Status; Penting

2 05 2012


Kenapa mesti ada yang seperti itu? kalau bisa cerai, cerai itu opsi yang paling oke banget! Allah juga mungkin senang!

Gak bisa, Status

Banyak orang baik di Bumi, dan gak peduli sama status-status palsu semacem itu.

Pikiran saya masih menerawang saat misej seperti itu masuk di jam setengah tiga pagi, efek Vietnam Coffee  sore tadi.

pic : here





Kenapa Belum Menikah?

16 04 2012

Dua pekan yang lalu Abang ke-4 saya (akhirnya) menikah. Akhirnya? Iya, karena memang sudah waktunya, waktu terbaiknya Insyaallah. Terlepas dari niatnya yang (mungkin) sudah dari tahun-tahun lalu ditambah (mungkin juga) bosan dengan pertanyaan “kapan” dari segala jenis manusia :D

Tau kan apa yang terjadi saat Saudaramu menikah? Yayayaya, pertanyaan biasa, standar, itu-itu saja, dan yang jawabannya pun klise. Bayangkan saya yang TUJUH bersaudara, dengan puluhan sepupu yang se-umuran. Tentu saja kebal dan terbiasa ditanya “kapan”. Tahun-tahun kemarin jawaban saya beraneka ragam, sesuai mood.

Maunya hari ini, tapi si Abang nikah juga, jadi mesti ngalah.

Iya nih, belum ketemu pangeran bekuda emas.

Kapan ya? Kamu bisanya kapan maen ke Banten?

Dan jawaban-jawaban ngeyel sejenis, yang asli saya jawab dengan asal-asalan *doh!* Sampai akhirnya dua hari sebelum si Abang menikah, saya ketemuan di Bandara Polonia Medan dengan seorang teman. Mbak Kotsan saat di Jurangmangu dulu. Dia mendatangi saya di saat 30 menit sebelum pesawat berangkat. Dia, Suami, dan Anak mereka yang super lucuuu itu. Tak habis-habisnya saya menatap makhluk mungil itu sambil berkali-kali bertasbih. Mencolak-colek pipin gembilnya. Dan terus menerus takjub dengan si Mbak yang sekarang sudah menjadi Ibu. Fyi, kami sudah 2 tahun lebih tidak bertatap muka. Lalu terjadilah percakapan :

Uniii.. udah jadi Ibu aja ya, cepet banget :D

Iya, kamu kapan dong cha *pertanyaan klise yang saya jawab dengan cengar-cengir*

Eh Aku mau tanya ya cha, serius : Kamu mikirin nikah gak sih?

Jedeeeeng, meski sederhananya saya jawab : mikirin kok Uni, tenang aja. Padahal beberapa waktu setelahnya justru saya jadi tanya ke diri sendiri : kamu mikirin nikah gak sih? Kata mikirin berubah meluas makna. Sebetulnya sudah seringkali saya disindir : Jangan keliling Indonesia mulu, nikah dong. Jangan ngurusin anak kecil mulu, nikah biar punya anak kecil sendiri. Dan sindiran-sindiran standar lainnya, yang saya anggap sebagai bentuk perhatian.

Saya mikirin nikah kok. Saya pernah ber-proses-pun, meski jalan Allah menunjukkan belum waktunya. Read the rest of this entry »





30 Alasan Bahwa Anda Mampu Lahir Secara Alami [Gentle Birth]

11 01 2012

Beberapa hari belakangan ini saya lagi rajin-rajin baca-baca artikel tentang Gentle Birth. Mulai dari main ke http://www.gentlebirthindonesia.com/, sampai ikutan group GBUS. Subhanallah, beberapa kali saya sampai nangis bacanya (ini karna saya baca artikelnya di subuh hari, sendiri, dan hujan kali ya, hehe). Meski saya belum pernah hamil -belum nikah bahkan :D , tapi saya eager kalau masalah yang seperti ini. Rasanya amaze aja gitu, ada kuasa ALLAH yang sebegitu hebatnya untuk makhluk yang kita sebut : Wanita. Ini ada artikel yang sangat oke banget sekali yang harus dibaca oleh seluruh Wanita di dunia ini *asli*, saya dapat dari file di Group, yang juga ada di webnya “bidan kita”, judulnya sama seperti judul postingan ini. Enjoy then :)

Akhir-akhir ini seringkali kita mendengar begitu banyak  cerita negatif tentang proses persalinan.

Ada yang di vaccum, di forceps juga di SC. Apalagi di Kota besar, persalinan normal alami sangatlah jarang terjadi. Dan jika Anda menginginkan untuk melahirkan secara normal alamipun seolah-olah ini sangat sulit di capai bagaikan pungguk merindukan bulan. Dan seolah-olah kodrat perempuan bahwa tubuh seorang perempuan/wanita secara ilahi dirancang untuk melahirkan bayi secara alami ini hilang entah kemana.

Sebenarnya Tubuh kita adalah sebuah keajaiban, dan tubuh seorang wanita mempunyai pengetahuan yang sempurna untuk melahirkan secara alami. Asal Anda siapkan sebaik-baiknya maka mereka akan saling bersinergi dan berfungsi dengan normal.

Berikut adalah beberapa pengingat dan alasan untuk Anda tentang kebenaran bahwa kita bisa melahirkan alami dan normal:

  1. Anda seorang wanita
  2. Ibu Anda adalah seorang wanita juga dan dia melahirkan Anda.
  3. Begitu juga dengan nenekmu dan semua ibu mereka
  4. Seorang Perempuan secara harfiah memiliki kemampuan untuk bertahan hidup dan berkembang biak dan sudah beribu-ribu tahun mereka melakukan ini (melahirkan alami) dan untuk untuk mempertahankan populasi generasi. Buktinya adalah bahwa kita semua SINI.
  5. Dunia kedokteran mulai melayani atau membatu ibu melahirkan baru sekitar 100 tahun yang lalu. Sedangkan sejak beribu-ribu tahun yang lalu seorang ibu sudah mampu melahirkan. Jadi apa yang Anda takutkan? Read the rest of this entry »