menata hati-6

16 02 2012

Bagaimanalah ini. Biarkan aku mulai dari awal mula hubungan kita. Kita sama-sama lupa untuk saling bersepakat. Akan diapakan hubungan ini. Akhirnya, kita seperti air yang mengalir. Terbawa arus yang ada di hadapan. Masalahnya tidak semua arus yang ada di hadapan kita bermuara pada kebaikan. Harusnya kita bisa menentukan sendiri, akan dibawa kemana aliran ini.  Kalau begitu, kita telusuri saja dari hal yang cukup mendasar; Apa yang perlu dihasilkan dari sebuah hubungan? Siapapun akan menjalin hubugan dengan orang lain jika hubungan itu menguntungkan. Termasuk hubungan yang terjalin diantara kita. Dan itulah salah satu alasan kenapa aku ada, kamu ada dan manusia ada. Untuk saling melengkapi satu diantara lainnya. Untuk saling memberi dan mengambil manfaat dari keberadaan satu dan yang lainnya.

Itulah masalahnya. Itulah yang aku ingin jujur kepadamu, dan itulah yang mungkin akan sangat menyakitimu: Ternyata aku tidak benar-benar mencintai kamu. Aku hanya mencintai sebagian diriku sendiri yang hidup dalam diri kamu. Aku menyukai kebaikan-kebaikan kamu dan segala hal tentang kamu yang sesuai dengan aku, yang membuatku senang, atau yang aku inginkan dan ada dalam diri kamu.

Tapi bagaimana dengan kekuranganmu, dengan keburukanmu, dengan semua hal yang aku tidak sukai dari kamu? Haruskah aku memaksakan diriku untuk menyukainya? Dan apakah masih disebut cinta jika ada paksaan di dalamnya? Selama ini, sepertinya kita sama-sama saling menyembunyikan kekurangan kita, keburukan kita. Berusaha nampak sesempurna mungkin. Dan apakah masih bisa disebut cinta, jika tidak berani jujur apa adanya, jika masih sama-sama ketakutan dengan menyembunyikan kondisi yang sebenarnya?

*** Read the rest of this entry »





Kontroversi #Susu

1 02 2012

Suka Susu gak? Saya suka bangeeeet, apalagi yoghurt! adeeeuh.. seminggu bisa 8kali minum yoghurt :D Tapi setahun yang lalu saya baca bukunya Prof Hiromi Shinya yang judulnya The Miracle of Enzym (gugling sendiri kalau mau tau lebih details :P ), jadi takut-takut kalau lagi minum susu dan segala turunannya. Intinya dari buku itu adalah : susu hewan itu sama sekali gak cocok buat manusia, tentu saja dengan penjelasan ilmiah tingkat tinggi dan fakta-fakta di lapangan yang disertakan. Menghabiskan buku itu dalam satu malam, lalu saya cari tau lewat web-web (lokal dan luar), akhirnya saya bilang sama diri sendiri : oke, ternyata memang benar ya susu (sapi) itu gak baik buat manusia. Seminggu kemudian saya diskusi sama seorang dokter, sembari meminjamkan buku tersebut. No Hope, mungkin dokternya sibuk banget, sampai sekarang kami belum ngobrol-ngobrol lagi. Mulai saat itu, saya jadi jarang minum susu dan turunannya (keju, yoghurt, dll)

*setahun kemudian*

Iseng-iseng saya mulai jalan-jalan di twitter, dan akhirnya duduk lama baca semua twitnya @erikarlebang mengenai #foodcombining dan #kibulan susu. Saya juga langsung nongton acara di metroTV yang beliau isi (8-11). Whey, ternyata menyadari kalau selama ini saya salah dengan pola makan dll mengenai asupan makanan. Gak sampai disitu, saya juga buka web pribadi beliau. Naaah, disitu ada bahasan tentang #kibulansusu. Intinya sama dengan buku Prof Hiromi Shinya itu : susu hewan itu gak bagus untuk manusia, bahkan sapi dewasa saja tidak minum susu induknya. Saya percaya.

* Read the rest of this entry »





menata hati-5

30 01 2012

“Kamu, hanya harus jujur dengan perasaan kamu sendiri. Membohongi perasaan hanya akan mengusir ketenangan hatimu. Sedang menghindarinya, akan menghilangkan keleluasaan yang kamu punya. Kamu jadi bukan kamu. Kamu ada, tapi sebagian dirimu hilang entah kemana. Ditutupi topeng yang kamu sendiri tak tahu bagaimana bentuknya. Dan yang nampak dari luar; kamu sudah bukan kamu lagi. Apakah orang lain suka? Bisa jadi ia, kalau mereka belum tahu apa yang sebenarnya kamu rasakan. Yang jelas kamu pasti tak menyukai dirimu sendiri. Karena kamu mengerti apa yang sedang kamu rasakan. Karena kamu tahu dengan pasti; apa yang kamu lakukan, apa yang kamu ungkapkan adalah bukan apa yang kamu rasakan. Memang begitu adanya. Tak ada orang yang suka dibohongi. Termasuk dirimu, walaupun pelakunya adalah diri kamu sendiri. Terserah mau secerdik apa kamu membohongi dirimu sendiri.”

Kalimat itu menghujam dalam hatiku, keluar dari mulutku sendiri dan diperuntukan untuk diriku sendiri. Tapi kamu punya andil yang sangat besar di belakangnya.

Pada mulanya, aku hanya ingin menjaga perasaan kamu. Maka kusimpan saja ketidaksukaan itu. Tak kuungkapkan, tapi sangat kurasakan. Dan sungguh sangat tidak enak merasakannya. Inilah salah satu kebodohanku. Bagaimanalah bisa menjaga perasaan orang lain, jika perasaan sendiri masih berantakan. Aku pikir itu adalah bentuk pengorbananku untukmu, sebagai sahabat, atau sebagai apalah karena kita sudah cukup lama melewati kebersamaan yang sama. Dan lagi-lagi aku salah. Pengorbanan harusnya membuat kita bahagia. Tidak menderita, apalagi menyisakan penyesalan. Sayangnya, yang terakhir yang aku rasakan. Penyesalan yang aku sisakan. Dan benci yang aku simpan. Read the rest of this entry »





menata hati-4

25 01 2012

Kalau setiap orang hanya akan menuai apa yang ditanam, apa yang akan dituai oleh orang yang menanam perasaan?

***

Hati kita punya banyak ruang. Dan dari sekian banyak ruang itu, selalu tersedia ruang benci diantaranya. Begitu juga dengan hatiku. Yang aku tak mengerti, kenapa kamu harus memasukinya? 

Ada sejumput rindu yang menjemput. Mengajak hatiku berdamai untuk menerima apa yang telah terjadi. Kembali ke masa lalu, merasakan apa yang pernah kita rasa dalam kebersamaan ini. Menyusuri segala hal yang membuat kita saling merasa nyaman untuk saling mendekat dan mengikat. Tapi kenyataan lebih kuat dari kenangan masa lalu. Dan kabar buruknya, hatiku masih tetap menolak untuk berdamai. Atau masalahnya bukan tentang masa lalu atau sekarang, toh banyak juga yang terjebak dengan masa lalunya, hidup dalam harapan agar kondisinya seperti masa lalu, padahal waktu sudah berdetak berjuta detik, dan kita sudah sama-sama mengalami banyak perubahan.

Apa memang begitu hukumnya, segala yang menyakitkan akan bertahan lebih lama walaupun kadarnya hanya sedikit. Sedangkan segala yang membahagiakan akan cepat terlupakan walaupun kadarnya melimpah. Barangkali itulah salah satu penyebab, tetua kita yang bijak bestari menyimpulkan peribahasa yang serasa tak adil, tapi memang begitu adanya: “Nila setitik bisa merusak susu sebelangga”

Entahlah, yang pasti sekarang kamu sedang menempati ruang benci di hatiku. Dan aku belum tahu caranya untuk mengeluarkanmu dari sana. Apa aku usir saja kamu secara paksa, agar kamu tidak mengganggu hidupku. Agar kamu tidak mencemari ruang yang lainnya. Tapi bukankah itu percuma saja, karena walaupun kamu tak ada disana, ruang itu akan tetap ada. Hanya siapa yang mendiaminya yang berbeda. Kalau bukan kamu, tentu saja ada orang lain. Sekarangpun kamu bukan satu-satunya penghuni. Masih banyak yang lainnya. Hanya saja, kamu yang paling mendominasi. Apa aku hancurkan saja ruang itu, agar ruang itu tak ada dalam hatiku? Tapi bagaimana bisa, bukankah hati adalah sesuatu yang diberikan Tuhan satu paket dengan ruang-ruangnya. Sudah begitu adanya. Mana bisa melanggar sunatullah-Nya. Read the rest of this entry »





menata hati-3

24 01 2012

Dan pada akhirnya; aku harus berterimakasih kepadamu. Terimakasih atas segala yang pernah kamu lakukan kepadaku. Walaupun itu sungguh menyakitiku. 

***

Syahdan, anak kecil itu sangat dilindungi dari hujan. Bagi ibunya hujan itu merepotkan. Dia tak mau anaknya kedinginan. Dia tak mau anaknya sakit karena kehujanan. Sampai tibalah musim hujan yang cukup panjang. Dan sempurna anak itu di rumah selama musim hujan. Diselimuti kehangatan di dalam sini dari dinginnya hujan di luar sana.

Ibunya melupakan dua hal; rasa sayang yang terlalu berlebih kadang amat melumpuhkan. Perlindungan yang terlalu ketat kadang malah jadi melemahkan. Lihatlah anak kesayangannya terputus dari pergaulan. Terasing dengan kesendirian. Hanya karena hujan. Padahal sebagaimana tanaman, anak kecil itu butuh hujan untuk melampiaskan keceriaan. Ia butuh tahu apa dan bagaimana itu hujan. Karena suatu hari ia pasti akan langsung berhadapan dengan hujan. Suatu hari entah kapan, ia akan punya masa-masa sendirian. Dan tak ada yang tahu persis, kapan ibunya akan meninggalkan.

*** Read the rest of this entry »





menata hati-2

24 01 2012

Aku kira kita sudah saling memaafkan. Nyatanya, kita hanya saling melupakan. Sayangnya, kadang kita malah ingat apa yang seharusnya dilupakan dan lupa dengan apa yang harusnya tertanam dalam ingatan. Saling melupakan menjadi kesalahan baru yang kita lakukan. Dan kata maaf yang pernah kita ucapkan, tak cukup kuat untuk mengendalikan perasaan. Mulutmu memang pernah mengucap maaf. Ringan. Mulutku juga menerimanya. Berat. Dan maaf menjadi kata tanpa makna. Menjadi ritual yang terpaksa. Karena baru dilakukan oleh mulut semata. Karena baru diucapkan dengan kata belaka.

****

Rumah mungil itu bernama hati. Kita sama-sama tahu dimana lokasinya. Aku punya, kamu juga. Pertanyaannya, seberapa kenal kita dengan penghuninya? Penghuninya memang diri kita masing-masing. Tapi terkadang, diri kita tidak sesederhana yang kita bayangkan. Memang demikian adanya. Karena kita manusia. Sedangkan Tuhan menciptakan manusia satu paket dengan akal dan hatinya. Dengan logika dan emosinya. yang membuat aku dan kamu beserta manusia lainnya menjadi begitu unik, rumit dan tak terduga. Itulah kenapa banyak orang yang kesulitan untuk mengenal dirinya sendiri. Tak terkecuali, kita. Read the rest of this entry »