! Itu muka anaknya langsung timpang ke belakang. Nangislah makin kejer, sambil bilang sakit..sakit. Ibu-nya makin-makinlah.. Hiks, sedih banget. Padahal anaknya seumuran Aca, manalah ngerti..

Yang saya lihat dari 2 kasus itu adalah : keberadaan sang Ayah. Heu panjang kalau bahas peran Ayah mah 😦

Banyak-banyak berdoa, semoga kita diberikan keluasan hati dan keberkahan ilmu untuk menjaga Amanah Allah ini ya.. Aamiin..