15 To Complete!

30 01 2012

akhir tahun yang lalu saya nulis status facebook kayak gini :

Read the rest of this entry »





menata hati-5

30 01 2012

“Kamu, hanya harus jujur dengan perasaan kamu sendiri. Membohongi perasaan hanya akan mengusir ketenangan hatimu. Sedang menghindarinya, akan menghilangkan keleluasaan yang kamu punya. Kamu jadi bukan kamu. Kamu ada, tapi sebagian dirimu hilang entah kemana. Ditutupi topeng yang kamu sendiri tak tahu bagaimana bentuknya. Dan yang nampak dari luar; kamu sudah bukan kamu lagi. Apakah orang lain suka? Bisa jadi ia, kalau mereka belum tahu apa yang sebenarnya kamu rasakan. Yang jelas kamu pasti tak menyukai dirimu sendiri. Karena kamu mengerti apa yang sedang kamu rasakan. Karena kamu tahu dengan pasti; apa yang kamu lakukan, apa yang kamu ungkapkan adalah bukan apa yang kamu rasakan. Memang begitu adanya. Tak ada orang yang suka dibohongi. Termasuk dirimu, walaupun pelakunya adalah diri kamu sendiri. Terserah mau secerdik apa kamu membohongi dirimu sendiri.”

Kalimat itu menghujam dalam hatiku, keluar dari mulutku sendiri dan diperuntukan untuk diriku sendiri. Tapi kamu punya andil yang sangat besar di belakangnya.

Pada mulanya, aku hanya ingin menjaga perasaan kamu. Maka kusimpan saja ketidaksukaan itu. Tak kuungkapkan, tapi sangat kurasakan. Dan sungguh sangat tidak enak merasakannya. Inilah salah satu kebodohanku. Bagaimanalah bisa menjaga perasaan orang lain, jika perasaan sendiri masih berantakan. Aku pikir itu adalah bentuk pengorbananku untukmu, sebagai sahabat, atau sebagai apalah karena kita sudah cukup lama melewati kebersamaan yang sama. Dan lagi-lagi aku salah. Pengorbanan harusnya membuat kita bahagia. Tidak menderita, apalagi menyisakan penyesalan. Sayangnya, yang terakhir yang aku rasakan. Penyesalan yang aku sisakan. Dan benci yang aku simpan. Read the rest of this entry »





menata hati-4

25 01 2012

Kalau setiap orang hanya akan menuai apa yang ditanam, apa yang akan dituai oleh orang yang menanam perasaan?

***

Hati kita punya banyak ruang. Dan dari sekian banyak ruang itu, selalu tersedia ruang benci diantaranya. Begitu juga dengan hatiku. Yang aku tak mengerti, kenapa kamu harus memasukinya? 

Ada sejumput rindu yang menjemput. Mengajak hatiku berdamai untuk menerima apa yang telah terjadi. Kembali ke masa lalu, merasakan apa yang pernah kita rasa dalam kebersamaan ini. Menyusuri segala hal yang membuat kita saling merasa nyaman untuk saling mendekat dan mengikat. Tapi kenyataan lebih kuat dari kenangan masa lalu. Dan kabar buruknya, hatiku masih tetap menolak untuk berdamai. Atau masalahnya bukan tentang masa lalu atau sekarang, toh banyak juga yang terjebak dengan masa lalunya, hidup dalam harapan agar kondisinya seperti masa lalu, padahal waktu sudah berdetak berjuta detik, dan kita sudah sama-sama mengalami banyak perubahan.

Apa memang begitu hukumnya, segala yang menyakitkan akan bertahan lebih lama walaupun kadarnya hanya sedikit. Sedangkan segala yang membahagiakan akan cepat terlupakan walaupun kadarnya melimpah. Barangkali itulah salah satu penyebab, tetua kita yang bijak bestari menyimpulkan peribahasa yang serasa tak adil, tapi memang begitu adanya: “Nila setitik bisa merusak susu sebelangga”

Entahlah, yang pasti sekarang kamu sedang menempati ruang benci di hatiku. Dan aku belum tahu caranya untuk mengeluarkanmu dari sana. Apa aku usir saja kamu secara paksa, agar kamu tidak mengganggu hidupku. Agar kamu tidak mencemari ruang yang lainnya. Tapi bukankah itu percuma saja, karena walaupun kamu tak ada disana, ruang itu akan tetap ada. Hanya siapa yang mendiaminya yang berbeda. Kalau bukan kamu, tentu saja ada orang lain. Sekarangpun kamu bukan satu-satunya penghuni. Masih banyak yang lainnya. Hanya saja, kamu yang paling mendominasi. Apa aku hancurkan saja ruang itu, agar ruang itu tak ada dalam hatiku? Tapi bagaimana bisa, bukankah hati adalah sesuatu yang diberikan Tuhan satu paket dengan ruang-ruangnya. Sudah begitu adanya. Mana bisa melanggar sunatullah-Nya. Read the rest of this entry »





menata hati-3

24 01 2012

Dan pada akhirnya; aku harus berterimakasih kepadamu. Terimakasih atas segala yang pernah kamu lakukan kepadaku. Walaupun itu sungguh menyakitiku. 

***

Syahdan, anak kecil itu sangat dilindungi dari hujan. Bagi ibunya hujan itu merepotkan. Dia tak mau anaknya kedinginan. Dia tak mau anaknya sakit karena kehujanan. Sampai tibalah musim hujan yang cukup panjang. Dan sempurna anak itu di rumah selama musim hujan. Diselimuti kehangatan di dalam sini dari dinginnya hujan di luar sana.

Ibunya melupakan dua hal; rasa sayang yang terlalu berlebih kadang amat melumpuhkan. Perlindungan yang terlalu ketat kadang malah jadi melemahkan. Lihatlah anak kesayangannya terputus dari pergaulan. Terasing dengan kesendirian. Hanya karena hujan. Padahal sebagaimana tanaman, anak kecil itu butuh hujan untuk melampiaskan keceriaan. Ia butuh tahu apa dan bagaimana itu hujan. Karena suatu hari ia pasti akan langsung berhadapan dengan hujan. Suatu hari entah kapan, ia akan punya masa-masa sendirian. Dan tak ada yang tahu persis, kapan ibunya akan meninggalkan.

*** Read the rest of this entry »





menata hati-2

24 01 2012

Aku kira kita sudah saling memaafkan. Nyatanya, kita hanya saling melupakan. Sayangnya, kadang kita malah ingat apa yang seharusnya dilupakan dan lupa dengan apa yang harusnya tertanam dalam ingatan. Saling melupakan menjadi kesalahan baru yang kita lakukan. Dan kata maaf yang pernah kita ucapkan, tak cukup kuat untuk mengendalikan perasaan. Mulutmu memang pernah mengucap maaf. Ringan. Mulutku juga menerimanya. Berat. Dan maaf menjadi kata tanpa makna. Menjadi ritual yang terpaksa. Karena baru dilakukan oleh mulut semata. Karena baru diucapkan dengan kata belaka.

****

Rumah mungil itu bernama hati. Kita sama-sama tahu dimana lokasinya. Aku punya, kamu juga. Pertanyaannya, seberapa kenal kita dengan penghuninya? Penghuninya memang diri kita masing-masing. Tapi terkadang, diri kita tidak sesederhana yang kita bayangkan. Memang demikian adanya. Karena kita manusia. Sedangkan Tuhan menciptakan manusia satu paket dengan akal dan hatinya. Dengan logika dan emosinya. yang membuat aku dan kamu beserta manusia lainnya menjadi begitu unik, rumit dan tak terduga. Itulah kenapa banyak orang yang kesulitan untuk mengenal dirinya sendiri. Tak terkecuali, kita. Read the rest of this entry »





biar [tambah] disayang Allah

20 01 2012

Setengah hari ini saya masih terkagum-kagum dengan skenario ALLAH  mengenai pelajaran tauhid yang lagi saya pelajari di kuliah-online nya Ustadz Yusuf Mansur. Sederhananya saya belajar meyakinkan diri atas “Allah itu sesuai prasangka hamba-Nya”. [bahkan se-sedarhana kalimat itupun saya belum 100% dalam aplikasi di keseharian >.<] Subuh hari ini masih sama dengan subuh-subuh hari sebelumnya, jam 5 teng sudah siap mendengarkan wisata-hati Yusuf Mansur, bahasannya masih sama : Allah dulu, Allah lagi, Allah terus.. Bagaimana kita selalu melibatkan Allah dalam aktivitas sehari-hari : mau pilih kerjaan tanya Allah dulu, mau hijrah rumah tanya Allah dulu, mau nikah tanya Allah dulu, pokoknya ‘biar aman’ kita tanya Allah sebelum ambil tindakan atas dasar egois diri. Dan lagi-lagi Ust. Yusuf Mansur meyeru untuk selalu bersedekah, sedekah, dan sedekah. Jangan takut miskin, jangan kikir, jangan pelit, kan semua-muanya punya Allah. Ayo dong, kita bikin Allah senang dengan menyenangkan orang lain :)

Pagi harinya saya ikut kajian di DJA dengan Ustadz Ashegaf. Sebenarnya bahasan tentang memperlakukan jenazah, tapi Ustadz sedikit bahas tentang salah satu hadist (yang baru saya dengar) :

Ada tiga hal yang tidak boleh di tunda-tunda : menguburkan jenazah, jika sudah siap menikah maka segera menikah, dan sedekah

kata Ustadznya : itu sedekah jangan di tunda-tunda deh, jangan nunggu banyak uang, jangan tunggu dapet honor, jangan bilang mau ngumpulin dulu sampe banyak baru disedekahin, ujung-ujunganya gak bakalan jadi.

oke, point yang saya bawa pagi itu : segera bersedekah saat ada kesempatan, bukan saat ada uang. Read the rest of this entry »





30 Alasan Bahwa Anda Mampu Lahir Secara Alami [Gentle Birth]

11 01 2012

Beberapa hari belakangan ini saya lagi rajin-rajin baca-baca artikel tentang Gentle Birth. Mulai dari main ke http://www.gentlebirthindonesia.com/, sampai ikutan group GBUS. Subhanallah, beberapa kali saya sampai nangis bacanya (ini karna saya baca artikelnya di subuh hari, sendiri, dan hujan kali ya, hehe). Meski saya belum pernah hamil -belum nikah bahkan :D , tapi saya eager kalau masalah yang seperti ini. Rasanya amaze aja gitu, ada kuasa ALLAH yang sebegitu hebatnya untuk makhluk yang kita sebut : Wanita. Ini ada artikel yang sangat oke banget sekali yang harus dibaca oleh seluruh Wanita di dunia ini *asli*, saya dapat dari file di Group, yang juga ada di webnya “bidan kita”, judulnya sama seperti judul postingan ini. Enjoy then :)

Akhir-akhir ini seringkali kita mendengar begitu banyak  cerita negatif tentang proses persalinan.

Ada yang di vaccum, di forceps juga di SC. Apalagi di Kota besar, persalinan normal alami sangatlah jarang terjadi. Dan jika Anda menginginkan untuk melahirkan secara normal alamipun seolah-olah ini sangat sulit di capai bagaikan pungguk merindukan bulan. Dan seolah-olah kodrat perempuan bahwa tubuh seorang perempuan/wanita secara ilahi dirancang untuk melahirkan bayi secara alami ini hilang entah kemana.

Sebenarnya Tubuh kita adalah sebuah keajaiban, dan tubuh seorang wanita mempunyai pengetahuan yang sempurna untuk melahirkan secara alami. Asal Anda siapkan sebaik-baiknya maka mereka akan saling bersinergi dan berfungsi dengan normal.

Berikut adalah beberapa pengingat dan alasan untuk Anda tentang kebenaran bahwa kita bisa melahirkan alami dan normal:

  1. Anda seorang wanita
  2. Ibu Anda adalah seorang wanita juga dan dia melahirkan Anda.
  3. Begitu juga dengan nenekmu dan semua ibu mereka
  4. Seorang Perempuan secara harfiah memiliki kemampuan untuk bertahan hidup dan berkembang biak dan sudah beribu-ribu tahun mereka melakukan ini (melahirkan alami) dan untuk untuk mempertahankan populasi generasi. Buktinya adalah bahwa kita semua SINI.
  5. Dunia kedokteran mulai melayani atau membatu ibu melahirkan baru sekitar 100 tahun yang lalu. Sedangkan sejak beribu-ribu tahun yang lalu seorang ibu sudah mampu melahirkan. Jadi apa yang Anda takutkan? Read the rest of this entry »




SCRAP!

5 01 2012

Pernah denger scrapbook gak? itu loooh seni menghias foto dengan tema tertentu, tau kan? Nah sebenernya ini booming banget di kalangan orang-orang seni yang kreatif itu, tapi sayanganya saya telat banget nyobanya, baru hari ini kepengen aja ngotak-ngatik scrap. Beberapa ‘template’ sudah di download dari kapan taun, akhirnya kembali cari-cari di antara ribuan file :D

 malah jadi bikin banner buat “kiara” (theme :  vintage florals) Read the rest of this entry »





pilih STAN atau ITB?

2 01 2012

 

Hitung kancing rasanya gak mungkin, ini kan buat masa depan! Dengan berbagai pertimbangan di tangan, akhirnya saya memutuskan untuk istikaroh. Malam ini.

Sebelum sholat, saya menyiapkan tiga kertas kecil bertuliskan : STAN, ITB, dan satu kertas saya biarkan kosong. Tepat di sepertiga malam ini, saya melakukan sholat istikharoh. Saya pasrahakan semua pilihan yang ada kepada Allah. Allah kan yang Maha Mengetahui yang terbaik buat hambanya. Allah kan yang lebih mengetahui dari apa-apa yang sama sekali kita buta tentangnya. Selesai sholat istikharoh pertama saya mengambil tiga kertas arisan  pilihan, dan dengan di awali basmallah, saya mengocoknya. Sambil memejamkan mata, mengambil satu di antara tiga kertas tersebut. Dan, yang terpilih : kertas kosong.

Hmmm.. baiknya, saya sholat istikharoh lagi. Dan selanjutnya saya mengambil satu kertas lagi. Jawabannya : kertas kosong. Read the rest of this entry »