6th

27 12 2011

my little nephew, Hadziq Cendikia Firmansyah

[Playing Football-Milk-Driving my daddy's car]





jilbab kamu syar’i gak?

23 12 2011

Dahi saya berkerut seketika, kalau mau ikutan berkerut baca deh kotak di bawah ini :

see? udah berkerut kah dahi kalian?

Itu cuplikan konsultasi yang ada di Republika online, yang di asuh oleh Hijabers Community. Itu looooh komunitas perempuan-perempuan yang lagi IN banget! Yang model jilbabnya beda dengan model-model biasanya, yang suka di lilit-lilit, yang jilbabnya double-double dengan berbagai warna dan asesoris, tau kan? :D

Pertanyaan sekompleks itu cuman di jawab sesingkat itu. wohooooo! rasa-rasanya pengen ngasih buku fiqh akhwat. Beberapa komen yang muncul meng-sangsikan jawaban tersebut. Mana dalilnya? Qur’an surat berapa? hadist riwayat siapa? Biasa.. orang Indonesia pengennya jawaban yang lengkap dan mendetails. Sama seperti saya, lah kok ya di jawab ‘hanya’ segitunya. Kalau lagi kompre, bisa-bisa langsung di kasih C bahkan D itu sama Dosen pengujinya, dan bikin malu Dosen pembimbingnya. Selama ini belajar apa? Read the rest of this entry »





[Cinta Indonesia] Cukang Taneuh, Jawa Barat (Green Canyon)

22 12 2011

chaaa… ke green canyon gak ngajak-ngajak ih…

chaaa.. kapan mau jalan-jalan lagi? ajak-ajak gue dooong

dan beberapa chattingan/misej sejenis yang masuk lewat Ym! dan inbox Fb setelah saya meng-upload beberapa foto hasil jalan-jalan kemarin. Saya, Teh Ika (btw, si Teteh hari ini milad ya? barakallah teh, banyak doa buat teteh :* ),  Ka Dedi,  Ka Feri,  Tigor (btw lagi, ternyata cuman Tigor yang gak pakai kata sapaan, hwaaa maapin gor, kebiasaan ini) , akhirnya jadi juga berangkat ke Cukang Taneuh, Alhamdulillah.. Karna sempet khawatir juga dengan kondisi personelnya yang super sibuk (kecuali saya!).

Apa? ada yang gak tau Green Canyon? Gak tau Cukang Taneuh juga? Hemm.. Padahal kalau saya sebut Amazon pasti pada tau! Oke, mari saya perkenalkan sedikit tentang Cukang Taneuh. Lokasinya ada di Kecamatan Cijulang, Kabupaten Ciamis, kira-kira 31km dari Pantai Pangandaran, sekitar 1 jam perjalanan dengan kecepatan santai. Nama Green Canyon dipopulerkan oleh seorang WNA (Perancis) bernama Bill Jhondi Tahun 1993, yang akhirnya lebih terkenal ketimbang nama aslinya, Cukang Taneuh. Cukang artinya jembatan, Taneuh artinya tanah. Jadi, Cukang Taneuh artinya Jembatan yang terbuat dari tanah. Alamlah yang memprosesnya sehingga membentuk jembatan dengan tekstur bawah jembatannya adalah stalakmit dan stalaknit (silahkan gugel sendiri :P ).

Mari saya narasikan ITE yang kami jalani, 3 hari kemarin!

Jumat, 25 November 2011

Setelah bermusyawarah, diputuskan meeting pointnya di Dunkin Donuts Tanjung Barat. Saya dari Jakarta Pusat, Teh Ika, Ka Feri, Tigor dari Depok, dan Jagoan kita Ka Dedi bawa mobil dari Cilegon. Kumpul jam 21.00, cemal-cemil sebentar, jam 22.00 berangkat dari Jakarta.

Berikut peta ribetnya :

Masuk Tol arah Bandung, Nanti keluar di tol Cileunyi. Lanjut Cicalengka – Nagreg – Ambil arah Tasikmalaya lewat Ciawi – dari Ciawi ambil yang menuju arah Ciamis lewat Cihaurbeuti – Cikoneng – Ciamis – dari Ciamis ambil arah yang ke Jateng – sampai Banjar, ambil jalur kiri – di Banjar : Banjarsari, Padaherang, Kalipucang-  Pangandaran! Ribet? Lumayaaan, tapi tenang aja.. kita berlima juga sama sekali gak hafal daerah situ, berani tanya sana-sini aja :D *trims Tigor!

Sabtu, 26 November 2011

Sampai di Pantai Pangandaran, jam 06.00, liat-liat pantai sebenetar. Lanjut Sarapan. Tentu saja, Indomieee..seleraku! (saya sih makan bubur ayam). Perjalanan lanjut ke Green Canyon, dibawa santai karna jalannya lumayan berkelok-kelok. Mirip jalan lintas Sumatera. Kanan Gunung, Kiri Jurang, hehe. Sampai di Green Canyon jam 8 pagi. Yuhuuu, udara masih segerrrr. Begitu mobil di parkir, langsung ada ‘calo’ yang PDKT. Akhirnya kita langsung ke Markas Guha Bau, harga awal 875.000 untuk berlima, jadi 700ribu untuk berlima :D . Ganti baju, siap-siap, pakai semua perlengkapan : Jaket Pelampung,  Helm, Deker, Coral Booties, Rescue. Siap Brangkats! Kita dipandu oleh Bang Mid dan Bang Boim.

Read the rest of this entry »





mau seperti apa matinya?

19 12 2011

sering saya berfikir, seperti apa ya meninggal itu?

bagaimana rasanya?

seperti apa sakitnya?

sering saya berfikir, akan seperti apa saya meninggal nanti?

bagaimana cara meninggalnya?

dimana meninggalnya?

Seingat saya, sejak saya SD, Almarhum Bapak beberapa kali berkata, tentang permohonannya. Permohonan sederhana tapi aneh di telinga saya saat itu.

Bapak ingin meninggal di hari Jumat, di Bulan Ramadhan. Read the rest of this entry »





[CintaIndonesia] Buah apa ini?

15 12 2011

Di milis NCC lagi seru-serunya karena ada salah satu member yang tanya nama buah di bawah ini :

daaaan, ramailah milis karena ternyata masing-masing ngejawab dengan jawaban yang berbeda-beda, hehe. Dari resume saya sih, ini hasilnya :

Jakarta, dan pada umumnya : Buah Menteng

Kalimantan dan Sumatera Barat : Buah Rambai

Cirebon : Buah Kepundung

Kediri (dan Jawa Timur) : Buah Pundhung

Ambarawa : Buah Langsep

Solo : Buah Mundhu

Beberapa daerah di Sumatera : Langsat

saya menyebutnya? Duku Asem, hehe.. kalau dari om Wiki, ini keterangannya : Read the rest of this entry »





Kekasihku Pergi Saat Berjihad [kisah pegawai Pajak]

8 12 2011


SAYA TEMUKAN SOSOK IDEAL PEGAWAI PAJAK pada mendiang suami saya. Hanya Allah pemilik kesempurnaan, dan Allah menciptakan sosok yang hampir sempurna bagi saya dan anak-anak. Ismail Najib nama lengkapnya. Ia terlahir dari keluarga yang sederhana di pelosok Jambi. “Ayah,” kami biasa memanggilnya. Ibunya, mertua saya, memanggilnya Mael. Teman kantornya memanggilnya Najib –atau Pak Najib.

Abang pergi mendahului kami. Ia menitipkan tiga buah-hati kami. Dafi Muhammad Faruq, putra, umur enam tahun, kini kelas satu SD. Adiknya, dua putri cantik kami, Kayyisah Zhillan Zhaliila, usia tiga tahun dan Mazaya Hasina Najib, tiga bulan. Ketika Abang mangkat pada 21 Februari 2011, si bungsu masih dalam kandungan empat bulan. Meski telah pergi, Abang mendidik saya menjadi orang kuat dan mandiri. Dengan kondisi long distance, saya memilih homebase di Kota Kembang demi pendidikan anak anak. Dengan bekal ilmu agama yang Almarhum berikan, sekarang saya menjadi tahu apa itu arti syukur, ikhlas, dan tawakal. Itulah yang membuat saya harus bangkit menyikapi keadaan ini.

Pegawai Pajak, pekerjaan yang luar biasa “banyak godaannya”. Abang memberikan pengertian pada saya bahwa materi yang identik melekat dengan pegawai Pajak, jangan menjadi patokan kebahagiaan dan kesenangan. Karena, tidak semua orang Pajak bermateri (saat itu saya tidak mengerti apa maksudnya). Read the rest of this entry »