coming soon, Jagoan Kecil

3 05 2012

Image





Cara Menghindari Induksi dalam Persalinan

21 04 2012

Image

Pekan lalu saya mengunjungi sorang teman kantor yang baru saya melahirkan dua bulan yang lalu. Mulailah bercerita tentang proses melahirkan dari mulai mules-mules, rumah sakit, dan sebagainya. Kebanyakan ceritanya menyeramkan. Hampir sama saat (tepat) satu tahun yang lalu saya menunggui seorang teman kantor (lainnya). Setelah sakit-sakit di induksi, akhirnya harus operasi SC juga :(

Alhamdulillah di Group sudah dibahas tentang induksi, karna groupnya bersifat close-group, jadi dokumen-dokumen di dalamnya tidak bisa di akses untuk umum. Berikut saya full copy paste dari dokumen di group mengenai cara menghindari induksi dalam persalinan. (hehe, meski saya belum nikah *apalagi hamil*, tapi saya sukaaa baca-baca informasi tentang hamil dan melahirkan :D )

Bagaimana cara menghindari Induksi yang tidak perlu

Menurut penelitian 50% persalinan dengan Induksi berakhir di meja operasi = CAECAR!!!

Dan ini terjadi terutama pada ibu yang baru melahirkan untuk pertama kali. Padahal jika ibu bersalin pertama kali di lakukan SC, maka mereka beranggapan bahwa untuk persalinan berikutnya harus SC lagi padahal tidak.

Nah selain itu, dibandingkan dengan proses persalinan alami, ternyata proses persalinan yang di induksi terasa jauh lebih sakit. Hal ini disebabkan karena ternyata isi obat yang dimasukkan dalam tubuh kita yairu oksitosin sintetis tidak bisa di respon oleh otak dan tidak match dengan oksitosin alami. Sehingga justru malah menekan produksi oksitosin alami bahkan menekan produksi hormone endorphin dalam tubuh nah bisa di bayangkan bukan?

Berikuti ini beberapa langkah yang bisa Anda ikuti untuk menghindari induksi dalam persalinan

  1. Langkah 1

Salah satu alasan paling umum untuk induksi adalah persalinan yang sudah “jatuh Tempo” atau melewati hari perkiraan lahir (HPL).

Nah pertanyaannya adalah bagaimana Anda tahu kapan persisnya terjadi konsepsi (pertemuan sel telur dengan sel sperma) dan kapan Anda benar-benar “terlambat”?

Perlu Anda ketahui bahwa tidak ada yang tahu tepatnya kapan konsepsi seseorang itu terjadi. Mengapa ada rumus perkiraan lahir ini karena untuk memudahkan bagi kami praktisi kesehatan melihat tumbuh kembang janin Anda dan untuk berjaga-jaga bagi Anda sebagai orang tua. Dan biasanya ini selisih dua mingguan. Sekarang coba Anda renungkan, rumus HPL dihitung dari hari pertama menstruasi, apakah saat itu sudah terjadi konsepsi? Tentu saja tidak. Karena konsepsi terjadi apabila terjadi ovulasi dan saat itu ada sperma dan 2 sel ini bertemua. Apakah anda ingat dan tahu kapan tepatnya ovulasi?  Rumus ovulasi terjadi 14 hari setelah periode menstruasi terakhir diketahui (ini berlaku untuk siklus 28 hari) nah berarti ada selisih 2 minggu disini. Jadi sangat tidak masuk akal apabila Anda sudah panic ketika memasuki 40 minggu namun belum ada tanda persalinan. Karena bisa saja mundur hingga  42 minggu. Dan semakin tidak masuk akal lagi apabila begitu 40 minggu sudah di induksi atau bahkan di Sc. Karena bisa saja saat itu umur bayi Anda sebenarnya masih 38 minggu.

Kurang dari 5% dari bayi yang lahir tepat di hari HPLnya. karena Grafik lingkaran yang digunakan di dokter/bidan yang paling sering untuk menentukan tanggal HPL itu didasarkan pada siklus rata-rata 28-hari, dengan ovulasi 14 hari setelah periode menstruasi terakhir diketahui. Jika siklus Anda lebih panjang atau tidak teratur, metode ini kemungkinan besar tidak akurat. Bahkan jika Anda berpikir bahwa Anda tahu persis kapan dan tanggal berapa Anda hamil, perlu diingat bahwa sperma dapat hidup sampai 3 hari setelah hubungan seksual, sehingga memungkinkan untuk pembuahan terjadi beberapa hari setelah berhubungan seks.  Oleh karena itu, hanya karena masalah melewati “tanggal jatuh tempo” bukan alasan yang cukup untuk menginduksi sebuah persalinan.

  1. Langkah 2

Tanyakan dokter Anda ketika ia menganggap Anda “TERLAMBAT”. Pastikan dokter Anda tidak akan menekan dan memaksa Anda untuk menginduksi persalinan sampai satu hari setelah 42 minggu (kecuali jika ada alasan medis tertentu yang mengharuskan dilakukan induksi). Mintalah dia untuk menuliskan tanggal kapan Anda masuk 42-minggu dan Anda menandainya sebagai “tanggal jatuh tempo” dalam tabel, sehingga perawat dan staf lain tidak akan keliru mengkategorikan Anda sebagai pasien yang “terlambat” setelah 40 minggu.

Read the rest of this entry »





Ta’aruf

14 03 2012

Kejadiannya terulang lagi.

di suatu Ramadhan beberapa tahun silam.

Aku : Mah, si Sandy (keponakan saya, kelas 1 SMA) kemana?

Mamah : di Masjid, lagi ta’aruf.

Aku : Haaaaahhh? Sandy? Ta’aruf? Masih SMA??

Mamah : lah Icha juga sering, sampe sekarang kan?

Aku : ta’aruf? itikaf kali?

Mamah : ohya, itu maksudnya. lupa Mamah.

*

Pulang kantor, nebeng si boss dan beberapa temen satu bidang beberapa hari lalu.

P : Eh ayo dong, resolusi 2012 kita banyak yang belum kesampean : nulis artikel di koran, olahraga, asupan jasmani rohani, penting juga tuh sering-sering ta’aruf, kita kan deket istiqlal kantornya.

Aku : ta’aruf?

P : iyaaa.. di istiqlal aja.

Aku : *jadi inget Mamah* ITIKAF kaliiiiiiiiiii >.<





Dhana Widyatmika [Opini Pribadi]

2 03 2012

Kamu PASTI akan diuji dengan hartamu dan dirimu. Dan pasti kamu akan mendengar banyak hal yang sangat menyakitkan hati dari orang-orang yg diberi kitab sebelum kamu dan orang-orang musyrik. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang (patut) diutamakan (Ali-Imran : 186)

Kebiasaan saya setelah tilawah beberapa lembar, maka akan membaca terjemahnya dari ayat terakhir. Dan ayat 186 surat Ali-Imran adalah yang pertama kali saya baca subuh ini. Kaget. Luar biasa kaget. Sepanjang hari Rabu kemarin saya terus mendengar (dan membaca) berita tentang Pak Dhana Widyatmika. Tentang kasus “dugaan” korupsinya yang puluhan milyar itu. Tentang beliau yang disejajarkan kedudukannya dengan Gayus Tambunan. Tentang beliau yang walaupun bukti masih belum jelas, tapi status sudah jelas : tersangka! Ada penolakan ketika pemberitaan media yang over mengenai kasus ini. Beberapa selentingan di kantor-pun terdengar tidak mengenakkan. Terlebih setelah ada teman kantor yang nyeletuk :

DW (Dhana Widyatmika) itu anak Masjid loh! ternyata gitu ya?

Saya cuman beristighfar. Apa benar DW separah itu? sampai menangis saya dibuatnya. Berlebihan? Terserah. Saya merasa ini ujian berat buat instusi kami (Kementerian Keuangan) dan Dien kami : Islam. Dengan embel-embel yang mengikuti sosok DW : Anak Masjid, ngikwah, rajin puasa daud, dsb, saya merasa ada keterikatan secara batin sampai harus menagis. Sebelum pemberitaan media, saya sama sekali tidak tau dengan Sosok DW. Baru Rabu kemarin saya mencoba mencari tau, lewat berbagai media online dan obrolan ringan dengan beberapa teman kantor yang mengetahui sosok DW (saya bekerja di Badan Kebijakan Fiskal, salah satu bagian dari Kementerian Keuangan). Pun ternyata ada Peneliti di kantor saya yang satu angkatan dengan Pak DW saat masih kuliah di STAN dulu. Read the rest of this entry »





biar [tambah] disayang Allah

20 01 2012

Setengah hari ini saya masih terkagum-kagum dengan skenario ALLAH  mengenai pelajaran tauhid yang lagi saya pelajari di kuliah-online nya Ustadz Yusuf Mansur. Sederhananya saya belajar meyakinkan diri atas “Allah itu sesuai prasangka hamba-Nya”. [bahkan se-sedarhana kalimat itupun saya belum 100% dalam aplikasi di keseharian >.<] Subuh hari ini masih sama dengan subuh-subuh hari sebelumnya, jam 5 teng sudah siap mendengarkan wisata-hati Yusuf Mansur, bahasannya masih sama : Allah dulu, Allah lagi, Allah terus.. Bagaimana kita selalu melibatkan Allah dalam aktivitas sehari-hari : mau pilih kerjaan tanya Allah dulu, mau hijrah rumah tanya Allah dulu, mau nikah tanya Allah dulu, pokoknya ‘biar aman’ kita tanya Allah sebelum ambil tindakan atas dasar egois diri. Dan lagi-lagi Ust. Yusuf Mansur meyeru untuk selalu bersedekah, sedekah, dan sedekah. Jangan takut miskin, jangan kikir, jangan pelit, kan semua-muanya punya Allah. Ayo dong, kita bikin Allah senang dengan menyenangkan orang lain :)

Pagi harinya saya ikut kajian di DJA dengan Ustadz Ashegaf. Sebenarnya bahasan tentang memperlakukan jenazah, tapi Ustadz sedikit bahas tentang salah satu hadist (yang baru saya dengar) :

Ada tiga hal yang tidak boleh di tunda-tunda : menguburkan jenazah, jika sudah siap menikah maka segera menikah, dan sedekah

kata Ustadznya : itu sedekah jangan di tunda-tunda deh, jangan nunggu banyak uang, jangan tunggu dapet honor, jangan bilang mau ngumpulin dulu sampe banyak baru disedekahin, ujung-ujunganya gak bakalan jadi.

oke, point yang saya bawa pagi itu : segera bersedekah saat ada kesempatan, bukan saat ada uang. Read the rest of this entry »





Hati-Hati Sakit Jiwa!

22 11 2011

Beneran cha, hati-hati dalam berfikir. Kamu tau, satu dari sepuluh orang di Jakarta itu sakit jiwa. Iya sakit jiwa! Tiba-tiba obrolan dengan Mbakku -yang psikolog- kembali ter-play begitu saja. Sakit jiwa? Membayangkannya saja aku tak berani. Tapi dengan fakta-fakta di lapangan, sepertinya sakit jiwa bukan hal yang aneh. Hati-hati dengan pikiranmu. Seperti pagi ini, begitu banyak istighfar yang terucap.

Pernah suatu pagi, dengan bodohnya dia menginginkan bangun dengan sosok manusia lain. Terlepas dari masalah-masalah yang tiap saat datang. Selesai satu, datang dua, selesai dua, datang tiga,begitu seterusnya. Itu sakit jiwa!





Bloginality

15 11 2011

Pernah dengar judul di atas gak? saya sih baru saja beberapa menit yang lalu. Iklan yang menyenangkan di tengah pengerjaan soal-soal mengasyikkan dari sekolah kedinasan di kawasan Bintaro sana. Dan ini hasilnya :D

As an ESTP, you are Extraverted, Sensing, Feeling , Perceiving.
This makes your primary focus on Extraverted Sensing with Introverted Feeling.

This is defined as a SP personality, which is part of Carl Jung’s Artisans (Sensation Seeking) type, and more specifically the Performers.

You are fun, and like to make others have fun, and this will make you have a well-liked weblog. You like learning in a hands-on way, and so you may have someone else do the behind the scenes things of your blog, and just be happy making shorter posts about the people you love. Theory is not your strong point, and so long analysis wouldn’t fit in with the normal posting style.

how about your blog? let’s check here.





ath-thaariq

27 09 2011

Punya surat-surat tertentu yang akhirnya menjadi surat favorit? Aku punya. Surat ke-86. At-thaariq. Pertama jatuh cinta dengan surat ini, justru karna seorang saudari (sebut saja Athiah Listyowati) yang sering membacakannya saat meng-imamiku di sholat subuh berjamaah kami. Hingga sekarang, setiap membaca / mendengar surat ini, rasanya hati ini terasa lapang. Seperti malam ini, begitu mau tidur, ku nyalakan winamp, dengan playist juz 26-30 dari Sa’ad al-Ghomidi. Tentu saja dengan at-Thaariq di list teratas. Nikmatnya begitu mau tidur mendengarmu dulu, dan betapa takjubnya pagi ini, aku bangun karna at-Thaariq-ku kembali terdengar dari winampku. Subhanallah! Semoga jatuh cinta ini karnaNya. Aamiin :)





Apapun

17 09 2011

Apapun.
Semua yang tidak karna Allah, berujung pada kekecewaan.
Apapun…

Tidak boleh menangis, kata (alm) Bapak, hanya boleh menangis untuk hal-hal yang penting. Tidak untuk kali ini.