Dua pekan yang lalu Abang ke-4 saya (akhirnya) menikah. Akhirnya? Iya, karena memang sudah waktunya, waktu terbaiknya Insyaallah. Terlepas dari niatnya yang (mungkin) sudah dari tahun-tahun lalu ditambah (mungkin juga) bosan dengan pertanyaan “kapan” dari segala jenis manusia
Tau kan apa yang terjadi saat Saudaramu menikah? Yayayaya, pertanyaan biasa, standar, itu-itu saja, dan yang jawabannya pun klise. Bayangkan saya yang TUJUH bersaudara, dengan puluhan sepupu yang se-umuran. Tentu saja kebal dan terbiasa ditanya “kapan”. Tahun-tahun kemarin jawaban saya beraneka ragam, sesuai mood.
Maunya hari ini, tapi si Abang nikah juga, jadi mesti ngalah.
Iya nih, belum ketemu pangeran bekuda emas.
Kapan ya? Kamu bisanya kapan maen ke Banten?
Dan jawaban-jawaban ngeyel sejenis, yang asli saya jawab dengan asal-asalan *doh!* Sampai akhirnya dua hari sebelum si Abang menikah, saya ketemuan di Bandara Polonia Medan dengan seorang teman. Mbak Kotsan saat di Jurangmangu dulu. Dia mendatangi saya di saat 30 menit sebelum pesawat berangkat. Dia, Suami, dan Anak mereka yang super lucuuu itu. Tak habis-habisnya saya menatap makhluk mungil itu sambil berkali-kali bertasbih. Mencolak-colek pipin gembilnya. Dan terus menerus takjub dengan si Mbak yang sekarang sudah menjadi Ibu. Fyi, kami sudah 2 tahun lebih tidak bertatap muka. Lalu terjadilah percakapan :
Uniii.. udah jadi Ibu aja ya, cepet banget
![]()
Iya, kamu kapan dong cha *pertanyaan klise yang saya jawab dengan cengar-cengir*
Eh Aku mau tanya ya cha, serius : Kamu mikirin nikah gak sih?
Jedeeeeng, meski sederhananya saya jawab : mikirin kok Uni, tenang aja. Padahal beberapa waktu setelahnya justru saya jadi tanya ke diri sendiri : kamu mikirin nikah gak sih? Kata mikirin berubah meluas makna. Sebetulnya sudah seringkali saya disindir : Jangan keliling Indonesia mulu, nikah dong. Jangan ngurusin anak kecil mulu, nikah biar punya anak kecil sendiri. Dan sindiran-sindiran standar lainnya, yang saya anggap sebagai bentuk perhatian.
Saya mikirin nikah kok. Saya pernah ber-proses-pun, meski jalan Allah menunjukkan belum waktunya. Read the rest of this entry »









Recent Comments